Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 214


__ADS_3

"Sya, kayaknya aku pulang duluan deh ya," ucap El pada Nasya.


Nasya yang sedang asyik mengajak baby Aditya dan Abbiyya berbicara pun menghentikan ocehannya dan menoleh ke arah Eliandra.


"Buru-buru banget, mau kemana?" tanya Nasya.


"Aku lupa, hari ini aku ada janji sama anak-anak panti," ucap El.


"Iya kah? Mau ngapain sama anak-anak itu?" tanya Reza.


"Sebenarnya cuma main biasa tapi aku udah terlanjur janji jadi harus datang," ucap El.


"Udah sore gini mau main apa?" tanya Nasya.


"Baru jam berapa. Masih ada waktu untuk bermain sambil nunggu maghrib tiba," sahut El.


"Ya udah kita pergi sama-sama aja lagian udah lama juga aku gak ke sana. Kangen sama Bu Jena," ucap Nasya.


"Siapa Bu Jena?" tanya Reza.


"Ibu yang mengasuh anak-anak di sana," jelas El.


"Pergi sana! Nanti keburu sore di jalan lain kali kalau punya janji jangan coba dilupakan kalau gak mau masuk dalam golongan orang munafik," ucap Mawar.


"Maaf, Kak. Kalau gitu aku pamit ya," ucap El.


"Ayo kita pergi!" ucap Nasya.


El, Nasya dan Reza pun mulai meninggalkan rumah Aby tak lupa sebelum pergi mereka menyempatkan diri untuk berpamitan pada Pak Ija dan Bu Ratna yang sedari tadi sibuk sendiri di dapur.


*******


Di kediaman Roger.


Michaela duduk di kursi yang ada di balkon lantai dua rumahnya, dia menangis sendirian di sana. Setelah mengetahui dirinya tidak bisa mempunyai anak, ia merasa tersiksa dan terus merasa bersalah dan merasa tak dapat membahagiakan suaminya.


Dari ambang pintu Roger menatap Michaela dengan tatanan sendu. Ia merasa bersalah karena sudah membentak Michaela hingga membuat istrinya itu bersedih.


"Mungkin aku terlalu sayang sama kamu sampai aku tidak sadar tadi aku sudah menyakitimu. Maafkan aku," batin Roger.


Lama, Roger memerhatikan sang istri akhirnya ia merasa tak tega. Perlahan ia pun berjalan mendekati istrinya lalu menghapus air matanya dengan telapak tangannya!


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membentak mu tadi. Sungguh, aku tidak sengaja melakukannya," ucap Roger dengan suara lembut.


Michaela tak bergeming sedikit pun, dia terus terdiam dalam seribu bahasa.

__ADS_1


"Apa perkataan ku terlalu menyakiti mu sampai kamu tidak menghiraukan aku? Aku janji tidak akan melakukannya lagu tapi aku minta sama kamu, jangan pernah menyuruhku untuk menikah lagi karena itu tidak mungkin. Kamu mau anak, kita bisa mengadopsi dari panti asuhan," ucap Roger lagi.


"Aku takut aku tidak bisa menyayangi anak itu sepenuhnya. Aku sayang pada anak-anak asuhnya Michelle di panti tapi untuk merawat selamanya .... Mas, kita tidak tahu dari mana asal-usul mereka, kita tidak tahu siapa orang tua mereka, bagaimana kalau mereka terlahir dari orang-orang yang jahat dan akhirnya mereka juga akan mengikuti jejak orang tuanya. Aku takut anak itu akan mencoreng nama baik kita, nama baik kamu, nama baik keluarga kita."


"Kamu berpikir terlalu jauh. Lihatlah Michelle, dia tumbuh di panti asuhan tapi dia baik sampai sekarang dia sangat baik bahkan sangat perduli dengan orang-orang di sekitarnya," ucap Roger.


"Itu Michelle. Michelle terlahir dari rahim Mama dan Mama adalah orang baik-baik. Keluarga kamu adalah keluarga baik-baik," ucap Michaela.


"Udahlah, jangan bahas ini dulu. Suasana hati kita sedang tidak baik-baik saja, ada baiknya kita hindari pembicaraan ini dulu, kita bicarakan ini nanti lagi setelah kita sama-sama mendapatkan ketegangan sekarang kamu istirahat ya," ucap Roger.


**********


Di kediaman Mitha.


"Baru pulang, Chell?" udah Mitha yang sedang asyik menonton televisi.


Michelle tersenyum tipis lalu menghampiri Mamanya!


"Mas Dirga udah pulang belum, Ma?" tanya Michelle.


"Udah dari tadi. Kamu dari mana saja jam segini baru pulang?" ucap Mitha.


"Ada kerjaan," sahut Michelle singkat.


"Mama ... ini tidak se_membahayakan yang Mama pikirkan. Hanya masalah kecil dan tidak melibatkan banyak orang, aku akan baik-baik saja. Tentunya dengan doa dari Mama."


"Kamu ini. Menjamin diri akan baik-baik saja tapi dengan doa Mama. Mama pasti mendoakan kamu tapi tidak semua doa Mama akan dikabulkan."


"Semua doa pasti dikabulkan oleh Allah hanya saja kita tidak tahu kapan waktunya," ucap Dirga yang baru keluar dari kamarnya.


"Sayang, kamu baru tiba?" ucap Roger pada Michelle.


"Mas, maaf ya aku pulang terlambat," ucap Michelle.


"Tidak apa-apa. Mandi lah dulu setelah itu istirahat," ucap Dirga.


"Tiap hari cuma itu kata-kata romantis dalam rumah tangga kalian. Astaga kalian ini masih muda dan baru berapa bulan menikah tapi tidak ada sedikitpun kemesraan yang terlihat," ucap Mitha.


"Mama ada apa? Tiba-tiba membahas soal ini," ucap Michelle.


"Maaf, Ma mungkin aku kurang pandai merayu apalagi menciptakan kata-kata indah untuk Michelle tapi cintaku padanya setulus hati dan tidak akan pernah hilang meski apa pun yang terjadi," ucap Dirga.


Michelle tersenyum mendengar perkataan Dirga menurutnya kata-kata Dirga barusan sangatlah membuat dirinya bahagia.


"Oh, Sayang itu sudah cukup membuat aku bahagia. Dari mana kamu belajar kata-kata itu?" ucap Michelle.

__ADS_1


"Tidak. Kata-kata itu keluar sendiri dari mulut aku."


Mitha menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan menantunya yang menurutnya membosankan.


*********


Malam hari El baru pulang ke rumahnya, sekitar pukul dua puluh ia baru tiba di rumahnya.


"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?" ucap Athalia.


El menghentikan langkahnya dan berjalan ke arah sang Mama!


"Aku dari rumahnya Pak Abymana habis itu aku ke panti asuhan," jawab El jujur.


"Kalau kakakmu tahu dia akan sangat marah padamu," ucap Athalia.


"Ma, aku gak macam-macam kok lagian aku pergi bareng adiknya Pak Abymana dan lagi kami dikawal oleh seorang polisi. Gak akan terjadi apa-apa pada kami," ucap El.


"Jangan main laki-laki. Bisa berantakan kuliah kamu."


"Haish, Mama. Aku sudah dewasa masih saja dilarang lagipula aku gak pacaran polisi itu pacarnya Nasya," jelas El.


"Serius kamu belum punya pacar?" tanya Athalia.


"Gimana mau punya pacar kalau Mama terus saja melarang aku dekat-dekat dengan laki-laki," ucap El.


"Pantas, Mbak El begitu dingin saat ADs yang mengajak berkenalan dan terkesan acuh cuek saat diajak ngobrol sama seorang pemuda," ucap Ussy yang masih berada di rumah itu.


"Eh ternyata kamu masih di sini pantas tidak ada di panti," ucap El.


"Ussy baru mau pulang," sahut Ussy.


"Udah malam, tidur di sini saja sama aku."


"Maaf, Mbak bukannya Ussy mau menolak tapi Ussy belum izin sama Ibu."


"Nanti aku telpon Ibumu," ucap El.


"Kalian ini kalau udah ketemu gak pernah berhenti bicara selalu saja ada topik untuk dibahas," ucap Athalia.


El dan Ussy menatap Athalia secara bersamaan lalu mereka tertawa bersama.


Bersambung


__ADS_1


__ADS_2