
Waktu terus berjalan kini hari sudah mulai petang, Michelle pun sudah keluar dari persembunyiannya dengan membawa semua senjata yang sudah disiapkan nya.
Michelle langsung bergerak menuju rumah orang tuanya Mawar yang sebelumnya ia sudah mencari tahu dimana tempat Aby dan yang lainnya menginap!
"Aku harus bergerak cepat sebelum mereka tiba di tempat orang tuanya Mawar," gumam Michelle.
Michelle terus berjalan dengan langkah cepat dengan tas gendong besar berisi semua keperluannya dalam bertempur yang menempel di punggungnya.
Setibanya di persawahan yang letaknya di depan rumah orang tuanya Mawar, Michelle memperlambat langkahnya dan mencari tempat strategis untuk dirinya bersembunyi.
Setelah beberapa menit mencari tempat yang aman, Michelle menemukan tempat yang ia rasa aman dan mudah untuknya bergerak dalam menyerang musuh.
Dibalik tebing yang tidak terlalu tinggi dengan tanaman padi yang tumbuh subur di kaki tebing itu, Michelle memilih tempat itu untuk bersembunyi. Ia pun langsung bersiap, dibukanya tas miliknya lalu mengambil sweater dan masker yang akan menemaninya beraksi.
Di dalam rumah orang tuanya Mawar.
"Luka kamu masih sakit banget?" tanya Aby pada Dirga.
"Tidak, sekarang sudah mulai mengering lagi," sahut Dirga.
"Besok kita pulang, di jalan kalau ada rumah sakit, sekalian aja kamu periksa ke Dokter," ucap Aby lagi.
"Baik, Tuan Muda," sahur Dirga.
"Frans, Salman, Joe kalau mau istirahat, istirahat duluan aja," ucap Mawar pada tiga bodyguardnya.
"Terimakasih tapi kami masih belum mengantuk," ucap Salman.
"Oke tapi kalau sudah lelah dan mengantuk kalian bisa istirahat duluan," ucap Mawar lagi.
*********
Di tempat Roger dan anak buahnya.
Mereka sudah bersiap-siap untuk berangkat mengepung rumah orang tuanya Mawar, dengan persiapan matang mereka memulai rencananya saat itu juga.
Hari mulai malam, saat itu menunjukkan pukul dua puluh dua lewat lima belas menit, mereka pun segera bergegas pergi dari tempat persembunyiannya!
__ADS_1
"Ingat, kalian boleh melukai Aby dan orang-orangnya tapi jangan sampai mereka mati. Saya ingin Abymana ditangkap dalam keadaan hidup-hidup," ucap Roger.
"Baik, Bos. Kalau gitu kita berangkat sekarang."
**********
Di tempat persembunyian Michelle.
Michelle melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul dua puluh dua lewat dua puluh lima menit tapi ia tak juga melihat orang-orang suruhan Roger datang ke sana.
"Apa mereka tidak akan datang, apa mungkin mereka tahu dengan semua rencana aku?" batin Michelle.
Belum beberapa menit dirinya terdiam, sekelompok orang berjalan melewati jalan setapak yang mengarah ke rumah orang tuanya Mawar.
"Pasti mereka orang-orang itu," batin Michelle.
Michelle masih terdiam dalam persembunyiannya sambil memperhatikan orang-orang itu, dari banyaknya orang-orang itu, ia tak mendapati adanya Roger diantara mereka.
"Roger gak ada, dimana dia?"
Setelah tiba di area rumah itu, mereka langsung mendobrak pintu depan dengan arogan. Merasa jumlah mereka lebih banyak, tanpa rasa ragu mereka langsung membuat keributan.
Mereka yang memang belum tertidur langsung memasang posisi berjaga untuk melindungi orang-orang di rumah itu yang mungkin sudah tertidur.
"Ada apa ini?" ucap Aby yang sedang berada di dalam kamar bersama Mawar.
"Jangan-jangan ...." Mawar langsung bangkit dari duduknya! "Ayo cepat," sambung Mawar.
Mawar dan Aby pun langsung keluar dari kamarnya dan langsung melihat Salman, Joe, dan Frans sudah dikeroyok oleh orang-orang tak dikenal. Bersamaan dengan itu, Dirga keluar dari kamarnya dan langsung ikut melawan mereka.
"Mawar, bawa orang tua kamu ke tempat aman biar aku yang membantu mereka," ucap Abymana.
Mawar mengangguk dan langsung pergi membawa kedua orang tuanya yang sudah ketakutan!
Abymana dan yang lainnya nampak kewalahan melawan mereka ditambah lagi dengan Dirga yang belum mempunyai kekuatan penuh membuat, Dirga tak bisa berbuat banyak untuk mempertahankan keselamatannya.
Sementara itu, dari tempat persembunyiannya, Michelle baru akan memulai aksinya. Pertama-tama, ia akan menterang orang-orang yang sedang menyerang Dirga tanpa ampun.
__ADS_1
Michelle yang tahu bahwa Dirga sedang mempunyai luka yang masih belum sembuh membuatnya mengutamakan Dirga terlebih dahulu , semua ia lakukan demi keselamatan pemuda itu.
Michelle mengarahkan senapan miliknya ke arah laki-laki yang tengah memegangi Dirga dan setelah dirasa tepat dia langsung menembakkan senjatanya.
Peluru jarum miliknya menancap tepat di leher bagian belakang laki-laki itu tapi setelah beberapa detik, laki-laki itu tidak mendapatkan reaksi apapun dari racun yang Michelle berikan pada jarum itu. Laki-laki itu hanya merasakan tusukan dari jarum itu saja.
"Kenapa belum bereaksi juga?" batin Michelle.
Baru Michelle selesai bicara dalam hatinya, laki-laki itu terjatuh dan meringkuk di atas tanah! Dia masih memiliki kesadaran tapi seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan.
Melihat itu pun Michelle tersenyum dan langsung menembak mereka secara acak.
Merasa ada yang aneh, Mawar yang dari tadi hanya melihat mereka pun ikut bergabung bersama Aby dan yang lainnya dan meninggalkan kedua orang tuanya di belakang rumahnya!
"Hati-hati, Nak," ucap Ratna.
"Ibu, tenang saja. Tetap bersembunyi di sana kalau ada yang mengejar Ibu dan Bapak, cepat berlari dan berteriak untuk meminta tolong," ucap Mawar.
Sementara itu Michelle terus menembaki orang-orang itu satu per satu hingga tinggal menyisakan beberapa orang saja.
"Sepertinya ada lawan yang bersembunyi, kita semua harus berhati-hati," ucap Mawar pada Aby dan orang-orangnya.
Setelah hampir setengah jam berkelahi, orang-orang suruhannya Roger yang masih tersisa memilih pergi untuk menyelamatkan diri sementara yang lain yang terkena tembakan Michelle, mereka tinggalkan begitu saja.
Mawar memeriksa satu orang yang kini tengah terkapar di tanah.
"Apa yang terjadi padamu? Kami tidak melakukan apapun yang dapat membuat kamu seperti ini," ucap Mawar.
"Ampun, jangan bunuh saya," ucap laki-laki itu.
"Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini?" tanya Dirga sembari terus mejegangi dadanya yang terasa sakit.
"Tidak tahu," sahutnya.
"Jangan berbohong. Kamu sudah dalam keadaan seperti ini saja masih berbohong," ucap Aby.
Melihat kondisi sudah tenang, Michelle langsung pergi dari tempat itu. Ia masih ada tugas yang harus ia selesaikan.
__ADS_1
Karena di sana tidak ada Roger, dirinya harus menemukan laki-laki itu untuk dibawa ke hadapan Randy!
Bersambung