
Saat ini, Michelle sudah berada di tempat persembunyian dua preman yang sengaja ia lepaskan itu.
Di belakang gubuk itu, Michelle berjalan mengendap-endap agar mereka tidak mengetahui keberadaannya.
Dari sana, dirinya dapat mendengar pembicaraan mereka dengan jelas.
"Halo, Bos. Rencana gagal, ada orang misterius yang menggagalkan rencana kita." Suara seorangpun terdengar dengan jelas dari tempat Michelle berada.
Karena penasaran, Michelle mengintip dari celah dinding yang terbuat dari anyaman bambu itu, ia ingin tahu dengan siapakah laki-laki itu berbicara.
Setelah melihat orang-orang didalam sana, ternyata mereka hanya berdua. Satu diantara mereka sedang menelpon seseorang yang dipanggilnya dengan sebutan bos.
"Rupanya dia sedang menelpon bosnya," batin Michelle.
Setelah beberapa saat, akhirnya laki-laki itu selesai dengan pembicaraannya di telpon. Dia pun segera menghampiri rekannya yang sedang duduk di atas sofa yang sudah buluk!
"Apa kata Bos?" tanya laki-laki yang sedari tadi hanya duduk diam itu.
"Bos bilang kita harus menyerang Aby. Besok Abymana akan datang ke sini untuk memulai pembangunan pabrik itu."
"Abymana akan ke sini, lalu bagaimana dengan Bos?"
"Bos juga akan datang bersama beberapa personil baru."
"Oke, aku yang akan menyiapkan senjata."
__ADS_1
"Bos sudah membawa senjata api untuk membidik Abymana."
"Rencana awal, kita tidak perlu menghabisi Abymana. Kenapa sekarang berubah rencana."
"Bos hanya akan memberi sedikit pelajaran agar Abymana mau melepaskan lahan itu untuk bos kita."
"Oh, rupanya lahan itu yang sedang mereka perjuangkan, siapa kamu? Kenapa menginginkan lahan yang sudah dibeli oleh orang lain," batin Michelle yang masih setia mendengarkan pembicaraan mereka.
**********
Di kota.
Malam berlalu, kini azan subuh mulai berkumandang.
Di kediaman Dirga.
"Pak! Assalamualaikum," ucap Ussy.
Dirga terperanjat mendengar suara seseorang memanggilnya. Dia menoleh ke belakang dan terlihat Ussy tengah tersenyum ke arahnya.
"Ussy, ngapain kamu ke sini. Saya bilang hari ini kamu gak usah datang," ucap Dirga.
Ya, kemarin Dirga memang menyuruh Ussy untuk tidak usah datang ke rumahnya karena dirinya akan pergi dan tidak akan pulang untuk beberapa hari ke depan.
"Ussy sengaja datang untuk mengantarkan makanan untuk Bapak sarapan." Ussy menyodorkan kotak makanan berisi makanan pada Dirga.
__ADS_1
"Astaga, terimakasih. Saya jadi merepotkan kamu," ucap Dirga.
"Dapur sudah Ussy bersihkan dan sudah dirapikan, kalau Bapak masak buat sarapan nanti yang ada Ussy juga yang capek jadi Ussy sengaja memasak ini di panti."
"Terimakasih ya, padahal ini rumah saya, mau saya berantakin juga gak maslah."
"Masalah, Pak. Masalah buat Ussy, Bapak mau berapa hari di luar kota dan kapan Ussy mulai kerja lagi?"
"Paling dia hari di kampung. Kamu kerja ya, besok. Ingat ya, setiap hari rumah harus dibersihkan."
"Kalau gitu, kenapa hari harus libur."
"Kamu capek jadi saya kasih kamu istirahat."
**********
"Mawar, semua sudah siap?" tanya Aby.
"Sudah, tinggal masukin ke mobil," sahut Mawar.
"Ya udah, biar aku yang bawa ke mobil."
"Ya iyalah kamu, aku kan lagi bikin sarapan."
Aby tersenyum lalu segera berjalan untuk memasukkan barang yang akan di bawang ke dalam mobilnya!
__ADS_1
"Dasar aneh," gumam Mawar sembari terus mengaduk makanan yang sedang ia masak.
Bersambung