Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 240


__ADS_3

Setelah beberapa jam berkeliling berbelanja di Mall tersebut, kini Mawar dan keluarganya sudah mau pulang.


Saat tiga bodyguardnya sedang memasukkan barang belanjaan ke dalam mobil tiba-tiba tanpa sengaja Mawar melihat Haris berjalan di tempat yang lumayan jauh dari mereka.


"Haris?" batin Mawar.


Nampaknya Haris juga baru hendak pulang setelah berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama sang istri di Mall itu.


Mawar berjalan lebih mendekat pada Haris untuk memastikan bahwa orang yang ia lihat adalah benar-benar Haris si laki-laki brengsek yang sudah menimbulkan penderitaan dalam hidupnya.


"Mawar, kamu mau kemana!" seru Bu Ratna.


"Sebentar Bu, aku mau ke sini sebentar," sahut Mawar sambil terus berjalan mendekati Haris!


Di sana Haris nampak begitu bahagia bersama istrinya, terlihat dari cara mereka berbicara dan selalu ada tawa yang membersamai percakapan keduanya.


Beberapa bodyguard bertubuh besar berjejer menunggu Haris tiba di mobilnya dan salah satu dari mereka membukakan pintu untuk Haris dan istrinya.


"Sialan laki-laki itu. Dia hidup mewah bersama istrinya sedangkan aku dan keluargaku harus menanggung penderitaan," batin Mawar.


Mawar langsung berlari menghampiri keluarganya!


"Frans mana kunci mobil?" tanya Mawar yang masih berada jauh dari mereka.


"Ini, Mbak." Frans memperlihatkan kunci mobil itu pada Mawar.


"Ma, Bu, aku titip Aditya dan Maira ya, aku ada urusan sebentar," ucap Mawar sembari meraih kunci mobil dari tangan Frans.


"Joe, tutup semua pintu mobil, kalian pulang naik mobil yang satu lagi saja," ucap Mawar pada Joe yang saat itu sedang merapikan barang belanjaan di dalam mobilnya.


"Tapi, Mbak," ucap Joe.


"Mawar, kamu mau kemana?" tanya Bu Marisa.


Mawar tak menjawab, dia terus menyalakan mesin mobilnya lalu mulai melaju menyusul mobil milik Haris!


"Mbak! Mbak Mawar mau kemana?" tanya Joe.


********


Di panti asuhan.


Setelah puas bermain bersama anak-anak itu, Fredy mengajak El pulang begitu juga dengan Reza yang ikut-ikutan mengajak Nasya pulang karena memang hari sudah mulai sore.


"Mainnya udah dulu ya, kapan-kapan kita main lagi," ucap Nasya.


"Terima kasih sudah mau main bareng kita, Kak," ucap salah satu anak itu.


"Sama-sama. Kalau gitu Kakak pulang dulu," ucap Nasya.


"Pak polisi, apa boleh kapan-kapan kita main tembak-tembakan?" tanya seorang anak laki-laki pada Reza.


"Tentu saja, nanti kalau Om ke sini lagi kita main sepuasnya," ucap Reza.

__ADS_1


"Nanti Om kirim deh tembak-tembakan yang bagus dan aman buat kalian di sini," ucap Fredy.


"Terima kasih ya kalian sudah mau mengajak anak-anak main," ucap Bu Jena.


"Iya, Bu. Kami senang kok main sama mereka," ucap Nasya.


"Kalian memang orang-orang baik, kami sangat bersyukur karena selalu dikelilingi orang-orang baik," ucap Bu Jena lagi.


"Karena Ibu adalah orang baik dan orang baik pasti selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik juga," ucap Ussy sembari memeluk Bu Jena.


Semua orang di sana tersenyum melihat Ussy yang sangat menyayangi Bu Jena.


*********


Saat ini Michelle sedang berada di belakang rumah Haris, dia sedang melakukan pengintaian terhadap target terakhirnya.


Di rumah itu selalu dijaga ketat oleh orang-orang berpakaian serba hitam dan memiliki badan kekar, entah apa yang ada di dalam rumah itu sehingga saat pemiliknya tidak ada pun selalu dijaga ketat oleh mereka.


"Gimana caranya aku masuk ke dalam rumah ini?" batin Michelle yang kini sedang berjalan di sisi tembok tinggi yang menjadi pembatas antara rumah mewah itu dan dan wilayah luar.


"Sepertinya aku butuh seseorang untuk membantu aku masuk ke dalam rumah ini. Haris membuat pengamanan super demi melindungi rumahnya, sebenarnya apa yang ada di dalam rumahnya?" batin Michelle.


Michelle berjalan ke depan rumah itu untuk melihat apakah ada orang yang bisa ia manfaatkan atau tidak!


********


Di kantor Abymana.


"Kemarin wajahnya selalu lesu sekarang kayaknya bercahaya banget," ucap Dirga yang saat itu sedang berdiri di samping meja kerja Aby.


"Benang kusut? Apa maksudnya?" tanya Dirga.


"Kamu pasti tahu," sahut Aby.


Dirga tersenyum menanggapi perkataan Aby yang tak ingin menjelaskan apa itu.


"Bagus kalau gitu, itu artinya Mawar memang perempuan yang benar-benar luar biasa," ucap Dirga.


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu dan masih ragu. Aku takut Mawar malah menyimpan sakitnya di dalam hati," ucap Aby dengan tanpa menatap Dirga sedikit pun.


"Ini yang bahaya, bahaya bagi kesehatan Mawar," ucap Dirga.


"Justru itu yang aku takutkan. Kamu tahu sendiri kalau selama ini Mawar selalu menyembunyikan kesedihannya demi membuat orang lain bahagia. Kemarin malam dia cerita tentang video itu, dia menangis karena tak tega melihat Mama yang tersiksa dan pagi harinya tiba-tiba Mawar terlihat bahagia seolah tak ada masalah sedikit pun, kekecewaannya, kemarahannya dan kesedihannya hilang begitu saja. Dia tertawa bersama dengan Mama, dia memeluk Mama sampai berkali-kali," jelas Abymana.


"Bisa jadi Mawar begitu demi membuat Ibu Marisa bahagia," ucap Dirga.


"Yang aku tahu Mawar orangnya pendendam tapi sebenarnya dendamnya bermaksud baik buktinya dia pernah mengambil semua harta Papa Mahendra tapi setelah dia mendapatkan apa yang dia mau, dia mengembalikan harta itu. Aku takut diam-diam Mawar mencari tiga orang penjahat itu, aku takut Mawar akan melakukan sesuatu yang dapat membuatnya terjebak dalam penjara," ucap Aby penuh kekhawatiran.


"Semoga saja tidak."


"Mawar begitu marah saat aku membicarakan tentang tes DNA itu, dia tidak ingin mengetahui siapa ayah kandungnya."


"Mawar pasti butuh waktu untuk menerima semua ini, semoga dia tidak melakukan apa-apa pada orang-orang itu."

__ADS_1


"Kita harus memindahkan dua tersangka yang sudah tertangkap jangan sampai Mawar melakukan sesuatu pada mereka. Kamu tahu kan Mawar itu seperti apa? Dia bisa berubah menjadi buas saat sedang marah," ucap Aby.


"Aku akan minta Michelle untuk memindahkan mereka," ucap Dirga.


*********


Di jalan raya yang terlihat sepi tapi masih ada beberapa kendaraan yang lewat di sana, Mawar mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh dan berhenti di tengah jalan tepat di depan mobil yang ditumpangi oleh Haris dan istrinya!


Seketika sang sopir yang mengemudikan mobil Haris pun menginjak rem untuk menghindari tabrakan dengan mobil Mawar yang tiba-tiba menghalangi jalannya.


"Aaaaa!" teriak istrinya Haris.


Haris dan istrinya terkejut karena tiba-tiba sopirnya mengerem mendadak.


Untunglah mobil bodyguard Haris yang berkendara di belakang mobil Haris tak sampai menabrak mobil Haris yang tiba-tiba berhenti.


Beberapa bodyguard itu turun dari mobilnya dan langsung menghampiri mobil Haris!


"Pak, Bu apa anda baik-baik saja?" tanya bodyguard bertubuh besar itu.


"Kami tidak apa-apa," sahut Haris.


"Hey! Kamu mau cari mati ya? Kalau mau mati jangan libatkan kami!" seru bodyguard itu sambil menunjuk ke arah mobil Mawar.


Bukannya turun dari mobilnya Mawar malah melakukan mobilnya ke arah mobil Haris! Mawar akan menabrak mobil yang ditumpangi oleh Haris dan istrinya.


"Hey! Berhenti!" seru bodyguard itu.


"Pa, dia mau menabrak kita," ucap istrinya Haris, panik.


"Turun, Ma. Cepat turun!" Haris menarik tangan sang istri lalu segera turun dari mobilnya sementara itu Mawar terus melaju ke arah mobil Haris.


Haris dan istrinya berlari ke pinggir jalan untuk menghindari mobil yang akan menabrak mereka!


Akan tetapi, Mawar bukan orang kejam yang akan mengorbankan orang lain yang tidak bersalah. Dia menghentikan laju mobilnya tepat waktu, tepat di dekat mobil Haris berada.


"Hey! Keluar kamu!" ucap seorang bodyguard sambil menggebrak pintu mobil Mawar.


Laki-laki itu berucap dengan nada tinggi dan penuh dengan emosi.


Dengan tanpa rasa takut Mawar keluar dari mobilnya dan langsung berhadapan dengan laki-laki bertubuh besar itu!


"Kamu sudah bosan hidup! Kalau mau cari mati jangan membahayakan orang lain!"


Mawar hanya diam, tatapannya terus tertuju pada Haris yang saat itu sedang berdiri di pinggir jalan sambil merangkul istrinya.


Seketika Mawar mengenalkan tangannya saat melihat wajah Haris, dia berlari kencang ke arah Haris lalu langsung menendang bagian sensitif Haris hingga laki-laki itu terjatuh dan kesakitan!


Beberapa bodyguard Haris pun langsung berlari dan menyerang Mawar! Perkelahian pun tak dapat terhindarkan lagi. Mawar yang sedang dilanda kemarahan terus melawan para bodyguard Haris.


Sementara itu istrinya Haris terus berteriak sambil berusaha membangunkan Haris yang masih meringkuk di atas aspal sembari memegangi benda pusakanya.


"Papa, bertahanlah," ucap istrinya Haris yang sudah menangis karena tak tega melihat suaminya kesakitan.

__ADS_1


Di tengah jalan Mawar dan empat bodyguard itu masih terlibat perkelahian. Satu lawan empat tapi Mawar sedikit pun tidak memperlihatkan ketakutan dan ia juga belum mendapatkan sedikit pun pukulan dari lawannya, ia tak membiarkan mereka menyakiti dirinya karena baginya hanya dirinyalah yang berhak memukul.


Bersambung


__ADS_2