Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 58


__ADS_3

Siang itu setelah semua kegiatan di kampus itu selesai, Yura sudah berdiri di tengah lapangan untuk menantang Mawar.


Bersama teman-temannya, Yura sudah menyiapkan segalanya. Tentunya atas izin dari pihak yang bersangkutan di kampus mereka.


Para mahasiswa sudah tak sabar untuk menyaksikan pertandingan itu, sebenarnya ini bukan termasuk pertandingan lebih tepatnya adalah taruhan karena siapapun yang kalah harus keluar dari kampus itu dan yang menang pun tak akan mendapatkan hadiah apapun.


"Mawar, kamu yakin mau melakukan ini?" tanya Sherin.


"Kamu gak usah meladeni Yura yang gak waras itu," ucap Galaxi.


"Mawar, tunjukkan kalau kamu bisa. Kalau kamu menang, kita semua akan aman karena Yura akan keluar dari kampus kita ini. Gak akan ada lagi Ratu kampus yang selalu bersikap semena-mena pada kita terutama pada kami yang hanya dari kalangan bawah," ucap mahasiswa lainnya.


"Aku akan bicara sama Yura." Galaxi berjalan menghampiri Yura!


"Galaxi akan menghentikan ini, kamu gak usah meladeni orang sinting itu."


"Yura! Hentikan semua ini. Lo mengadakan perlombaan ini tanpa persetujuan Mawar. Dia gak mungkin melakukan ini tanpa persiapan," ucap Galaxi.


"Galaxi, kamu takut ya? Takut anak baru itu kalah. Apa keistimewaan dia sehingga kamu gak rela dia ditendang dari kampus ini? Bukankah sudah terbukti kalau aku adalah yang terbaik diantara semua gadis di sini." Dengan sombongnya, Yura berucap seakan-akan dirinya yang akan menang.


"Gue gak ngerti lagi harus dengan cara apa untuk membuat lo ngerti. Jangan karena lo anak orang kaya, lo bisa seenaknya gini sama orang lain."


Mawar dan Sherin terus memperhatikan Galaxi dan Yura yang sedang berdebat, sementara itu para mahasiswa yang sudah berkumpul mengelilingi lapangan itu sudah tak sabar untuk menyaksikan adu dance yang akan dilakukan oleh Yura dan Mawar.


"Aku datang ke sini untuk mengejar cita-cita bukan untuk dipermalukan. Aku akan menerima tantangan dari gadis sombong itu," ucap Mawar.


"Tapi Mawar, apa kamu yakin untuk ini? Kalau kamu kalah kamu harus pindah kuliah."


"Aku yakin aku bisa. Aku minta dukungan dari kamu ya biar aku yang menjadi pemenangnya."


"Kamu yakin?"


"Ya, yakin sekali. Sesekali kita harus melawan orang angkuh itu."


Mawar memang tak pernah menerima kekalahan sebelum pertempuran terjadi, ia adalah gadis yang memiliki jiwa yang keras dan mental baja.


Sedari dulu dirinya tak pernah menerima direndahkan atau diremehkan oleh orang lain. Dirinya yang disia-siakan oleh orang tua kandungnya hanya karena dirinya terlahir sebagai anak perempuan, membuatnya tumbuh menjadi gadis yang kuat dan menguasai apa yang bisa dilakukan oleh para laki-laki pada umumnya.


Mawar yang ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa disamakan dengan laki-laki dan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal.


"Memangnya kamu bisa ngedance?" tanya teman Sherin yang lain.

__ADS_1


"Lumayan, aku pernah masuk sekolah tari."


"Yura sudah mendapatkan banyak penghargaan dari prestasi nya dalam seni tari."


"Aku juga punya banyak tapi bukan dalam seni tari tapi dalam bidang ilmu bela diri," batin Mawar, seolah ingin memberitahu kemampuannya.


Mawar yang menyukai ilmu bela diri juga menyukai seni tari. Gadis yang mempunyai luka hati atas perbuatan kedua orang tua kandungnya itu memiliki ambisi yang besar sehingga dia mempelajari semua yang bisa dikuasai oleh anak laki dan perempuan.


Jika anak laki-laki terkesan kuat, maka Mawar pun menjadikan dirinya kuat dan dirinya juga menjadikan dirinya lembut dan anggun seperti wanita pada umumnya.


Mawar, ingin menjadi sosok yang diakui oleh kedua orang tuanya meski sebenarnya itu tidak mungkin.


**********


Saat ini Marisa sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya Aby!


Suaminya tak bisa membantunya untuk menyingkirkan Mawar, akhirnya ia berpikir untuk meminta bantuan pada Ratu.


Ia yakin, Ratu akan membantunya karena sebelum pernikahan itu terjadi, Ratu sangat menyayangi Jingga, dan ia juga yakin sampai saat ini Ratu masih menyayangi Jingga seperti dulu.


Tak lama, ia tiga di depan rumah Randy, ia pun segera turun dari mobilnya dan mulai berjalan menasuki rumah mewah itu!


*********


"Gede juga nyali lo," ucap Mia dengan nada seolah meremehkan kemampuan Mawar.


"Siap-siap untuk keluar dari kampus ini," ucap Yura dengan sombongnya.


"Lo anak baru di sini. Jangan harap lo akan mendapatkan dukungan dari mahasiswa di sini," tambah Ghina.


"Oke, kita mulai acaranya tapi sebelum itu, gue mau kasih kalian kertas ini. Ini gunanya untuk menilai mereka, kalau kalian suka dengan penampilan Yura, tulis nama Yura dalam kertas ini dan kalau kalian suka dengan penampilan Mawar, kalian tulis nama Mawar. Diakhir pertandingan, gue akan mengumpulkan kertas-kertas ini lagi dengan catatan, kalian sudah mengisi nama Mawar ataupun Yura, salah satu saja jangan dua-duanya. Nanti kita hitung bersama dengan disaksikan oleh kalian semua agar tidak terjadi kecurangan," jelas Galaxi.


"Oke, Mawar, kamu siap?" tanya Galaxi.


Mawar mengangguk dengan sedikit senyum di bibirnya, wajahnya terlihat sangat tenang tidak terlihat sedikitpun ketegangan dalam dirinya.


"Yura, lo siap?"


Yura mengangguk dengan begitu percaya dirinya.


"Oke. Kita mulai dari Yura dulu. Nyalakan musiknya!"

__ADS_1


Semua orang bergemuruh dan bersirak memberikan dukungan pada Yura.


Dengan senyuman dan rasa percaya diri yang tinggi, Yura berjalan ke tengah-tengah dan berdiap untuk menampilkan penampilan terbaiknya!


"Yura! Yura kamu pasti menang!" seru beberapa orang yang berdiri paling depan.


Yura pun memulai gerakannya dan dia menari dengan begitu enerjik! Gerakan tubuhnya terlihat sangat lihai mengikuti musik yang sedang diputar.


Para penonton kembali bergemuruh menyuarakan kekagumannya pada Yura.


**********


"Bu Ratu, saya datang untuk memberitahu Ibu tentang Mawar, sebenarnya saya gak mau mengatakan ini pada Bu Ratu tapi saya takut nanti keluarga Ibu akan menyalahkan saya," ucap Marisa.


"Maksud Ibu apa?" Ratu menatap Marisa dengan tatapan penuh tanya


"Sebenarnya waktu itu, Mawar lah yang menculik Jingga agar dia yang menikah dengan Aby. Mawar menyukai Aby sejak lama karena itulah dia menyuruh orang untuk menculik Jingga saat hari pernikahan itu tiba."


"Apa? Tapi Bu, gak mungkin Mawar melakukan itu bukannya Mawar sangat menyayangi Jingga? Mereka kan bersaudara."


"Iya Bu, mereka memang bersaudara tapi mereka tidak saling mengenal. Mawar tinggal bersama saudara saya di kampung sedangkan Jingga di sini bersama kami jadi meski pun mereka kakak beradik tapi sepertinya Mawar tidak mempunyai rasa sayang pada Jingga makanya dia menculik Jingga agar dirinya bisa mendapatkan Aby."


"Bu, kalau selama ini Mawar tinggal di kampung lalu bagaimana Mawar bisa kenal dan menyukai Aby?"


Marisa terdiam dengan raut wajahnya yang terlihat kebingungan. Nampaknya dia merasa kesulitan untuk mencari kebohongan yang tepat untuk menjawab pertanyaan Ratu.


**********


"Huuuuuu! Yura!" seru semua orang setelah Yura berhasil menyelesaikan tariannya.


Yura berjalan ke pinggir dan bergabung lagi dengan Mia dan Ghina!


"Oke teman-teman, Yura sudah selesai dan sekarang saatnya kita lihat penampilan Mawar!" seru Galaxi sembari mengarahkan tangannya pada Mawar yang berdiri di sebelah kanannya.


"Kamu pasti bisa," ucap Sherin.


Mawar tersenyum lalu membuka tali yang mengikat rambutnya, ia pun berjalan memasuki tengah lapangan itu!


"Siap Mawar?" Mawar hanya mengangguk mantap. Dirinya harus bisa menampilkan penampilan yang lebih indah dari Yura karena dirinya harus menjadi pemenangnya.


Musik pun kembali begema, Mawar mulai menampilkan kemampuannya dalam seni tari!

__ADS_1


Lenggak-kenggok tubuhnya terlihat begitu lentur, dia sangat lincah mengikuti musik yang mengiringi tariannya!


Bersambung


__ADS_2