Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 183


__ADS_3

"Ada apa ini? Pagi-pagi udah rusuh kayaknya," ucap Abymana.


"Kemana aja, Tuan Muda? Ini penjahat udah mau dibawah ke kantor polisi, Anda malah baru nongol," ucap Dirga.


"Argghh, sial. Aku sibuk sama Mawar jadi, lupa sama penjahatnya," ucap Aby.


Dia berdecak kesal karena terlalu mengkhawatirkan keselamatan Mawar, ia menjadi lupa dengan si penjahat yang sudah melukai Marisa.


"Lain kali jangan terlalu fokus pada satu orang meski orang itu adalah orang yang dicintai. Jangan karena terlalu cinta, Anda jadi tidak perduli dengan orang lain. Itu yang terluka ibu mertua Anda lho," ucap Michelle.


"Ibu mertua jahat, makanya aku lupa," ucap Aby.


"Dahlah, Michelle ayo bawa mereka," ucap Dirga.


Dirga dan Michelle langsung masuk ke dalam mobil sementara Aby hanya diam dan membiarkan mereka pergi.


Aby langsung berbalik badan dan hendak langsung meninggalkan tempat itu.


"Abymana!" seru Roger.


Aby menghentikan langkahnya lalu kembali berbalik menghadap Roger.


"Ada apa?" tanya Aby.


"Aku ingin meminta maaf padamu. Maafkan aku," ucap Roger.


"Maaf untuk apa?" ucap Aby dengan nada dingin.


"Tentang Jingga."


"Sudahlah, itu masa lalu. Justru seharusnya aku yang berterima kasih padamu karena sudah membantuku untuk mengetahui siapa Jingga sebenarnya. Aku tidak menyesal karena kehilangan dia karena aku sudah mendapatkan berlian yang berkilauan yang tak ternilai harganya," ucap Aby.


"Abymana. Aku–"


"Roger!" seru Randy.


Roger dan Aby menatap ke arah Randy dan Ratu.


"Om, Tante," ucap Roger.


"Kamu sedang apa di sini?" tanya Randy.

__ADS_1


"Aku mau ... eumm. Ini, Om." Roger memberikan sebuah surat undangan pernikahan pada Randy.


"Secara pribadi, aku mau memberikan ini pada Om dan keluarga. Semoga Om dan Tante berkenan datang ke acara pernikahan Michelle dan Dirga," ucap Roger.


"Oh, tanggalnya sudah ditentukan. Om pasti akan datang, kamu jangan khawatir," ucap Randy.


"Untung aku baik kalau gak ... mereka gak akan menikah," ucap Abymana.


"Aby! Kenapa bicara seperti itu?" ucap Ratu.


"Aku bicara kenyataan bukan cuma bualan semata."


"Maafkan aku, " ucap Roger.


**********


Di rumah Aby.


"Mawar, ini kamu semua yang masak?" ucap Marisa.


"Iya. Mama lagi sakit jadi, harus makan makanan yang banyak dan sehat," ucap Mawar.


"Terima kasih ya, Mawar. Kami semua sudah begitu jahat padamu tapi kamu masih saja menyayangi kami," ucap Jingga.


"Mawar, kamu sedang hamil. Jangan terlalu banyak bekerja," ucap Mahendra.


"Iya, Pa lagian baru hari ini aku melakukan pekerjaan ini," ucap Mawar.


Keluarga yang lama terpisah itu kini makan bersama. Mereka semua terlihat begitu bahagia dan jauh dari kata kebencian.


Senyum lebar mengembang di bibir mereka, kebahagiaan Mawar kini sudah lengkap dengan adanya keluarga di dekatnya.


*******


Di kediaman Mitha.


"Mama jangan terlalu capek," ucap Michaela.


"Iya, Nak lagian mama tidak melakukan apa pun hari ini," ucap Mitha.


"Itu sedang apa?"

__ADS_1


Mitha menatap gunting tanaman yang sedang ia pegang lalu tersenyum ke arah menantunya itu.


"Ini ... ini Mama cuma memotong daun bunga yang kering. Gak capek kok, gak nguras tenaga," ucap Mitha.


"Aku bantuin ya, Ma," ucap Michaela sembari meraih gunting itu dari tangan sang ibu mertua.


"Nak, memangnya kamu gak ke restoran?"


"Nggak, Ma. Mas Roger aja yang kerja, aku di rumah aja sama Mama," ucap Michaela dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.


"Terima kasih ya, sudah mau menenani Mama," ucap Mitha.


"Iya, Ma."


Mitha dan Michaela pun melanjutkan membersihkan pohon-pohon bunga itu dari dedaunan yang sudah mulai menguning dan mengering.


Setelah beberapa menit hanya ada keheningan. Michaela mulai membuka percakapan mereka kembali dengan topik yang baru.


Michaela menatap Mitha sekilas lalu kembali memotong daun bunga itu.


"Ma, sebenarnya aku mau minta maaf sama Mama," ucap Michaela dengan suara pelan.


Mitha menatap sang menantu dengan tatapan aneh. Dirinya tak mersa bahwa menantunya itu berbuat kesalahan padanya tapi mengapa dia meminta maaf padanya.


"Maaf untuk apa? Mama rasa, kamu tidak pernah melakukan kesalahan apa pun pada Mama."


"Aku merasa bersalah sama Mama karena udah lama menikah tapi aku belum juga hamil. Aku belum bisa memberikan cucu pada Mama," ucap Michaela sedih.


Wanita itu hanya menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan air mata yang sudah menggenang di pelupuknya. Ia tak berani menatap wajah sang ibu mertua karena tak ingin melihat wajah kekecewaan di wajah ibu mertuanya itu.


Mitha menatap Michaela sendu, ia meraih tangan menantunya itu lalu menggenggamnya erat!


"Nak, jangan meminta maaf pada Mama lagipula Mama tidak memaksa kamu untuk cepat-cepat hamil. Kamu yang sabar ya, Mama tahu kamu pasti menginginkan kehadiran bayi di dalam pernikahan kalian tapi kita sebagai manusia hanya bisa menunggu waktu yang sudah ditetapkan olahraga yang maha kuasa mungkin sekarang belum waktunya kamu hamil. Jangan sedih, Mama gak bisa melihat kamu begini," ucap Mitha panjang lebar.


Michaela mengangkat kepalanya dan menatap sang ibu mertua. Bersamaan dengan itu, air matanya luruh begitu saja karena ia tak kuat lagi membendung tangisnya.


"Terima kasih, Ma. Mama tidak pernah menuntut aku untuk hamil tapi sebagai perempuan, aku merasa kalau aku belum bisa membahagiakan suamiku," ucap Michaela.


Mitha memeluk Michaela lalu tangannya mengelus-elus punggung Michaela.


"Sudah, jangan menangis nanti dikira orang Mama menyakiti kamu," ucap Mitha.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2