Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 114


__ADS_3

"Keputusanku sudah bulat, Mawar akan memimpin perusahaan itu," ucap Aby.


"Semoga saja keputusan kamu tidak salah, Papa sedikit ragu tapi karena ini keputusan kamu, Papa yakin kamu bisa membimbing Mawar menjadi pemimpin yang hebat," ucap Randy.


"Aku janji, Mawar tidak akan mengecewakan aku," sahut Aby.


"Urus saja pergantian pemimpin di sana dan perkenalkan Mawar sebagai istri kamu agar karyawan di sana dapat menghormati dia meski mungkin pekerjaannya akan sedikit aneh atau ...."


"Aku tahu, awal pekerjaan Mawar tidak akan benar-benar sempurna. Papa jangan khawatir, Mawar akan dikenal sebagai istriku dan menantu keluarga Randy Sanjaya," ucap Aby.


"Kapan Mawar mulai bekerja di sana?" tanya Randy lagi.


"Rencananya hari ini aku akan mengenalkan Mawar pada karyawan di sana," sahut Abymana.


"Secepat ini? Tuan Muda beneran yakin?" ucap Dirga.


"Papa pikir kamu akan memulai ini beberapa bulan lagi atau paling cepat satu bulan lagi," ucap Randy.


"Belakangan ini aku sudah mengajarkan Mawar banyak hal dalam kehidupan di dunia perkantoran dan kepemimpinan di sebuah perusahaan. Aku rasa Mawar sudah siap untuk menjalankan perannya sebagai seorang CEO cantik."


**********


"Jadi orang ini yang selama ini kamu sembunyikan dari aku?" tanya Michaela pada Roger.


Melihat suaminya datang dengan membawa seorang perempuan membuat Michaela langsung berpikir kalau gadis yang bersama dengan suaminya itu adalah pacar simpanannya Roger.


Saat itu, air matanya sudah mulai menetes membasahi pipinya, ia sedih karena merasa dikhianati oleh Roger.


Melihat Michaela yang sudah menangis membuat Michelle merasa tidak enak hati, dia mendekati Michaela dan hendak meraih tangan wanita itu untuk menenangkannya!


"Jangan sok baik kamu, dasar perebut suami orang," ucap Michaela sembari menepis tangan Michelle.


"Sayang, dengar dulu penjelasan aku. Aku belum bicara apa-apa tapi kamu sudah seperti ini," ucap Roger.


"Bagaimana aku tidak marah hah! Semalam tiba-tiba kamu bilang kamu akan memberi tahu aku tentang apa yang tidak aku ketahui dari dirimu dan sekarang kamu datang dengan membawa perempuan ini. Apa yang mau jelaskan? Memberitahu aku kalau kamu sudah punya pacar baru dan ingin menikahi dia?" ucap Michaela sembari menunjuk dada Michelle diakhir kalimatnya.


"Michaela tenang dulu, tenang ya. Dia bukan pacar aku dia adik aku," ucap Roger sembari berusaha menenangkan Michaela.


"Aku sangat mencintai kamu jangankan memberimu madu, melirik wanita lain saja aku tidak pernah," ucap Roger berbohong.


Jelas-jelas Roger sudah pernah berselingkuh dengan Jingga bahkan sudah mencicipi keaslian gadis itu tapi untuk membuat Michaela bahagia, dirinya tidak mungkin memberitahu Michaela akan hal buruk yang sudah dia lakukan semata-mata untuk membuat Abymana hancur.

__ADS_1


Michelle memalingkan wajahnya seakan tak ingin menatap mereka berdua.


"Kakakku saja seperti ini, apa iya laki-laki lain juga seperti ini? Membohongi wanita demi egonya," batin Michelle.


Michelle tahu bahwa Roger pernah berselingkuh dengan Jingga bahkan dia tahu mereka sudah melakukan hubungan yang melampaui batas untuk seorang yang belum memiliki ikatan pernikahan.


"Dia Michelle, adikku yang selama ini aku cari," ucap Roger.


Michaela menatap Roger dengan matanya yang masih basah karena air matanya.


Sementara itu, Michelle hanya berdiri sembari menundukkan kepalanya.


"Michelle, duduklah," ucap Roger pada Michelle.


Roger menuntun Michaela untuk duduk di kursi itu dan berbicara dengan tenang!


"Kenapa kamu tidak pernah bilang kalau kamu punya adik?" ucap Michaela.


"Michelle hilang saat dia masih bayi, aku pikir aku tidak akan menemukannya lagi karena itulah aku tidak mengatakannya padamu," jelas Roger.


Michaela menatap Michelle yang sedari tadi hanya diam dengan wajahnya yang terus tertunduk ke bawah.


"Selama ini dimana kamu tinggal?" tanya Michaela.


"Ada banyak yang harus kamu ketahui dari aku tapi kamu harus tahu aku menyembunyikan semua darimu bukan maksud untuk membohongi dirimu," ucap Roger.


"Rahasia apa lagi yang kamu sembunyikan dariku?" Michaela menatap Roger dengan matanya yang masih basah.


"Aku juga masih punya Mama," ucap Roger.


Michaela menampar pipi Roger dengan kerasnya! "Tega kamu ya. Kamu masih punya Mama tapi gak kamu ajak dalam pesta pernikahan kita, dimana hati nurani kamu hah? Dia, Ibumu yang melahirkan kamu tidak kamu ajak dalam hari bahagiamu."


"Aku terpaksa melakukan itu."


"Sepertinya aku pergi saja dari sini. Kalian bicarakan saja dulu masalah kalian, aku rasa aku tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan pribadi kalian," ucap Michelle sembari beranjak dari duduknya dan mulai melangkah untuk pergi.


"Mimi!" seru Roger.


Michelle menghentikan langkahnya. "Aku akan kembali setelah kalian menyelesaikan masalah kalian," ucap Michelle.


"Tapi Michelle–"

__ADS_1


"Aku ingin menemui Ibuku lagi di Rumah sakit itu. Aku ingin mengenal dia lebih dekat lagi," ucap Michelle dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Rumah sakit? Rumah sakit apa? Jadi selama ini Mama kamu di rumah sakit, sakit apa?" tanya Michaela.


"Michelle adikku yang hilang sejak usianya baru beberapa bulan dan Mamaku tinggal di rumah sakit jiwa setelah beberapa bulan setelah Michelle hilang. Mama mengalami depresi berat karena terus memikirkan Papa yang meninggal dengan tiba-tiba dan juga Michelle yang hilang dan tak kunjung ditemukan," jelas Roger.


"Apa yang terjadi pada kehidupan kalian. Ini rasanya seperti mimpi dan bisanya cerita seperti ini hanya ada dalam film atau novel saja," ucap Michaela.


**********


Di depan gerbang kampus Mawar, Aby berdiri didepan mobilnya sembari terus menatap ke dalam kampus itu.


Dari dalam gerbang terlihat Mawar bersama teman-temannya sedang berjalan menuju pintu keluar!


"Eh ada yang mau jemput tuan putri kayaknya tuh," ucap Yura sembari mengarahkan pandangannya pada Abymana.


"Cie-cie yang dijemput ayang," ucap Sherin.


"Apaan sih kalian," ucap Mawar malu-malu.


"Hai sayang," ucap Aby dari sana.


Beberapa mahasiswa di sana menatap Abymana yang baru menyebut Mawar dengan sebutan 'sayang'.


"Pantes si Mawar gak menghiraukan Galaxi ternyata dia pacarnya Tuan Muda Abymana," ucap seorang mahasiswa di sana.


"Udah pasti Mawar pilih Abymana secara dia sudah mapan dan sudah pasti kaya udah gitu ganteng lagi."


"Ya kalau mau dibandingkan dengan Galaxi sih udah pasti unggul Abymana kemana-mana."


"Kalau gue ada di posisi Mawar juga udah pasti gue pilih Abymana."


Seperti itulah pembicaraan mahasiswa lain yang mendengar perkataan Aby.


"Aku datang untuk menjemput bidadariku," ucap Aby sembari mengulurkan tangannya pada Mawar.


Mawar tersenyum kecil lalu menundukkan kepalanya malu.


Mendapat perlakuan seperti ini dari Aby membuatnya malu pada orang-orang disekitarnya.


"Tapi aku bawa motor," ucap Mawar.

__ADS_1


"Lupakan motor itu, ayo ikut bersamaku," ucap Abymana.


Bersambung


__ADS_2