Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 77


__ADS_3

"Laki-laki itu, ternyata dia adalah orang yang menginginkan kehancuran Pak Randy," batin Michelle setelah melihat seseorang yang sedang marah besar pada beberapa laki-laki yang berdiri berjejer didepannya.


Michelle pun segera mengambil gambar laki-laki itu dengan kamera ponselnya untuk dijadikan bukti laporan pada Randy.


"Masih ada waktu, Bos. Kita lakukan lagi penyerangan terhadap mereka tadi asistennya Abymana sudah terluka lumayan parah, jadi kita tidak harus bersusah payah lagi untuk melumpuhkan mereka," ucap salah satu dari laki-laki itu.


"Berapa jumlah mereka?" tanya laki-laki yang mereka panggil Bos itu.


"Ada tujuh orang tapi asistennya Abymana tidak termasuk karena dia tidak mungkin untuk bertarung lagi, jadi jumlah mereka tinggal enam orang."


"Siapkan orang-orang terbaik kalian, besok malam kita kita serang mereka. Hari ini salah satu diantara kalian harus ada yang mencari dimana mereka menginap dan ingat, besok saya tidak ingin kalian sampai membunuh Abymana ataupun orang-orangnya. Saya ingin Abymana ditangkap dalam keadaan hidup."


"Baik Bos."


Setelah merasa pembicaraannya selesai, laki-laki berpakaian yang mereka panggil dengan sebutan bos itu pergi meninggalkan beberapa anak buahnya di sana!


Michelle segera bersembunyi agar mereka tak melihatnya.


Setelah mendapatkan kesempatan, dirinya segera pergi dari tempat itu karena masih harus mengikuti bos dari para penjahat itu!


**********


"Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Pak Ija sembari membawa obat tradisional untuk mengobati luka Dirga.

__ADS_1


"Ada orang yang menyerang kami. Kami sendiri tidak tahu orang itu siapa," ucap Abymana.


"Nak, kamu tidak apa-apa?" Ratna pada Mawar.


"Tidak, Bu. Mereka melindungiku dengan sangat baik," sahut Mawar.


"Kalian harus lebih berhati-hati lagi di sini, bisa saja orang-orang itu datang lagi untuk mencari kalian," ucap Ratna.


"Saya rasa tidak, Bu. Mereka hanya orang-orang iseng saja yang saya tahu tidak ada orang yang mempunyai masalah dengan kami," ucap Aby pada Ratna.


"Pak, apa sebelumnya pernah ada orang yang ingin membeli lahan milik Bapak?" tanya Dirga sembari menahan perih pada lukanya yang sedang diobati oleh Bapaknya Mawar.


"Tidak ada, hanya Tuan Muda saja yang datang kemari untuk membeli tanah itu. Kebanyakan dari para orang kaya itu tidak tertarik dengan tanah Bapak karena letaknya yang berada di hutan," jelas Pak Ija.


"Orang-orang yang menyerang kami tadi menginginkan tanah itu. Kalau sebelumnya tidak ada orang yang menginginkan tanah itu, lantas siapa mereka, kenapa tiba-tiba meminta tanah itu dengan paksa dari saya?" ucap Aby.


"Kita akan cari tahu itu. Kalian istirahatlah dulu, aku mau masak untuk kita makan," ucap Mawar sembari beranjak dari duduknya!


"Salman, Frans, Joe, kalian juga istirahat ya. Rumah orang tuaku sangat kecil jadi kalian istirahat di ruangan ini aja ya. Mas Aby, kalau kamu mau istirahat boleh di kamar aku dan Dirga, istirahat di kamar depan itu ya. Kamar itu kosong," ucap Mawar.


Ya, rumah panggung itu memang ukurannya kecil hanya ada tiga kamar tidur dan satu ruangan tamu yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga, kamar mandinya pun hanya satu yang terletak di dapur tepatnya di samping kamar tidur Bu Ratna dan Pak Ija. Selain itu ruangan di rumah itu juga ukurannya kecil-kecil tidak seperti ruangan rumah pada umumnya. Keterbatasan biaya saat membangun rumah itu, membuat Pak Ija tak mempunyai pilihan lain selain memperkecil ruangan rumahnya untuk menghemat bahan bangunannya.


"Mawar, kamu kan juga capek, gak usah masak. Kita beli aja," ucap Aby.

__ADS_1


"Mau beli dimana? Kamu pikir ini kota, di sini gak ada yang jual makanan matang," ucap Mawar.


"Mawar, kamu istirahat aja, biar Ibu yang masak dan Bapak yang mengambil sayurannya dibelakang rumah," ucap Bu Ratna.


"Bu, aku kangen sama kebun kita. Boleh ya aku pergi ke kebun? Kebunnya juga dibelakang rumah kalau ada apa-apa, aku bisa berteriak meminta tolong," ucap Mawar.


"Anak Bapak emang keras kepala. Ayo kita ke kebun sama-sama," ucap Pak Ija.


**********


Jauh dari belakang laki-laki itu, Michelle terus mengikutinya hingga sampai di depan sebuah danau.


Dia berdiri menghadap danau itu dengan tanpa suara dan pergerakan, dia hanya menatap danau yang tenang itu.


"Dia menginginkan Pak Randy hancur jangan-jangan dia sengaja mempermainkan pacarnya Aby agar Pak Randy hancur dari dalam?" batin Michelle sembari terus memperhatikan Roger.


Ya, laki-laki yang menyuruh orang-orang itu menghancurkan bahan bangunan untuk pembangunan Pabrik dan yang menyuruh mereka menyerang Aby adalah Roger.


Entah apa yang membuat Roger menginginkan kehancuran keluarga Randy tapi yang pasti laki-laki itu sangat-sangat membenci Randy dan keluarganya.


"Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sebenarnya Roger inginkan. Tidak mungkin Jingga yang dia kejar karena kenyataannya sekarang dia memilih menikah dengan wanita lain dan pergi meninggalkan Jingga begitu saja," batin Michelle lagi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2