
Saat ini Randy sedang dalam perjalanan menuju restoran yang sudah ia sewa sepanjang hari ini.
"Kita mau kemana sih, Pa?" ucap Ratu dengan nada kesal.
"Mau ketemu klien," sahut Randy dengan begitu santainya.
"Kenapa harus ngajak Mama biasanya juga gak pernah ngajak Mama?" Ratu semakin kesal karena sudah hampir siang pun Randy belum juga mengingat hari ulang tahunnya.
Randy hanya tersenyum kecil melihat raut wajah sang istri yang terlihat kusut.
**********
Di tempat diadakannya pesta ulang tahun Ratu.
Aby, Mawar dan Nasya sudah berada di restoran itu. Mereka sudah menunggu kedatangan Mama dan Papa mereka, mereka juga sudah menyiapkan kue ulang tahun super besar yang sudah terpajang di tengah-tengah restoran itu.
"Wah ini sih kuenya jumbo banget," ucap Nasya.
"Papa maunya kue yang sebesar ini," ucap Aby.
"Sampai tinggian kue sama tinggi badan Nasya," ucap Mawar.
"Iya juga," ucap Nasya sembari menyamaratakan tubuhnya dengan kue yang terletak di atas meja itu.
"Eh tapikan kue ini letaknya di atas meja. Masih tinggian aku lah kalau kuenya ditaruh di bawah," sambung Nasya.
"Udah datang dari tadi ya?" ucap Dirga yang baru tiba di sana.
"Kamu telat dua puluh menit," ucap Aby setelah melihat jam ditangannya.
"Dua puluh menit itu aku gunakan untuk menjemput seseorang," ucap Dirga.
"Siapa hayo?" Nasya tersenyum sembari mencolek perut Dirga dengan jari telunjuknya.
"Kepo," ucap Dirga.
"Selamat pagi semuanya," ucap Michelle dengan senyuman manis di bibirnya.
"Oh, Michelle. Apa kabar?" ucap Abymana sambil mengulurkan tangannya pada Michelle.
"Mereka saling kenal?" batin Mawar.
"Ya, Tuan Muda, saya baik-baik saja," sahut Michelle.
"Perkenalkan ini Mawar, istri saya," ucap Aby lagi.
"Sayang, ini Michelle. Pacarnya Dirga," ucap Aby pada Mawar.
Michelle dan Mawar saling melempar senyuman lalu berjabat tangan meski sebenarnya mereka sudah berkenalan saat di kampus Mawar.
"Hemmm, pacarnya Mas ganteng toh," ucap Nasya.
__ADS_1
"Nasya! Mulai sekarang kamu gak boleh manggil Dirga dengan sebutan Mas ganteng, panggil Mas Dirga aja," ucap Aby karena tak ingin menimbulkan kesalahpahaman pada Michelle.
"Sekarang Dirga udah ada yang punya jadi kamu gak boleh bikin Michelle cemburu," ucap Mawar.
"Aku belum mengumumkan hubungan aku dengan Michelle tapi kalian sudah menebak-nebak," ucap Dirga.
"Kamu tuh gak pernah bawa perempuan jalan kalau perempuan itu tidak benar-benar kamu inginkan. Saya tahu perempuan di samping kamu ini sedang kamu perjuangkan," ucap Aby.
Dirga tersenyum tipis untuk menanggapi perkataan Aby.
"Maaf semuanya, ini persiapannya udah selesai semua belum ya? Ada yang bisa aku bantu?" ucap Michelle.
"Gak ada. Semua sudah selesai," ucap Mawar.
"Oh ya sebelum semuanya kumpul, aku ingin mengatakan sesuatu sama kalian. Mumpung kalian semua lagi kumpul di sini," ucap Michelle.
"Apa? katakan saja," ucap Aby.
"Sebenarnya aku orang misterius yang kalian cari. Aku orang yang waktu itu ada di kampung," ucap Michelle.
Sebelum menjalin hubungan baik dengan mereka, ia ingin mereka tahu siapa dirinya yang sebenarnya ia tak ingin ada kesalahpahaman diantara mereka yang bisa membuat hubungan mereka hancur kapanpun dan dimanapun.
"Apa!" ucap Dirga dan Aby.
"Pantas kamu bisa memetik bunga mawar milikku," ucap Mawar.
"Apa tujuanmu datang ke sana?" tanya Dirga penasaran.
"Aku akan jelaskan nanti," ucap Michelle.
"Karena waktu itu Mawar berusaha melepaskan masker penutup wajahku," sahut Michelle.
Tak lama keluarga Mahendra tiba di sana. Mereka berjalan memasuki restoran itu dan menghampiri Aby dan yang lainnya!
Nasya yang sedari tadi hanya diam dan hanya menyimak perbincangan mereka, kini terlihat benci melihat Jingga.
"Siapa yang mengundang mereka?" ucap Abymana.
Dirga mengangkat kedua bahunya menandakan ia tak tahu.
"Selamat pagi semuanya," ucap Mahendra.
Jingga langsung berdiri di samping kiri Aby tepatnya di tengah-tengah antara Mawar dan Aby.
Mawar hanya diam dan memilih pindah ke samping kanan Aby! Dia langsung menggandeng tangan Aby lalu menyandarkan kepalanya di pundak Aby.
"Sayang, aku pusing," ucap Mawar berbohong.
Sengaja ia berpura-pura demi menjauhkan Aby dari Jingga.
"Pusing? Ya udah duduk di sini," ucap Aby.
__ADS_1
Aby menarik kursi yang ada di belakangnya dan menyuruh Mawar untuk duduk di kursi itu.
"Bisa aja nih anak kampung," batin Marisa.
"Aby, kamu apa kabar? Oh ya tentang pertemuan kita kemarin–"
"Diam Jingga. Kamu gak lihat istri aku lagi pusing?" ucap Aby memotong perkataan Jingga.
"Jingga mau bicara apa? Kenapa Mas Aby seperti tidak ingin Jingga melanjutkan perkataannya," batin Mawar.
"Mawar, kamu pusing ya? Kalau pusing istirahat aja. Di sini pasti ada ruangan khusus untuk Manager restoran ini, kamu istirahat di ruangan itu aja," ucap Marisa yang berusaha menyingkirkan Mawar agar Mawar tidak ikut serta dalam pesta itu.
Di luar Restoran.
Randy keluar dari mobilnya lalu mengajak Ratu masuk ke restoran itu!
"Tumben sepi, gak biasanya restoran ini sepi," ucap Ratu yang tak melihat satupun kendaraan yang terparkir di sana.
Aby dan yang lainnya memang memarkirkan mobil mereka di tempat lain agar Ratu tak dapat menebak kejutan yang sudah mereka buat.
"Mungkin lagi sepi pengunjung Ma," ucap Rendy.
"Kayaknya itu mobil Pak Mahendra deh," ucap Ratu sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah mobil milik Mahendra. "Masa pengunjungnya cuma Pak Mahendra padahal biasanya restoran ini ramai pengunjung," sambung Ratu.
"Udah ah, ayo kita masuk," ucap Randy.
Randy pun langsung membawa Ratu masuk ke dalam restoran itu dan.
"Surprise!" seru semua orang yang ada di dalam restoran itu sesaat setelah pintu masuk restoran itu terbuka dan menampakkan Ratu dan Randy.
Ratu membuka mulutnya lebar dengan mata yang terus menatap mereka yang ternyata sudah ada di dalam restoran itu.
"Happy birthday to you, happy birthday to you." Orang-orang yang sudah menunggu Ratu pun langsung menyanyikan lagu ulang tahun untuk Ratu.
Ratu tersenyum lalu melangkah memasuki restoran itu.
"Mama senang?" tanya Randy.
"Papa," ucap Ratu lalu menggandeng tangan sang suami.
"Selamat ulang tahun Mama," ucap Nasya.
"Selamat ulang tahun Bu Ratu," ucap Marisa.
"Terima kasih semuanya, Terima kasih banyak," ucap Marisa sembari berjalan mendekati kue ulang tahunnya.
Setelah berdiri di depan orang-orang yang ia undang, Randy pun mulai berbicara.
'Terima kasih atas kehadiran kalian semua. Acara ini memang digelar sederhana dan hanya orang terdekat yang diundang, saya sebagai suami dari istri saya yang paling sempurna ini ingin meminta doa semoga di usianya saat ini istri saya sehat, panjang umur, banyak rezeki dan tentunya selalu sayang pada keluarga," ucap Randy.
Ratu meneteskan air matanya karena terlalu bahagia, ia tak menyangka ternyata suami dan anak-anaknya selalu memperhatikan dirinya dan selalu memperdulikan dirinya.
__ADS_1
"Oke, karena Mama udah nangis. Biar sedihnya hilang mending kita potong kue aja," ucap Nasya.
Bersambung