
[Gimana malam pertamanya? Oh ya kado dari aku udah kamu pakai kan? Gimana hasilnya, apa luar biasa?]
Dirga mengerutkan dahinya setelah membaca pesan dari Abymana.
"Apa maksudnya? Emang apa isi kadonya?" gumam Dirga sembari menatap tumpukan kado yang terdapat di atas meja.
Setelah itu, Dirga segera memotret tumpukan kado itu lalu mengirimnya pada Abymana tak lupa ia tulis bahwa dirinya tak sempat membuka kadonya semalam.
Setelah itu Dirga memilih duduk di atas tempat tidurnya menunggu Michelle keluar dari dalam kamar mandi.
Tak lama Michelle keluar dan berjalan menuju lemari pakaiannya!
"Sini dulu!" Dirga menghalangi langkah Michelle dengan tangannya dan perlahan ia melingkarkan tangannya di perut Michelle dan membawanya ke dalam pangkuannya!
"Ngapain lagi? Aku mau pakai baju," ucap Michelle namun, terus mengikuti kemauan Dirga.
Michelle duduk di pangkuan Dirga dengan posisi membelakangi suaminya itu.
"Sebelum mandi, aku mau mencium aroma tubuhmu dulu biar gak kangen," ucap Dirga.
"Gombal aja, udah tua juga."
"Gak gombal."
"Terus apa dong kalau bukan gombal?"
"Apa ya? Ah terserah kamu yang penting sekarang kamu sudah ada dalam dekapan aku. Oh ya, sayang, aku penasaran deh dengan isi kado dari Tuan Muda. Kita buka sekarang," ucap Dirga.
"Katanya mau mandi."
"Buka kadonya dulu."
"Iya tapi bagaimana aku bisa mengambil kadonya kalau kamu terus memeluk aku."
Dirga tersenyum lalu mencium daun telinga Michelle sekilas ia melepaskan tangannya yang sedang memeluk Michelle dan membiarkan dia pergi.
"Ini dari Aby dan Mawar, coba kita buka ya." Michelle membawa kado itu pada Dirga sembari berusaha membukanya.
"Apa ini?" ucap Michelle sembari memperhatikan isi kado yang berwujud sebuah obat tablet berwarna putih.
Dirga meraihnya dari tangan Michelle lalu membaca tulisan kecil yang terdapat pada plastik kemasannya.
"Niat banget Tuan Muda sampai ngasih ini," ucap Dirga.
"Apa sih?" tanya Michelle penasaran.
"Ini, kamu baca khasiat dan kegunaannya untuk apa," ucap Dirga sembari memberikan plastik kecil kemasan obat itu.
Michelle pun segera membacanya dan langsung menempatkannya ke atas tempat tidurnya!
__ADS_1
"Apaan ini? Masa ngasih kado yang beginian, gak pakai obat ini juga kamu udah perkasa," ucap Michelle.
"Jahil banget kan bos aku yang satu itu," ucap Dirga.
"Eh ada kartu ucapan nih," ucap Michelle sembari mengambil kertas putih yang terdapat di dalam kotak kado itu.
"Kamu saja yang baca, aku agak curiga," ucap Michelle.
Dirga pun langsung membaca tulisan tangan Abymana itu.
"Selamat malam pertama. Aku kasih tahu ya, biasanya akan sulit masuk karena ini yang pertama kalinya. Pertama lakukan pemanasan, kedua main dengan perlahan dan yang ketiga rasakan dahsyatnya kenikmatan dunia yang baru kamu temui ini dan yang keempat kalau udah jebol kasih tahu aku biar kita bisa sharing dan yang kelima minum obat dari aku satu aja jangan semuanya nanti kamu oper dosis."
Dirga menatap Michelle dengan tatapan aneh lalu dia kembali melihat ke barisan kertas terbawah. Tertulis di sana ucapan 'selamat dan semangat'
"Ya ampun. Ternyata laki-laki curhatnya begitu," ucap Michelle.
"Niat banget ngasih kado," ucap Dirga.
"Eh tapi seru kali ya kalau cerita-cerita tentang malam pertama," sambung Dirga.
"Awas kamu ya kalau cerita," ucap Michelle.
"Kenapa? Gak apa-apa kali."
"Aaaa! Jangan, aku malu nanti."
"Aku penasaran aja gitu pas Tuan Muda melakukannya dengan Mawar. Gimana reaksi keduanya? Secara mereka tidak saling mencintai kan," ucap Dirga.
"Ih kamu malah membayangkan yang nggak-nggak. Mandi sana," ucap Michelle.
*******
Di kediaman Aby dan Mawar.
Semua makanan sudah terhidang di atas meja sejak Mawar baru keluar dari kamarnya.
Marisa dan Jingga sudah memasak untuk mereka sarapan.
"Wah aromanya enak nih. Masak apa hari ini?" ucap Aby sembari memeluk Mawar dari belakang.
"Masak makanan kesukaan kamu. Mama dan Jingga yang memasaknya," ucap Mawar.
"Kalau kamu gak mau makan masakan aku juga gak apa-apa. Masih ada waktu untuk Mawar menyiapkan makanan untuk kamu," ucap Jingga.
"Kenapa kamu bicara seperti itu? Aku pasti memakan makanan yang sudah disediakan. Terima kasih sudah memasak untuk aku dan Mawar," ucap Aby.
"Ya udah kalau gitu aku ke belakang ya. Kalian silahkan sarapan," ucap Jingga.
"Jingga! Sarapan di sini saja," ucap Mawar.
__ADS_1
"Gak usah tadi Mama sudah bawa makanan ke belakang, aku sarapan di belakang saja sama Mama dan Papa," ucap Jingga.
Mawar menatap Aby lalu menatap Jingga lagi.
"Harusnya Mama dan Papa sarapan di sini juga. Kalian setiap hari makan di sini saja," ucap Mawar.
"Mungkin ada alasan kenapa mereka tidak mau makan di sini. Semoga nanti kita bisa sama-sama ya, Mawar," ucap Jingga.
"Kalau gitu kita semua makan di belakang saja. Gimana, sayang?" ucap Aby.
"Ya udah. Jingga, tolong bantu bawa semua makanan ini ke belakang, kita makan di belakang saja." Mawar meraih dua piring sayuran dari atas meja lalu membawanya ke belakang sedangkan Jingga dan Aby masih berdiri di sana.
"Kenapa kamu tidak mau makan bersama kami?" ucap Aby.
"Aby, aku tidak bisa. Aku masih sayang sama kamu dan aku tidak mau Mawar tahu karena aku tidak mau menyakitinya. Aku masih cinta sama kamu, By, aku cemburu melihat kamu bermesraan sama Mawar," ucap Jingga.
"Jingga, aku pikir kamu sudah melupakan semua tentang kita."
"Bagaimana bisa aku melupakan semua kenangan indah yang kita lewati. Aku cinta sama kamu, aku masih sayang sama kamu." Jingga meraih ayam goreng yang ia masak lalu segera pergi meninggalkan tempat itu sebelum Mawar datang dan melihatnya berduaan dengan Aby.
Aby masih terdiam di tempatnya sembari terus memandangi kepergian Jingga.
*******
Di panti asuhan.
"Ingat anak-anak, di rumah kak Michelle nanti jangan pada nakal," ucap Bu Jena pada semua anak asuhnya.
"Baik, Bu," ucap semua anak-anak itu.
Hari ini mereka akan datang ke rumah Michelle untuk mengucapkan selamat dan memberikan doa terbaik untuk Michelle.
Mereka memang diundang ke acara pernikahannya tapi mereka tidak datang karena kemarin Ibu Jena mengalami kecelakaan ringan yang membuatnya harus dibawa ke rumah sakit.
Sebenarnya hari ini pun Bu Jena masih merasakan sakit di kakinya akibat terjatuh di kamar mandi tapi ia harus datang ke rumah Michelle karena takut mengecewakan Michelle dengan dirinya yang tidak menghadiri acara penting bagi Michelle itu.
"Ibu yakin tetap mau pergi?" ucap Ussy.
"Yakin. Kita berangkat sekarang," ucap Bu Jena.
"Mobilnya belum sampai, Bu," ucap Ussy lagi.
"Kok lama? Kamu menyewa berapa mobil?"
"Gak nyewa, Bu tapi adiknya Pak Dirga dan adiknya Pak Aby yang akan mengantar kita semua ke rumah kak Michelle," jelas Ussy.
"Apa? Kenapa merepotkan orang lain, Sy? Kita kan bisa pakai angkot kalau memang tidak ada uang untuk menyewa mobil mewah," ucap Bu Jena.
"Mereka yang mau buka Ussy yang minta. Mereka juga sayang sama anak-anak di sini, Bu," ucap Ussy lagi.
__ADS_1
Bersambung