
Setelah Darko pergi Michelle, Dirga dan Abymana langsung pergi dari tempat itu!
Michelle akan melanjutkan pekerjaannya yaitu mencari tiga orang yang berada dalam video itu.
"Sekarang apa lagi?" tanya Dirga setelah mereka berada di dekat kendaraan mereka masing-masing.
"Aku ingin bertemu dengan Pak Mahendra dan Bu Marisa tapi tidak di rumahnya," ucap Michelle.
"Terus mau bertemu di mana?"
"Di kantor Pak Mahendra aja. Di sana gak ada orang selain kami," ucap Michelle.
"Kalau gitu aku akan telpon Papa mertua dan memintanya datang ke kantornya bersama Mama mertua," ucap Aby.
"Oke. Aku pergi duluan," ucap Michelle lagi.
"Eh istriku, kamu gak mau ngajak aku?" ucap Dirga.
"Kamu sama Aby saja," ucap Michelle.
"Aku boleh ikut ke kantor Pak Mahendra?"
"Terserah kamu, kalau mau ikut ya ikut tapi kalau nggak juga gak apa-apa."
"Nanti kami menyusul, kamu duluan saja," ucap Aby pada Michelle.
"Pastikan Bu Marisa dan Pak Mahendra datang," ucap Michelle lalu menaiki motornya.
"Aku akan menelpon mereka sekarang," ucap Aby.
Michelle tersenyum lalu langsung melajukan motornya!
"Istri kamu itu gak bisa diajak kerja sama," ucap Aby pada Dirga setelah Michelle pergi.
"Maksudnya gimana?" tanya Dirga.
"Aku mau liat videonya tapi gak dikasih," ucap Aby lagi.
"Sama, aku juga pengen liat," ucap Dirga.
"Apa dia tidak pernah memberi tahu kamu tentang pekerjaannya? Maksudnya tentang kliennya?"
"Tidak pernah. Michelle tidak pernah mengatakan sesuatu apa pun yang bersangkutan dengan pekerjaannya. Dia orang yang sangat rahasia tentang semua klien-kliennya," jelas Dirga.
"Dahlah, ayo kita pergi," ucap Abymana sembari masuk ke dalam mobilnya.
*******
Di jalan menuju pulang ke rumahnya. Eliandra terus mengemudi tanpa sedikitpun rasa curiga pada pemotor yang sedari tadi mengikutinya dari belakang.
Dengan santai, ia terus melajukan motornya sambil bersenandung menyanyikan lagu kesukaannya.
"Siapa gadis itu? Kenapa bos memintaku mengikuti gadis itu? Apa mungkin gadis itu seorang penjahat atau bos yang berniat jahat pada gadis itu?" Laki-laki anak buahnya Fredy itu terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengapakah bosnya menyuruhnya mengikuti gadis itu.
Setelah hampir dua puluh menit akhirnya El tiba di depan rumahnya dan langsung memasuki rumah itu!
Di depan pagar rumah Dirga, dua laki-laki itu menatap dan terus memperhatikan kondisi rumah itu.
"Sepertinya gadis itu tinggal di sini," ucap salah satu dari dua laki-laki itu.
__ADS_1
"Kita harus lapor pada bos," sahut laki-laki yang satunya lagi.
"Aku akan mengambil gambar rumah ini dan akan mengirimkannya pada bos."
"Itu dia gadis itu. Foto dia juga agar bos percaya."
"Oke. Tenang saja."
Setelah berhasil memotret rumah dan sudah mengirim foto itu pada bosnya, mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah Dirga.
*******
Di sebuah restoran.
Reza mengajak Nasya makan siang di sana bersama dengan Ussy dan juga Joe.
"Kalian boleh makan sepuasnya nanti aku yang bayar," ucap Reza.
"Aku memang akan makan sepuas aku meski gak kamu suruh," ucap Nasya.
"Kita juga dibayarin?" tanya Ussy.
"Iya. Makan aja semau kamu," ucap Reza.
"Oke deh, terima kasih Pak polisi," ucap Ussy pada Reza.
Reza tersenyum menanggapi perkataan Ussy.
"Habis ini aku langsung antara kamu pulang ya, Sy," ucap Joe.
"Siap," sahut Ussy singkat.
"Aku juga harus kerja lagi," ucap Ussy.
"Kamu gak libur di hari minggu gini?" tanya Joe lagi.
"Kerjaan aku mana ada liburnya sih," ucap Ussy.
"Aku juga gak ada liburnya tapi kalau mau pergi kapan aja bebas," ucap Joe.
"Enak jadi kalian ya, udah pada kerja lah aku apa? Aku cuma bisa minta uang dari orang tua," ucap Nasya.
"Mbak gak usah kerja. Uang Pak Randy udah banyak," ucap Joe.
"Siapa itu Pak Randy?" ucap Ussy.
"Ya Papaku lah masa selingkuhan aku," ucap Nasya.
"Kamu kenal sama Papanya Mbak Nasya?" ucap Ussy.
"Ya kenal lah, aku kan kerja di rumah Pak Aby," ucap Joe.
"Lah udah pacaran kok belum tahu pekerjaannya apa," ucap Reza.
"Ussy gak pernah bertanya," ucap Joe.
"Karena aku belum berhak bertanya," ucap Ussy.
*******
__ADS_1
Di kantor Mahendra.
"Saya sudah mendapatkan video itu," ucap Michelle pada Mahendra dan Marisa.
"Kamu sudah tahu mereka kan?" tanya Marisa.
Mereka duduk sofa di ruangan Mahendra. Masih di ruangan itu Aby dan Dirga hanya berdiri di dekat pintu sembari terus memperhatikan Michelle dan Marisa yang sedang berbicara.
"Maaf ya, Bu sepertinya Pak Mahendra harus melihat video ini karena beliau adalah suami Anda dan beliau berhak tahu bahwa di sini tidak ada sedikit pun penghianatan yang Ibu Marisa lakukan," jelas Michelle.
"Sebenarnya saya percaya pada istri saya tapi untuk memantapkan hati saya. Saya akan melihatnya," ucap Mahendra.
"Mama tidak bisa melarang Papa karena Papa memang berhak tahu meski sebenarnya Mama malu pada Papa. Mama malu karena gagal menjaga harta yang seharusnya hanya menjadi milik kamu, Pa," ucap Marisa.
"Seharusnya dari dulu, Anda mengatakan ini pada Pak Mahendra agar tidak ada kejadian seperti sekarang ini," ucap Michelle.
"Saya takut suami saya akan meninggalkan saya. Saya terlalu mencintai laki-laki di samping saya ini."
"Cinta memang segalanya. Saya mulai putar video nya ya, Bu," ucap Michelle palu mulai memutar video itu.
Dengan menguatkan hatinya Mahendra dari segala kemarahan dan ketakutannya, Mahendra berusaha menatap layar laptop itu dengan tatapan mantap.
"Tadi saya baru melihat beberapa derik saja. Jelas ya Pak Mahendra, di sini sedikit pun tidak ada unsur penghianatan. Video ini membuktikan bahwa Mawar bukanlah anak hasil perselingkuhan melainkan murni karena kecelakaan," jelas Michelle.
"Maafkan Mama, Pa," ucap Marisa sambil terus menangis.
Sedikit pun Marisa tak menatap video yang sedang diputar itu, ia merasa ketakutan dan tak ingin lagi melihat dan mengingat kejadian yang menimpanya dulu.
"Maka tidak bersalah. Selama ini Mma sudah menyimpan dan menanggung siksaan yang begitu berat, seandainya Mama bilang sama Papa mungkin Papa akan melaporkan mereka ke polisi saat itu juga," ucap Mahendra sembari memeluk Marisa dengan erat.
"Mereka membuka penutup wajahnya," ucap Michelle.
Mahendra pun kembali melihat video itu tapi tangannya tetap memeluk Marisa.
"Mereka," gumam Mahendra.
Mahendra mengepalkan tangannya dan wajahnya pun kini sudah diselimuti amarah.
"Anda kenal pada mereka?" tanya Michelle.
"Ya. Mereka adalah mantan karyawan saya yang saya pecat karena mereka terbukti korupsi," jawab Mahendra.
"Tangkap mereka. Saya ingin mereka menerima balasan yang setimpal atas apa yang mereka lakukan pada istri saya," sambung Mahendra.
"Saya pasti akan menangkap mereka karena kita butuh DNA mereka."
"Saya tidak sanggup lagi melihat video ini. Hentikan pemutarannya," ucap Mahendra.
Tak tega melihat Marisa yang disetubuhi oleh tiga laki-laki sekaligus. Mahendra meminta Michelle untuk menghentikan video itu.
Michelle pun langsung menjeda video itu lalu menutup laptopnya.
"Video ini akan saya simpan dulu karena saya masih membutuhkan video ini untuk bukti selain itu juga saya masih harus mengamati wajah mereka," jelas Michelle.
"Pegang saja kalau kamu sudah tidak butuh lagi, buang saja karena saya tidak ingin melihat video itu lagi," ucap Mahendra.
"Baik, Pak," ucap Michelle.
Bersambung
__ADS_1