Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 182


__ADS_3

"Papa ngapain sih ngajak Mama ke kantor? Biasnya juga gak pernah," ucap Ratu sembari terus berjalan memasuki area perkantoran.


"Ada yang harus kita selesaikan. Papa tidak ingin masalah ini berlarut-larut," ucap Randy.


"Masalah apa sih? Biasanya juga kalau masalah kantor gak pernah ngajak-ngajak Mama," ucap Ratu.


"Pak, udah lihat Michelle datang belum ya?" tanya Randy pada seorang satpam.


"Baru saja masuk, Pak tapi gak masuk ke kantor. Mbak Michelle pergi ke gudang belakang," sahut satpam itu.


"Oh ya. Terima kasih," ucap Randy lalu segera pergi ke arah gudang belakang!


Tak lama setelah Randy mulai tak terlihat, Dirga tiba di kantor itu.


"Pagi, Pak. Lihat Michelle gak?" tanya Dirga pada satpam itu.


"Di gudang belakang, Pak. Ada apa sih? tadi Pak Randy sekarang Pak Dirga yang menanyakan Mbak Michelle," ucap Satpam itu.


"Pak Randy juga menanyakan Michelle?"


"Ya dan sekarang Pak Randy sedang menemui Mbak Michelle dibelakang," ucap Satpam itu.


"Ya sudah. Terima kasih ya, Pak."


Dirga pun langsung berjalan menuju gudang yang terletak di belakang gedung perkantoran itu!


Di gudang.


"Cepat makan! Makan!"


Suara teriakan Michelle terdengar sampai ke luar hingga membuat Ratu terkejut mendengarnya.


Ratu meraih tangan Randy lalu menggandengnya! "Pa, Michelle lagi ngasih makan apa sih sampai teriak-teriak gitu? Mama kaget," ucapnya.


"Michelle lagi ngasih makan tikus," ucap Randy.


"Pa, kita ngapain sih ke sini? Mama takut ah lagian ngapain coba Michelle ngasih makan tikus," ucap Ratu sambil terus mengikuti langkah sang suami.


"Pak, Bu!" seru Dirga pada Randy dan Ratu.


Randy dan Ratu menghentikan langkahnya lalu menatap Dirga.


"Dirga, kamu kok tahu kita ada di sini? Itu kamu bawa apa?" ucap Ratu.


"Ini buat ...." Dirga menghentikan perkataannya.


"Makan! Saya bilang makan makanan ini atau kalian mau mati!" Baru Dirga akan melanjutkan perkataannya tiba-tiba terdengar suara Michelle yang marah-marah.


"Pak, Michelle kalau lagi kerja nyeremin. Saya sarankan ibu jangan masuk deh," ucap Dirga.


"Kerjaan apa sih? Michelle kerja apa sebenarnya?" ucap Ratu.

__ADS_1


"Itu tuntutan kerja. Kamu takut padanya?" ucap Randy.


"Takut pakai banget lagi," sahut Dirga.


"Alah kamu. Ayo kita masuk," ucap Randy.


Mereka pun mulai memasuki gudang itu dan alangkah terkejutnya Ratu saat melihat siapa yang berada di dalam ruangan itu.


"Sam. Astaga, Michelle apa yang kamu lakukan padanya?" ucap Ratu.


"Hanya bagian pekerjaan. Saya tidak ingin dia mati karena tidak makan jadinya saya menyuapinya," ucap Michelle dengan santai.


"Ratu, kamu datang. Ratu aku kangen sama kamu kenapa kamu sulit sekali ditemui?" ucap Samuel.


"Apa maksud kamu, Sam?" ucap Ratu.


"Aku masih mencintai kamu Ra, kenapa kamu tidak mengerti juga," ucap Samuel.


"Kamu yang tidak mengerti. Sudah aku ingatkan kalau aku tidak mau lagi denganmu," ucap Ratu.


"Aku gak bisa tanpa kamu. Wanita itu telah menipuku, dia sama sekali tidak sepertimu."


"Ma, sekarang Mama jujur sama Papa. Sebenarnya waktu kita menikah, Mama sama orang ini masih punya hubungan atau tidak?" tanya Randy pada Ratu.


"Tidak," ucap Ratu.


"Masih. Waktu itu kita belum putus, Ratu," ucap Samuel.


"Tapi aku masih mencintai kamu."


"Kamu yang memilih kehidupan seperti ini. Kamu yang telah meninggalkan aku demi wanita itu," ucap Ratu lagi.


Dirga dan Michelle saling menatap lalu kembali melihat ke arah Sam.


"Dirga, Michelle seret laki-laki ini ke penjara. Pastikan dia membusuk di penjara," ucap Randy.


"Pa, kenapa harus dipenjarakan?" protes Ratu.


"Karena dia sudah meneror Papa dan berusaha mencelakai Mawar dan bayinya. Mantan pacarmu ini sudah melakukan tindakan kriminal, karena ulahnya Bu Marisa menjadi korbannya," ucap Randy.


"Seandainya, Bapak tidak menyuruh saya menyeretnya ke kantor polisi, saya akan tetap melaporkannya pada pihak berwajib. Laki-laki ini sudah memperalat kakak saya untuk menghancurkan keluarga Anda dan juga sudah memperlambat kesembuhan Mamaku dengan mengirimkan suster palsu ke rumah sakit dan setiap harinya memberikan obat keras pada Mama agar Mama terus tertekan."


"Bohong! Kamu bohong," ucap Samuel.


"Tidak ada alasan apapun untuk kamu lari dari tanggungjawab. Saya sudah mendapatkan semua bukti kejahatan kamu Pak Samuel yang terhormat," ucap Michelle.


"Ini. Ini kan yang kamu cari dari rumah Mama saya dan kamu dengan sengaja membiarkan Mama saya tetap gila agar Mama saya tidak memberi tahu kakak saya tentang bukti ini," sambung Michelle lagi.


"Itu tidak benar. Kamu jangan sembarangan berbicara, saya tidak ada hubungan apapun dengan apa yang kamu ketahui itu," ucap Samuel.


"Tentu saja ada. Anda terus saja mengatakan bahwa Pak Randy yang bersalah atas tragedi yang menewaskan Papa saya sehingga kakak saya sangat menginginkan kehancuran Pak Randy dan keluarganya dan setelah kakak saya berhasil, kamu akan mengambil kesempatan untuk merebut Bu Ratu. Anda masih mencintai Bu Ratu," ucap Michelle lagi.

__ADS_1


"Tidak mungkin," gumam Samuel.


"Kamu akan membusuk di penjara. Saya pastikan tidak ada seorangpun yang bisa mengeluarkan kamu dari sana, kamu harus membayar semua yang kamu lakukan pada Mama saya," ucap Michelle.


"Sam, aku tidak menyangka kamu melakukan kejahatan besar seperti ini. Dulu kamu tidak seperti ini," ucap Ratu.


"Karea aku ingin mendapatkan kamu lagi. Aku menyesal sudah meninggalkan kamu demi dia. Tolong maafkan aku, aku tidak mau dipenjara," ucap Samuel.


"Aku tidak bisa membantu. Aku tidak akan pernah membantu orang yang bersalah."


"Tolong, Ratu," ucap Samuel.


"Michelle, bawa mereka ke kantor polisi. Sekarang!" titah Randy.


Michelle menganggukkan kepalanya lalu mencengkeram baju Samuel dan menariknya keluar dari ruangan itu!


"Tolong jangan bawa saya ke kantor polisi. Saya tidak mau dipenjara," ucap Samuel.


Michelle tak menghiraukan perkataan Sam, dua terus saja berjalan sambil menyeret laki-laki tua itu.


Ratu dan Randy menatap Michelle dan Samuel yang sudah menjauh dari sana.


"Mama tidak menyangka ternyata dia yang selama ini berada di balik kekacauan keluarga kita," ucap Ratu.


"Semua sudah terjadi. Sekarang papa lega karena dia sudah tertangkap," ucap Randy.


"Pa, Michelle itu?"


"Michelle yang melakukan semua ini untuk kita. Dia sudah bekerja keras untuk menemukan semua penjahat yang mencoba masuk ke dalam kehidupan kita. Michelle adalah seorang agen rahasia atau mata-mata yang bekerja di salah satu lembaga yang menyediakan jasa penjagaan atau detektif pribadi," jelas Randy.


Di depan area kantor.


Beberapa karyawan yang ada di sana menatap ke arah Michelle dan Dirga yang terlihat sedang memaksa seseorang untuk berjalan mengikuti mereka.


Satpam yang bertugas berjaga di sana pun melihat kejadian itu namun, dirinya tak melakukan apa pun karena tahu yang Michelle dan Dirga lakukan bukanlah sebuah kejahatan.


"Berarti semalam, Mbak Michelle dan Pak Dirga menyerap orang di gudang," ucap seorang satpam.


"Sepertinya begitu. Kenapa kita sama sekali gak berpikir seperti itu ya saat Mbak Michelle dan Pak Dirga datang ke kantor kemarin sore," ucap satpam yang satunya lagi.


"Om Sam," ucap Roger yang melihat Sam yang berada di sana.


"Inilah orang yang selama ini kakak percaya. Seorang pengkhianat, penipu, penjahat, orang munafik yang tak pernah konsisten pada perkataannya, " ucap Michelle.


"Roger. Mau ngapain dia ke sini?" ucap Aby yang melihat Roger dari kejauhan.


"Ada apa itu ramai-ramai," sambung Aby lagi.


Aby yang baru tiba di kantor, langsung berjalan menghampiri tempat keramaian itu!


Dia penasaran dengan apa yang sedang terjadi di sana ditambah lagi dengan adanya Roger, semakin membuatnya ingin mengetahui apa yang sedang terjadi pagi itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2