Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 126


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit.


Dirga menghentikan laju mobilnya lalu segera turun dari mobilnya dan langsung membuka pintu belakang mobilnya.


Jingga masih menutup matanya dan masih berpura-pura pingsan.


"Ngapain sih lo pingsan? Males banget gue kudu mangku tubuh lo mending gue gendong kambing daripada gendong lo, dasar cewek gak tahu malu," ucap Dirga sembari menatap Jingga.


Dirga yang tak tahu Jingga hanya berpura-pura pingsan dengan tanpa ragu mengutarakan isi hatinya pada gadis yang ia benci.


Jingga membuka matanya karena mendengar suara Dirga dan bukan suara Aby.


"Lo ngapain di sini? Aby dimana?" tanya Jingga saat melihat Dirga yang masih berdiri di depan pintu mobil.


"Di kantor lah, lo pikir dia ada waktu buat ngurusin lo yang tiba-tiba pingsan. Sekarang lo udah sadar mending lo keluar dari mobil ini karena gue sibuk, mau balik kantor lagi," ucap Dirga.


"Lo ngapain bawa gue ke sini hah, gue mau sama Aby malah lo bawa ke rumah sakit."


"Sebenarnya gue mau bawa lo ke rumah sakit jiwa tapi karena sekarang lo udah sadar jadi lo pergi deh dari sini sebelum gue usir lo dengan cara paksa," ucap Dirga lagi.


Jingga pun turun dari mobil dengan perasaan kesal! Ia pikir Aby yang membawanya ke rumah sakit tapi ternyata bukan. Rencana yang sudah ia susun dengan baik kini menjadi gagal berantakan karena ternyata Dirga yang mengantarnya.


"Pergi lo! Lagian siapa juga yang mau berduaan sama lo," ucap Jingga.


Tanpa menjawab, Dirga langsung pergi dengan mengemudikan mobilnya!


**********


Di kampus.


Mawar baru saja selesai dengan aktivitasnya di kampus, kini ia akan pergi ke kantornya untuk melanjutkan aktivitas berikutnya.


"Mawar!" seru Galaxi.


Mawar menghentikan langkahnya dan menatap ke arah suara.


"Ada apa?" tanya Mawar.


"Aku mau bicara sama kamu, apa kamu ada waktu untuk makan bareng aku nanti siang?" ucap Galaxi.


"Maaf aku gak bisa."

__ADS_1


"Kenapa? Apa kamu takut Abymana marah padamu?" tanya Galaxi.


"Tidak. Dia tidak akan marah padaku atau padamu," ucap Mawar.


"Lalu kenapa? Aku hanya ingin menanyakan materi yang gak aku ngerti."


"Kamu bisa tanya yang lain, aku permisi. Aku masih ada urusan lain selain kuliah, maaf ya Galaxi, aku tidak bisa membantumu," ucap Mawar sembari memulai langkahnya lagi.


Galaxi hanya diam sembari menatap Mawar yang kini sedang memakai helm dan bersiap pergi dengan menggunakan motornya.


"Kasian yang terus ngejar istri orang," ucap Sherin.


"Diam lo, gue yakin sebentar lagi Mawar akan lelah hidup sama Aby yang sibuknya gak ada hentinya. Pasti Mawar merasa bosan karena gak pernah dapat perhatian khusus dari Aby," ucap Galaxi.


"Yang bener aja lo, cewek singgel aja banyak masa lo ngejar istri orang," celetuk temannya Galaxi.


***********


"Gimana hasil gambaran?" tanya Jingga pada orang yang dia suruh untuk memotret dirinya dengan Aby.


"Bagus. Dalam foto ini terlihat kalian sedang bermesraan," ucap orang itu.


"Mana coba."


"Bagus," ucap Jingga sembari terus menggulir beberapa foto hasil jepretan orang itu.


"Kirimkan semua foto ini padaku, bayaranmu akan aku transfer. Kirim aja nomor rekening kamu," sambung Jingga.


"Oke, akan saya kirimkan secepatnya."


**********


"Hai Ma, apa kabar?" ucap Michelle pada Mitha yang sedang duduk di taman yang terdapat di area rumah sakit itu.


"Mimi, akhirnya kamu datang. Mana kakakmu?" ucap Mitha.


"Mungkin kakak masih sibuk," ucap Michelle.


"Mama mau pulang hari ini, tolong telpon kakak kamu dan suruh dia menjemput Mama," ucap Mitha.


"Pulang?" Michelle menatap Mitha.

__ADS_1


"Mama sudah bicara dengan Dokter, kami sudah menunggu kakak kamu datang untuk membicarakan kepulangan Mama."


Michelle meneteskan air matanya lalu memeluk Mitha.


"Akhirnya Mama bisa pulang, dimana Dokter itu?" ucap Michelle yang masih memeluk Mitha.


"Tunggu kakakmu dulu nanti kita bicara sama-sama," ucap Mitha.


Setelah sekian tahun harus menjalani pengobatan, akhirnya Mitha bisa sembuh dan kini sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya.


"Aku akan menelpon kakak," ucap Michelle sembari meraih ponselnya yang berada di dalam saku jaketnya.


Mitha tak berucap lagi, dia hanya tersenyum untuk menanggapi perkataan Michelle.


**********


Di kantor Mawar.


Kini Mawar sudah berada di kantor dan sudah memulai pekerjaannya sebagai CEO di sana. Mawar membuka laptopnya dan mulai menggerakkan jarinya untuk bekerja.


Saat ia sedang fokus bekerja, ponselnya berbunyi tanda adanya pesan masuk. Ia pun langsung membuka pesan dari nomor yang tak dikenal itu dan ia langsung melihat beberapa foto yang dikirim oleh orang itu.


Dalam salah satu foto itu terdapat Aby dan Jingga yang sedang berjalan berdampingan, pada foto lain ia melihat Aby meluk Jingga dan pada foto terakhir Aby sedang memangku tubuh Jingga dan membawanya berjalan ke arah mobil Aby.


"Siapa yang mengirimi aku foto ini?" batin Mawar yang sudah dilanda rasa cemburu.


"Tanpa aku ketahui ternyata Mas Aby masih berhubungan dengan Jingga. Apa yang kurang dariku sehingga dia masih mengharapkan Jingga yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya habis-habisan?" batin Mawar lagi.


Tak terasa air mata jatuh membasahi pipinya, Mawar merasa sakit saat melihat suami yang ia cintai ternyata masih berhubungan dengan perempuan lain.


Baru Mawar meletakkan ponselnya, sebuah pesan masuk lagi dalam ponselnya, ia pun segera membaca pesan dari nomor yang sama yang mengiriminya foto Aby dan Jingga.


"Jangan pikir kamu dapat membuat Aby dariku karena tanpa sepengetahuan kamu Aby sering menemui diriku," batin Mawar membaca pesan itu.


Air mata keluar semakin deras saat tahu yang mengiriminya pesan adalah Jingga.


"Tega sekali Mas Aby mengkhianati aku seperti ini?" batin Mawar.


Saat sedang memikirkan Aby tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya hingga lamunan Mawar terhenti dan pergi.


Mawar segera mengusap air matanya karena tak ingin orang tahu dengan kesedihannya.

__ADS_1


"Masuk!" seru Mawar mempersilahkan orang itu masuk ke dalam ruangannya.


Bersambung


__ADS_2