Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 85


__ADS_3

Setelah semalam terjadi penyerangan terhadap Abymana dan orang-orangnya. Pagi ini mereka semua akan pulang ke kota setelah mendapat informasi bahwa orang yang menyerangnya adalah orang kota, Abymana pun ingin segera kembali untuk menyelidiki orang yang sudah membuat dirinya merasa tidak nyaman dan merasa terancam keselamatannya.


"Bapak dan Ibu jangan khawatir, mereka tidak ada niatan untuk berbuat jahat pada kalian, mereka mengincar saya dan menginginkan saya, jadi mereka tidak akan datang ke sini lagi selama saya tidak datang ke sini," ucap Aby.


"Nak, hati-hati ya. Menjadi orang kaya ternyata tidak selalu bahagia dan hidup tenang. Ibu dan Bapak titip Mawar ya kalau bisa siapkan orang khusus untuk menjaga Mawar. Mawar adalah anak kami saru-satunya, jangan sampai Mawar kenapa-kenapa," ucap Ratna.


"Bu, aku gak akan kenapa-kenapa. Mereka menginginkan Aby bukan aku dan lagi kalau sudah tahu kejadiannya seperti ini pihak keluarga Aby gak akan tinggal diam, mereka pasti melakukan segala cara untuk melindungi Aby," ucap Mawar.


"Tetap saja kami takut, Nak," ucap Pak Ija.


"Maafkan kami karena kehadiran kami di sini membuat, Bapak dan Ibu berada dalam ketidak nyamanan," ucap Dirga.


"Mumpung masih pagi, baiknya kalian pulang sekarang. Jangan sampai orang-orang itu datang lagi," ucap Pak Ija.


**********


Michelle sedang mengikuti Roger untuk mencari informasi lebih banyak lagi tentang laki-laki itu, dirinya harus memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada Randy.


Setelah mendengar peragakan Randy yang tak merasa punya masalah dengan orang lain dan juga tak mengenal Roger membuatnya tak ingin melakukan kesalahan dalam menginfokan tentang Roger.


Di jalan itu, Michelle terus mengikutinya Roger dengan mensiki motor trailnya!


"Mau kemana dia?" tanya Michelle pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Saat ini Michelle sedang mengikuti Roger dari kampung hingga kini mereka sudah tiba di jalanan perkotaan.


Tiba di depan sebuah rumah sakit jiwa, Roger masuk ke area rumah sakit itu dan memarkirkan mobilnya di sana.


"Rumah sakit jiwa?" gumam Michelle yang kini masih berada di depan rumah sakit itu.


Gadis itu pun langsung mengikuti Roger agar dirinya bisa mengetahuinya untuk apakah Roger mendatangi rumah sakit itu.


Setelah mengikuti Roger selama beberapa menit, ternyata Roger masuk ke dalam sebuah ruangan yang ada di sana. Michelle pun berjalan perlahan mendekati ruangan itu agar ia bisa melihat Roger sedang menjenguk siapa di dalam sana.


"Aku datang, Ma. Mama apa kabar?" ucap Roger sembari menggenggam tangan wanita paruh baya itu dengan penuh cinta.


"Mama ... jadi Mamanya Roger menderita gangguan jiwa," batin Michelle.


Wanita paruh baya itu hanya diam dan tak menanggapi perkataan Roger, tatapannya teetuju pada dinding ruangan itu tapi dia menatap dinding itu dengan tatapan kosong.


"Maafkan aku, sampai sekarang aku tidak dapat menemukan dia tapi Mama jangan khawatir, aku akan menemukannya," ucap Roger.


"Siapa yang dimaksud dengan dia? Apa ini ada hubungannya dengan Pak Randy?" batin Michelle.


Michelle terus menguping pembicaraan Roger untuk mendapatkan lebih banyak lagi informasi seputar kehidupan laki-laki itu.


**********

__ADS_1


Di kediaman Randy dan keluarga.


"Mas ganteng udah jalan belum ya dari kampung? Kok aku jadi khawatir sama mereka," gumam Nasya.


"Khawatir sama mereka atau cuma sama Dirga aja?" ucap Ratu yang tak sengaja mendengar perkataan Nasya.


"Eh, Mama ... ngagetin aja," ucap Nasya setelah melihat Ratu di belakangnya.


"Kamu suka sama Dirga? Mama lihat kamu sampai begitu khawatirnya sama dia," ucap Ratu dengan tatapan yang tertuju pada wajah Nasya.


"Nggak lah, Ma. Gak mungkin aku suka sama Mas Dirga." Nasya yang tahu Dirga mengalami luka cukup serius membuatnya merasa khawatir yang berlebihan pada pemuda itu.


"Tapi kok Mama merasa kamu ada ketertarikan yang beda pada Dirga."


"Nggak, Mamaku sayang. Aku juga khawatir sama Kak Aby dan kak Mawar."


"Oh gitu tapi kalaupun kamu suka sama Dirga juga gak apa-apa Mama sama Papa setuju kok, kalian pasti akan dinikahkan," ucap Ratu.


"Iiih ogah banget nikah sama orang tua. Aaah Mama udahlah jangan bicarain itu, geli juga kalau harus nikah sama Mas ganteng. Ganteng sih ganteng tapi gak mungkin juga aku nikah sama laki-laki yang ususnya jauh banget dengan aku."


Ratu tertawa terbahak melihat raut wajah Nasya yang lucu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2