Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 254


__ADS_3

"Waktu itu aku kabur dari pernikahan ku dengan Aby, aku menjadikan Mawar sebagai ganti ku karena aku tidak mau berpisah dari Roger. Aku sangat mencintai Roger sampai akhirnya aku rela melepaskan apa yang seharusnya tidak aku berikan pada laki-laki yang belum tentu akan menikahi ku, hubungan kami baik-baik saja selama beberapa hari terakhir hingga saat kami pulang ke tanah air, aku baru tahu kalau ternyata ada perempuan lain yang sangat Roger cintai perempuan itu adalah Michaela, perempuan yang tadi melamarku untuk suaminya," jelas Jingga.


"Kenapa, Mbak? Karena cinta, Mbak rela melakukan semua itu?" tanya Frans dengan suara bergetar. Ada rasa yang tak biasa saat dirinya tahu bahwa orang yang dicintainya sudah tidak suci lagi tapi itu tidak menghilangkan rasa cintanya untuk Jingga. Sampai saat ini dirinya masih mencintai Jingga sama seperti sebelumnya.


"Aku memang bodoh, aku tidak tahu kalau ternyata dia hanya memanfaatkan aku saja. Dia menjadikan aku sebagai bahan balas dendam pribadinya pada keluarga Abymana, ternyata selama ini dia mendekati aku hanya ingin menghancurkan keluarga Aby saja, dia tidak benar-benar mencintai aku karena hanya Michaela lah yang dia cintai," ucap Jingga lagi.


"Lalu apa sekarang rasa cinta itu masih ada?" tanya Frans.


Jingga menggelengkan kepalanya. "Mawar sudah mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, aku sudah membuang rasa cinta untuk Roger dan Aby tapi aku juga tidak bisa membuka hati untuk orang lain karena aku takut ... aku takut saat dia yang aku cintai tahu kebenaran dalam diriku, dia akan pergi dan meninggalkan luka dalam. Aku sudah cukup tersiksa dengan perbuatan aku dimasa lalu, aku tidak ingin terluka lagi," ucap Jingga sembari menundukkan kepalanya.


Frans terus menatap Jingga meski kini gadis itu hanya menunduk dan menghindari tatapannya, diraihnya tangan Jingga dan digenggam dengan erat!


"Tatap mata saya," ucap Frans pada Jingga.


Jingga menggelengkan kepalanya, dirinya tak berani menatap wajah pemuda itu. Baginya terlalu malu untuk menampakkan wajahnya pada laki-laki yang sudah berterus terang mencintainya.


"Saya mencintai, Mbak Jingga tanpa syarat meski sekarang mahkota itu sudah hilang, saya tetap mencintai, Mbak Jingga setulus hati saya. Batalkan pernikahan, Mbak dengan orang itu dan kita akan menikah dalam waktu dekat ini. Saya siap menjadi suami yang insyaallah tidak akan menuntut kesempurnaan dalam diri, Mbak Jingga," ucap Frans dengan suara lembut.


Jingga mendongak menatap wajah Frans. Butiran bening itu meluncur begitu saja dari sudut matanya.


"Apa kamu serius?" tanya Jingga dengan suara pelan.


"Saya tidak pernah bercanda dalam urusan cinta. Saya terima semua yang ada dalam diri, Mbak Jingga. Saya bersedia menikahi, Mbak Jingga atas izin Allah dan juga keluarga kita."


"Tapi aku bukan perempuan baik-baik yang pantas untuk orang seperti kamu. Kamu orang alim yang taat beribadah sedangkan saya ...." Jingga menghentikan ucapannya dan kembali menundukkan kepala.


"Semua orang punya masa lalu, entah itu masa lalu baik atau buruk tapi masa lalu hanyalah masa lalu yang tidak akan pernah bisa kembali meskipun disesali jika Mbak Jingga merasa belum cukup baik maka bersama saya, kita akan sama-sama berusaha menjadi lebih baik lagi karena tidak ada manusia yang sempurna, kita hanya bisa, berusaha menjadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Percayalah, saya benar-benar mencintai, Mbak Jingga," ucap Frans panjang lebar.


Jingga menangis deras dan langsung berhamburan memeluk Frans.


"Aku tidak menyangka akan ada laki-laki yang begitu mencintaiku dan mau menerimaku apa adanya," lirih Jingga sembari memeluk Frans erat.


"Bismillah, mulai hari ini kita mulai hidup baru dengan status baru. Secepatnya saya akan melamar kamu pada orang tuamu," ucap Frans yang masih merasa canggung untuk sekedar membalas pelukan Jingga.


*********


Di restoran Roger.


"Selamat datang di restoran kami, silahkan masuk," sapa seorang karyawan di restoran itu pada Dirga dan Michelle yang baru tidak di depan pintu masuk restoran itu.


"Kakak saya ada?" tanya Michelle pada karyawan perempuan itu.

__ADS_1


"Ada di ruangannya. Mari saya antar," sahutnya.


"Tidak usah, saya bisa sendiri, kok," ucap Michelle lalu mulai melanjutkan langkahnya!


Michelle dan Dirga pun langsung berjalan ke arah ruangan Roger dan langsung mengetuk pintunya setelah tiba di depan pintu ruangan itu. Tanpa menunggu dipersilahkan masuk oleh si pemilik ruangan itu, Michelle dan Dirga langsung masuk ke dalamnya dan langsung mendapati Roger dan Michaela yang sedang duduk dengan saling terdiam.


"Michelle, Dirga, kalian ngapain ke sini?" tanya Michaela.


"Aku pikir kita perlu bicara," ucap Michelle.


"Duduklah! Mau bicara apa?" tanya Roger.


"Tentang keinginan kak Michaela." Michelle duduk sembari terus menatap sang kakak ipar.


"Apa lagi yang mau kalian bicarakan, tadi kami sudah melamar Jingga," ucap Michaela.


"Kakak melakukan ini, apa karena ada sesuatu?" tanya Michelle.


"Tidak ada, sesuatu apa maksud kamu?" tanya Michaela.


"Sesuatu yang memaksa kakak harus menikahkan kak Roger dengan Jingga. Sesuatu video, mungkin?" ucap Michelle penasaran.


"Sebelumnya aku minta maaf, sebenarnya video itu milikku," ucap Michelle.


"Apa!" seru Roger dan Michaela secara bersamaan.


"Itu ... sebenarnya itu bukti untuk Aby kalau waktu itu Jingga bukan diculik tapi sengaja kabur bersama selingkuhannya dan selingkuhannya itu, ya kak Roger," ucap Michelle.


"Kamu ini gimana, sih? Kenapa membuat suasana semakin kacau kenapa tidak kamu buang saja bukti itu?" ucap Roger dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.


"Aku yang salah karena lupa membuangnya," ucap Dirga.


"Gak ada yang salah, semua ini sudah ditakdirkan oleh Allah, takdirku takdir Mas Roger, takdir kami harus hidup dalam cinta yang terbagi," ucap Michaela.


"Kamu sudah tahu ini dari dulu tapi kamu hanya membiarkan ini terjadi, seharusnya kamu minta kakakmu untuk menikahi Jingga sebelum dia menikahi aku," ucap Michaela lagi pada Michelle.


"Ya, aku terima kesalahanku tapi waktu itu tidak tahu kalau kak Roger ini adalah kakakku. Aku tidak tahu dan saat itu aku tidak ingin ikut campur urusan orang, aku seorang detektif rahasia yang bekerja untuk Abymana setelah tugasku selesai, aku tidak ikut campur lagi urusan mereka," ucap Michelle.


"Tapi setelah itu kamu tahu bahwa Roger ini kakakmu, kenapa tidak bilang padaku kalau laki-laki ini pernah merampas hidup seseorang? Kamu malah membiarkannya hidup bebas dan membiarkan Jingga hidup dalam ketakutan," ucap Michaela dengan emosi yang meledak-ledak.


"Kak, kami tidak ingin membuat kamu sedih. Bukan maksud kami untuk menutupi keburukan kak Roger dan kami juga tidak bermaksud untuk membohongi kakak," jelas Dirga.

__ADS_1


"Keputusanku sudah bulat. Mas Roger akan menikahi Jingga," ucap Michaela.


"Aku mamamg salah tapi apa kamu tidak berpikir dengan menikahi Jingga, kita semua akan tersiksa. Kamu tersakiti, aku tersakiti dan Jingga akan semakin terluka karena aku tidak akan pernah bisa, mencintai dia," ucap Roger.


"Aku akan baik-baik saja, kalian pernah saling mencintai perlahan cinta akan kembali tumbuh dalam diri kamu dan Jingga," ucap Michaela.


**********


Di panti asuhan.


Nasya sedang berbicara dengan Bu Jena dan sudah menyerahkan uang yang papanya titipkan padanya untuk anak-anak di sana.


"Terima kasih, Nak Nasya," ucap Bu Jena.


"Sama-sama, Bu." Nasya tersenyum ramah pada Bu Jena.


"Mbak Nasya, tuh anak tuyul kesepian dari tadi sendirian," ucap Ussy sembari mengarahkan jarinya kepada Reza yang sedang duduk sambil main ponsel.


"Kesepian gimana, dia lagi asyik main game, itu," ucap Nasya.


"Main game apa, orang dari tadi cuma masukin ponsel ke saku terus ambil lagi, masukin lagi dan ambil lagi," ucap Ussy.


"Eh, Reza! yang gila aja pernah waras, ngapain gabut di situ?" ucap Fredy pada Reza.


Reza menoleh menatap Fredy. "Aku tahu yang gila dulunya pernah waras. Ngapain sih sibuk banget dengan urusan orang, pacaran saja sana!" seru Reza.


"Apaan, sih ribut mulu kerjaannya," ketus El.


"Pacar kamu tuh ribet banget sama urusan orang," ucap Reza.


"Kita pulang Yuk!" ajak Nasya.


"Udah urusannya?" tanya El.


"Udah, kita mau langsung pulang atau mampir dulu ke mana kek," ucap Nasya lagi.


"Ya udah kita keliling Mall dulu," ucap Fredy.


"Ide bagus, yuk ah kita pergi!" ucap El yang mulai ceria lagi.


Mereka pun langsung melanjutkan perjalanan mereka setelah berpamitan pada Bu Jena, Ussy dan semua anak-anak di sana.

__ADS_1


__ADS_2