Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 173


__ADS_3

Michelle mengetuk pintu ruangan Randy beberapa kali.


"Masuk!" Terdengar dari sana sang pemilik ruangan mempersilahkan dirinya untuk masuk ke dalamnya.


"Anda memanggil saya?" tanya Michelle setelah membuka pintu dan menyembulkan kepalanya dari balik pintu ruangan itu.


"Michelle, mari masuk," ucap Randy.


Michelle tersenyum lalu segera memasuki ruangan itu!


"Silahkan duduk," ucap Randy mempersilahkan Michelle untuk duduk di sofa yang ada di sudut ruangan itu.


"Terima kasih, Pak." Michelle berjalan menghampiri sofa itu lalu duduk di atasnya.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Michelle setelah duduk di sana.


"Sebenernya ini bukan waktu yang tepat tapi saya tidak tenang karena terus mendapatkan teror dari orang yang saya tidak kenal bahkan tidak saya ketahui," ucap Randy.


Ya, sebenarnya Randy merasa saat ini Michelle pasti sibuk untuk menyiapkan hari pernikahannya tapi ia sendiri tidak bisa tenang sebelum menangkap orang yang meneror dirinya. Dirinya takut orang itu mengancam keselamatan Mawar karena orang itu mengancam dirinya tidak akan mendapatkan cucunya.


"Meneror? Maksudnya Anda diteror oleh orang tak dikenal?" ucap Michelle.


"Ya. Tadi pagi saya mendapat beberapa teror dari orang itu. Tolong cari dia atau kamu suruh orang untuk mencarinya. Orang yang kemampuannya setara dengan kamu yang pasti dapat menangkap orang itu," ucap Randy.


"Tenang dulu, Pak. Jelaskan dulu apa masalah utamanya. Apa Anda pernah mempunyai musuh?" ucap Michelle.


"Saya tidak pernah mempunyai musuh, dalam kertas itu tertulis kalau dia akan mengambil semua yang sudah saya rebut darinya sedangkan saya tidak tahu apa yang sudah saya ambil darinya dan yang membuat saya tidak mengerti lagi, orang itu mengancam Mawar dan bayinya. Sebenarnya yang dia inginkan itu saya atau Mawar atau mungkin Aby?" ucap Randy.


"Ini terbilang kasus yang rumit. Saya harus mencari orang itu dulu tapi sepertinya saya butuh waktu lama untuk ini selain dia meneror Anda bisa jadi dia juga mengintai Mawar atau Aby, yang saya tangkap dari teror yang Anda dapatkan yaitu dia tidak akan membiarkan Anda mendapatkan cucu, itu artinya dia tidak akan menyerang Anda tapi akan menyerang Mawar dan bayinya," jelas Michelle.


"Astaga, saya harus apa, bagaimana dengan keselamatan Mawar? Dia tidak boleh tahu hal ini karena dia sedang hamil, dia tidak boleh stres," ucap Randy.


"Tenang saja, Pak, saya akan menyelidiki kasus ini," ucap Michelle.


"Terima kasih. Kamu jangan khawatir, saya akan membayar sesuai dengan tenang yang kamu habiskan," ucap Randy.


"Jangan membicarakan tentang berapa harga yang harus Anda keluarkan, saya tidak menerima bayaran atas pekerjaan yang belum saya lakukan dan lagi ini menyangkut Mawar jadi, saya rasa tidak dibayar pun saya ikhlas."


"Mawar? Apa hubungan kamu dengan Mawar?"


"Tidak begitu dekat. Kami berteman, ya hanya berteman."

__ADS_1


"Jangan bocorkan ini pada Aby dulu karena saya khawatir dia tidak bisa menjaga rahasia ini. Saya takut Mawar mengetahui ini."


"Jangankan Abymana, Dirga pun tidak akan saya beri tahu. Pembicaraan kita hari ini hanya kita yang tahu. Baiklah, Pak Randy kalau sudah tidak ada yang akan dibicarakan lagi, saya permisi," ucap Michelle.


"Ya, silahkan."


Mengakhiri pembicaraan dengan senyuman ramahnya, Michelle mulai beranjak dari tempat itu dan melangkah pergi!


*******


Di depan rumah Marisa dan Mahendra.


Seseorang terlihat tengah melihat-lihat ke dalam rumah itu dari celah pagar besi yang menjulang tinggi.


Laki-laki itu nampak sedang mencari seorang penghuni rumah itu.


"Permisi Pak, mencari siapa ya?" tanya seorang warga di sana.


"Rumah ini nampak kosong. Saya mencari perempuan bernama Marisa," sahut laki-laki itu.


"Rumah ini memang sudah kosong sejak beberapa bulan yang lalu."


"Kalau boleh tahu, pemiliknya pindah ke mana?"


"Diusir? Tapi rumah ini milik mereka."


"Saya kurang tahu, Pak."


"Oh, terima kasih Pak kalau gitu saya permisi," ucap laki-laki misterius itu.


Laki-laki itu pun melalui meninggalkan rumah itu. Selama ini dia memang sering datang ke rumah itu namun, tanpa sepengetahuan pemilik rumah.


*******


"Aku pulang ya," ucap Michelle pada Dirga.


Tadinya ia tak akan berpamitan pada Dirga tapi karena mereka bertemu di lorong itu akhirnya Michelle pun berpamitan pada Dirga.


"Gak mau nunggu aku dulu?" ucap Dirga.


"Nggak, aku harus melakukan perawatan," ucap Michelle.

__ADS_1


"Perawatan? Perawatan apa?" tanya Dirga.


"Perawatan semuanya dari kondisi wajah, tubuh dan juga kesehatan. Aku harus sehat, kuat dan cantik untuk kamu. Aku dengan pelakor sekarang tuh kejam-kejam jadi, aku harus selalu sempurna biar kamu gak diambil orang. Aku tuh gak rela tahu gak kalau kamu diambil orang," ucap Michelle dengan senyuman menggoda.


"Ya udah, lakukan perawatan yang terbaik ya biar malam pertama kita nanti lebih waaw," ucap Dirga dengan berbisik.


Michelle tertawa kecil, rupanya kekasihnya itu menanggapi serius perkataannya.


"Iya, aku pastikan kamu akan kesulitan nanti," ucap Michelle lalu mulai pergi.


Dirga menatap kepergian Michelle dengan tangannya yang ia masukkan ke dalam saku celananya, ia menggelengkan kepalanya dengan sebuah senyuman yang mengembang di bibirnya.


Entah mengapa setiap perkataannya yang menjurus ke arah yang tidak biasa Michelle selalu menanggapinya dengan jawaban yang memang ingin ia dengar. Michelle selalu membuatnya penasaran dan tak sabar ingin cepat sampai pada waktu yang sudah mereka tetapkan.


"Ah Michelle ada-ada aja. Awas kamu ya nanti," batin Dirga.


**********


Di kediaman Mawar.


"Sayangnya papa, kamu lagi ngapain di dalam? Kamu kangen gak sama Papa?" ucap Aby sembari mendekatkan wajahnya ke perut Mawar.


"Aw, dia nendang," ucap Mawar.


"Aku melihatnya, aku juga merasakannya," ucap Aby penuh bahagia.


Terlihat dengan jelas keduanya sangat bahagia saat merasakan adanya gerakan dari dalam perut Mawar.


"Dia sangat aktif mungkin dia mendengar perkataan kamu, Mas. Bayi kita dapat mendengar ucapan kamu, dia berusaha menjawab pertanyaan kamu," ucap Mawar girang.


"Sayang, aku bahagia. Aku bahagia sekali." Aby terus tersenyum lebar lalu memeluk Mawar dengan tangannya yang terus mengusap perut Mawar!


"Sebentar lagi, sebentar lagi kita akan bertemu dengan bayi kita. Aku tidak sabar ingin memeluknya," ucap Mawar.


"Aku juga. Pokoknya kamu harus hati-hati dalam melakukan semua hal, kamu gak boleh terlalu capek apalagi sampai terjatuh. Aku gak mau kamu dan bayi kita terluka."


"Iya, Mas lagipula sekarang kaki aku lagi sakit aku gak bisa ngapa-ngapain sendiri untuk makan aja aku masih harus dibantu oleh kamu atau orang lain," ucap Mawar.


"Tapi kan besok atau lusa kamu akan sembuh maksud aku setelah sembuh kamu jangan terlalu capek," ucap Aby.


"Iya suamiku sayang," ucap Mawar dengan senyumannya yang manis yang ia suguhkan hanya untuk suaminya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2