Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 67


__ADS_3

"Nasya, ada apa kamu teriak-teriak?" ucap Randy yang mesra risih dengan kebisingan di dalam ruangannya itu.


"Itu, Kak Aby–"


"Nggak ada apa-apa, Pa. Nasya hanya sedikit kecewa karena tidak diizinkan pergi bersamaku," ucap Mawar.


"Kenapa? Aby, kamu jangan egois ya. Biarkan Nasya pergi bersama Mawar lagipula adik kamu itu tidak akan merebut dia dari kamu," ucap Randy yang tak habis pikir mengapa Aby begitu pelit pada Nasya.


Nasya menatap Mawar dengan mulutnya yang terbungkam.


Mawar menggelengkan kepalanya dengan tangannya yang ia satukan didepan dadanya, ia memohon pada Nasya agar gadis itu tidak mengatakan semuanya pada Papanya.


"Nasya, ayo kita pergi dari sini." Mawar meraih tangan Nasya lalu membawanya keluar dari ruangan itu!


Dengan perasaan kesal, Nasya melangkah mengikuti arah kaki Mawar! Ia tak mengerti mengapa Mawar tak membiarkan dirinya mengatakan semua kebenaran tentang Jingga dan Aby.


"Kak Mawar, kenapa kakak tak membiarkan saja aku memberitahu Papa? Dengan begitu Papa akan meminta kak Aby untuk menjauhi perempuan ular itu." Nasya mencurahkan kekesalannya pada Mawar saat mereka sudah berada di taman kecil yang ada di area, perkantoran itu.


Mawar menghempaskan bokongnya di kursi yang diduduki oleh Nasya, dia duduk dengan posisi menyamping agar dapat menatap Nasya yang kini sedang marah.


"Tidak semudah itu Nasya. Biarkan mereka melakukan apa yang ingin dilakukan. Mereka saling mencintai dan terpaksa harus berpisah karena adanya aku dalam kehidupan kakak kamu, mereka butuh waktu untuk dapat terbiasa dengan kehadiran aku diantara mereka. Kakak kamu sangat mencintai Jingga, dia membutuhkan waktu untuk lupakan Jingga jadi biarkan seperti ini dulu."


"Kakak tidak mencintai kak Aby?"


"Wanita mana yang tidak menyukai kakakmu, dia tampan, baik dan juga kaya ya ... meski kakakmu rada oon tapi aku cinta sama dia dan satu hal yang harus kamu tahu, aku akan mendapatkan kakak kamu dengan caraku sendiri."


"Bagaimana kakak akan mendapatkan kak Aby? Didepan kakak saja, mereka berani berpelukan dan bermesraan."


"Dengan cara apapun. Kakak kamu sudah menikahi aku dan menjadi suami aku. Selamanya dia akan menjadi suami aku."


"Kakak janji? Aku ingin hanya kak Mawar yang jadi kakak ipar aku."


"Ya, aku janji. Lagipula, siapa yang mau kehilangan seorang Abymana yang tampan itu hmm?" Mawar tersenyum menggoda Nasya yang terlihat masih kesal.


**********


"Saya gak habis pikir, Tuan Muda melakukan ini. Tuan Muda mau merasakan bogem dari tangan Mawar itu?" ucap Dirga.

__ADS_1


Saat ini Dirga dan Aby tengah berada di ruangan Aby, bukannya membicarakan tentang pekerjaan, Dirga malah membicarakan tentang urusan pribadi.


"Memangnya saya melakukan apa? Saya rasa saya tidak melakukan sesuatu yang membuat Mawar marah. Saat bersama Jingga saja, dia tak sedikitpun terlihat bahwa dia cemburu jadi tidak ada yang perlu ditakutkan," ucap Aby.


"Tuan Muda, ayolah. Para gadis akan bersikap seperti itu meski dia merasa kesakitan. Mereka selalu menjual mahal pada para pemuda seperti kita."


"Benarkah? Tahu dari mana kamu? Pacar aja gak punya."


**********


"Roger," batin Jingga.


Jingga tersentak dalam lamunannya saat melihat Roger tengah berjalan bersama Michaela. Setelah menikah, mereka terlihat begitu mesra.


Mereka berjalan dengan bergandengan tangan, seolah tak menghiraukan orang-orang disekitarnya, pasangan pengantin baru itu terus mengumbar kemesraan didepan umum.


"Kamu akan menerima semua akibat dari perbuatan kamu padaku. Kamu hidup bahagia diatas penderitaan aku. Setelah semua yang aku berikan padamu, dengan begitu mudahnya kamu meninggalkan aku," batin Jingga.


Jingga terus menatap pasangan pengantin baru itu dengan tatapan penuh kebencian, sakit dihatinya kian terasa hingga menyiksa batinnya, meski kini dirinya tak mengharapkan Roger lagi, tapi dirinya tetap merasakan sesak saat mengingat kejadian malam yang membuatnya kehilangan segalanya.


**********


Saat ini dua gadis itu tengah duduk bersatai di kafe tempat anak-anak muda nongkrong.


Tiba-tiba tanpa sengaja, seorang laki-laki menabrak meja mereka hingga minuman yang ada di atas meja itu tumpah.


Mawar dan Nasya terkejut hingga segera bangkit dari duduknya!


"Astaga, maaf-maaf, saya tidak sengaja," ucap laki-laki itu.


"Gimana sih, jadi berantakan kan jadinya," ucap Nasya sembari mengibas-ngibaskan rok nya yang sedikit kena tumpahan air minumnya.


"Maaf, ya. Saya benar-benar tidak sengaja." Laki-laki itu mencoba membersihkan baju Mawar yang terkena tumpahan makan itu dengan selembar tissue.


"Gak usah, gak apa-apa. Saya bisa sendiri." Mawar meraih tissue dari tangan laki-laki itu.


Saat Mawar meraih tissue itu tanpa sengaja dirinya menggenggam tangan laki-laki itu hingga dia menghentikan pergerakan tangannya dan menatap Mawar.

__ADS_1


Untuk sesaat, mereka bertatap dengan tangan yang masih berpegangan satu sama lain.


"Permisi!" Tiba-tiba Aby datang dan langsung menarik tangan Mawar.


Hal itu membuat Mawar dan laki-laki tersebut terkejut dan langsung memalingkan wajahnya.


"Maaf, ini istri saya jadi jangan coba-coba untuk mendekatinya," ucap Aby lagi.


"Maaf, Mas. Saya hanya membersihkan kotoran yang menempel di baju beliau, saya sama sekali tidak bermaksud untuk mencari kesempatan."


Mawar mengulum bibirnya lalu menatap Nasya sambil mengedipkan sebelah matanya.


Nasya tersenyum lalu mengangkat jempolnya dan mengarahkannya pada Mawar.


"Emm, Mas makasih ya udah ngebersihin baju saya. Oh ya kenalin nama saya Mawar," ucap Mawar sembari mengulurkan tangannya pada laki-laki itu.


"Gak usah, ayo kita pulang." Sebelum laki-laki itu menggapai tangan Mawar, Aby sudah lebih dahulu meraih tangan Mawar dan membawanya pergi dari sana!


"Apa yang kamu lakukan? Aku harus berterimakasih pada orang itu," ucap Mawar sembari terus berjalan mengikuti langkah Abymana.


"Mas, makasih ya udah nabrak meja saya. Permisi," ucap Jingga lalu dia pergi meninggalkan laki-laki itu!


"Ngapain kak Aby tiba-tiba muncul di sini? Padahal baru aja kak Mawar mendapatkan laki-laki yang lebih oke dari kakak," ucap Nasya yang berjalan dibelakang Aby dan Mawar.


"Diam kamu. Dari tadi aku mencari kalian, untung saja aku aku bisa melacak kalian dari GPS yang aku pasang di motor Mawar."


Mawar menghentikan langkahnya dan menarik tangannya dengan keras hingga terlepas dari genggaman Aby!


"Untuk apa kamu memadang pelacak di motorku? Apa kamu takut aku akan datang ke rumah Jingga dan menculiknya seperti yang dikatakan oleh mereka?" ucap Mawar yang baru tahu ternyata Aby terus nemantau dirinya.


"Jingga, Jingga dan Jingga saja yang ada di kepala kamu. Aku takut kamu pergi bersama laki-laki lain selain aku. Aku cemburu melihat kamu dekat dengan anak kampus yang sok ganteng itu, aku cemburu melihat barusan kamu dipegang-pegang oleh laki-laki itu. Aku cemburu Mawar! Aku gak bisa melihat kamu dekat dengan laki-laki lain bahkan Dirga sekalipun." Tak terasa, Aby mengakui perasaannya pada Mawar di tempat umum dan dalam keadaan ramai.


Entah itu benar atau tidak tapi Nasya, merasa bahagia mendengar perkataan Aby pada Mawar dan melihat emisinya yang begitu tinggi, membuat Nasya merasa bahwa Aby memang sudah jatuh cinta pada Mawar.


Sementara itu, Mawar menatap Aby dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa dia melakukan hal yang berlebihan hanya takut dirinya pergi bersama laki-laki lain meski sekedar untuk makan siang saja.


"Ayolah Mawar, kenapa kamu gak ngerti juga? Aku sengaja membiarkan Jingga memelukku dan melakukan apa yang dia mau, aku berharap kamu nerasa cemburu dan marah tapi nyatanya tidak. Kamu malah membiarkan perempuan itu memeluk aku didepan mata kamu. Apa kamu gak bisa melupakan teman dekat kamu demi aku? Kenapa Mawar? Aku harus apa agar kamu bisa mencintai aku?" ucap Aby panjang lebar.

__ADS_1


Semua orang di sana melihat dan terus memperhatikan Aby yang sedang berusaha mengutarakan perasaannya pada Mawar. Nasya hanya diam dan tak ingin melewatkan momen langka itu.


Bersambung


__ADS_2