Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 47


__ADS_3

Hari kedua Mawar berkuliah.


Pagi itu sekitar pukul sembilan pagi. Marisa dan Jingga datang ke rumah Abymana untuk menemui Mawar.


Sengaja mereka datang di jam segitu karena menunggu Abymana pergi dari rumahnya terlebih dahulu.


"Mawar! Mawar!" teriak Jingga dan Marisa didepan pintu gerbang rumah Aby dan Mawar.


"Maaf Bu, Tuan Muda sudah berangkat ke kantor sedangkan Non Mawar juga sudah pergi kuliah," ucap Frans tanpa membuka pintu gerbang itu.


"Kuliah ... untuk apa anak kampung itu kuliah. Emang dia pernah sekolah di kampungnya?" ucap Jingga dengan penuh kesombongan.


"Kalian tahu gak, Mawar kuliah di mana?" tanya Marisa.


"Yang kami dengar beliau kuliah di Universitas xxx tapi kami tidak tahu pastinya beliau kuliah di mana karena kami tidak tertarik untuk ikut campur urusan orang."


Tanpa bertanya lagi, Marisa langsung pergi meninggalkan rumah itu.


"Kita cari Mawar di kampusnya," ucap Marisa sembari berjalan dan menaiki mobilnya.


"Mama yakin yang mereka sebutkan tadi beneran tempat Mawar kuliah?" tanya Jingga memastikan.


"Iya, kita cari aja dulu dia di sana."


"Itu Universitas ternama, gak sembarangan orang bisa masuk ke sana. Hanya orang-orang yang memiliki nilai terbaik yang bisa masuk ke sana dan lagi harga perbulan kuliah di sana sangat mahal. Gak mungkin Aby mau membiayai kuliahnya Mawar di tempat semahal itu."

__ADS_1


"Mama tahu tapi apa salahnya kita cek dulu. Gak mungkin Mawar atau Aby berkata bohong pada mereka."


"Ya udah terserah Mama aja meski aku gak yakin Mawar bisa kuliah di sana."


Marisa terus melajukan mobilnya menuju tempat yang diberitahukan oleh Frans!


**********


Di kampus Mawar.


"Hai Mawar, boleh aku duduk di sini?" tanya Galaxi yang sudah mengambil posisi untuk duduk di samping Mawar.


"Gak usah tanya kalau akhirnya main nyelonong duduk di samping aku."


"Kamu lagi ngapain?"


Galaxi tersenyum lalu mengambil buku yang saat itu sedang dibaca oleh Mawar!


Pemuda itu memang terbilang jahil bahkan terkenal nakal.


Bagaimana tidak, dia suka mengerjai orang bahkan sering mengerjai dosen yang tidak ia sukai.


Mawar berusaha mengambil buku miliknya yang diambil secara tiba-tiba oleh Galaxi!


"Balikin bukunya!" Mawar mencoba meraih bukunya namun Galaxi terus mengangkat buku itu ke arah dimana Mawar tak dapat menggapainya sesekali ia memindahkan buku itu dari tangan kanan ke tangan kiri dan juga sebaliknya.

__ADS_1


"Ambil sendiri kalau kamu bisa. Kalau dalam lima menit kamu gak mendapatkan buku ini maka kamu harus jadi pacar aku selama satu minggu."


Yura yang melihat dan mendengarkan apa yang Galaxi katakan langsung berjalan menghampiri mereka lalu merebut buku itu dari tangan Galaxi lalu melemparnya ke Mawar hingga mengenai dada Mawar.


"Ahh." Mawar mengaduh kesakitan.


"Apa-apaan sih lo, Yura."


"Aku gak mau ya kamu dekat-dekat sama anak baru ini."


"Emang lo siapa hah? Ngatur-ngatur hidup gue."


"Aku suka sama kamu Lax, kenapa kamu gak mau mengerti juga."


Tanpa berkomentar apa pun, Mawar pergi meninggalkan mereka! Ia tak ingin mendengarkan perdebatan mereka yang tidak penting!


"Hai Mawar, kenalin aku Sherin. Kemarin kita tidak sempat berkenalan karena ada insiden itu," ucap gadis yang pertama berbuat baik pada Mawar dengan menawarkan duduk di sebelahnya.


"Hai," ucap Mawar sembari mengulurkan tangannya menjabat tangan Sherin.


"Sepertinya kamu akan mendapat masalah setiap harinya."


"Oh ya, kenapa bisa begitu?"


"Pertama Yura gak suka sama kamu. Dia pasti selalu mengusik kesenangan kamu kedua Galaxi. Cowok ganteng idaman para gadis itu sepertinya suka sama kamu dan aku yakin kamu akan terus dikejar olehnya."

__ADS_1


Mawar tertawa renyah. "Kamu bisa aja. Emang aku mau lari kemana sampai harus dikejar?"


Bersambung


__ADS_2