
Setelah malam mulai menyapa, saat itu waktu sudah menunjukan pukul dia puluh lewat dia puluh lima menit. Randy dan Ratu sudah siap untuk pulang sedangkan Dirga dan Nasya sudah pergi lebih dahulu.
"Mawar, Aby, Mama sama Papa pulang dulu ya," ucap Ratu.
"Iya Ma, apa kalian gak menginap saja di sini?" ucap Mawar.
"Gak usah, terima kasih. Mama sama Papa gak mau ganggu kalian," ucap Ratu.
"Gak ganggu kok Ma," ucap Aby.
"Papa ngerti kalian kan pengantin baru meski gak baru-baru amat," ucap Randy.
Aby tersenyum sembari menggaruk kepalanya.
"Ya udah, Mama sama Papa langsung pulang ya," ucap Ratu.
Mawar dan Aby pun langsung mencium punggung tangan Randy dan Ratu secara bergantian.
**********
Di panti asuhan.
"Aku betah di sini karena ada adik aku di sini. Rasanya aku gak mau pulang," ucap Roger.
Malam itu Roger tetap tak ingin pulang dari panti asuhan tempat Michelle tinggal, ia tak ingin berpisah lagi dari adik yang selama ini dia sayangi itu.
"Aku sudah yakin kalau kakak adalah kakak kandungku dan aku juga sudah menerima itu. Sekarang kakak pulang, istri kakak di rumah sedang menunggu," ucap Michelle.
"Aku belum puas bersamamu," ucap Roger.
"Kita masih bisa bertemu besok," ucap Michelle.
"Aku takut kamu pergi lagi."
"Tidak akan. Kalau saja kakak tahu selama ini aku juga mencari kalian, aku juga rindu pada kalian," ucap Michelle sembari meneteskan air matanya.
Roger kembali memeluk Michelle dengan sangat erat, ia mencium pucuk kepala Michelle sebanyak beberapa kali.
"Maafkan kakak karena terlambat menemukanmu. Kamu pasti menderita tanpa kami," ucap Roger.
"Aku baik kak, ada Ibuku di sini yang selalu menyayangi diriku," ucap Michelle.
"Kalau ini terlalu menyiksa kalian, ada baiknya kalian tinggal bersama. Pergilah Nak, ikutlah bersama kakakmu," ucap Bu Jena.
"Bu, aku butuh waktu untuk pergi dari sini biar bagaimanapun Ibu adalah Ibuku dan anak-anak di sini adalah keluargaku," ucap Michelle.
__ADS_1
"Alhamdulillah akhirnya kak Michelle sudah menemukan keluarga kakak," ucap Ussy yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan mereka.
"Waktu itu saya pernah ke sini saya pikir kamu adalah Mimi yang saya cari," ucap Roger saat melihat Ussy.
"Oh ya, Ussy ingat waktu itu Anda pernah mengintip dari depan sana," ucap Ussy.
**********
Di rumah Aby.
Aby dan Mawar sedang membuka satu per satu kado yang Mawar dapatkan dari keluarga Aby.
"Ini terakhir, dari Dirga nih kayaknya," ucap Aby.
Mawar mengalihkan pandangannya pada kado yang sedang dipegang oleh Abymana.
"Iya kayaknya, tuh ada ucapan gak jelas," ucap Mawar yang melihat tulisan tangan Dirga pada kado itu.
"Selamat ulang tahun, jangan lupa bahagiakan suamimu," ucap Aby membaca pesan yang ditulis oleh Dirga di kado itu.
"Apa maksudnya? Tiap hari aku membahagiakan kamu kan, emang kamu suka curhat sama Dirga kalau aku suka KDRT?" ucap Mawar.
"Nggak lah, gak mungkin aku bilang gitu," ucap Aby.
"Coba buka, apa isi kado itu."
"Ada pesan nih," ucap Mawar sembari meraih kertas kecil dari dalam kado itu.
"Beribadah lah pada suamimu dengan menggunakan gaun malam yang kuberikan. Buatlah Tuan Muda terpesona dan cetak keponakan buat aku, jangan lupa cetak keponakan yang cantik atau ganteng ya," ucap Mawar membaca pesan dari Dirga.
"Kurangajar ya tuh anak, tahu aja aku gak pernah menggoda kamu," ucap Mawar.
Aby menatap Mawar lalu tersenyum. "Nah udah diingatkan, mulai sekarang cobalah untuk menggodaku," ucapnya.
Mawar membuka isi kado yang masih terbungkus plastik dan ia terkejut saat melihat baju apa yang dihadiahkan oleh Dirga padanya.
"Ini apaan?" ucap Mawar.
"Itu gaun tidur lah, masa kamu gak tahu," ucap Aby.
"Aku tahu, maksud aku ini lebih ke apa ya ... kalau bentukannya seperti ini ngapain pakai baju, telanjang aja udah," ucap Mawar sembari membentangkan gaun tidur yang sangat tipis dan transparan itu.
"Dirga perhatian banget, dia tahu kayaknya aku gak pernah dikasih pemandangan indah. Coba kamu pakai," ucap Aby.
"Gak mau. Malu," ucap Mawar.
__ADS_1
"Kenapa harus malu, aku kan suamimu. Ingat ya kita baru melakukannya sekali, apa kamu gak mau bikin aku bahagia di hari bagaiamu ini?" ucap Aby.
"Yang ulang tahun kan aku, kenapa aku yang harus membahagiakan kamu," ucap Mawar.
"Nanti kan gantian aku yang membahagiakan kamu," timpal Aby.
Mawar menatap Aby lalu menatap gaun dari Dirga, ia langsung merinding saat membayangkan dirinya memakai gaun tidur itu.
*******
Di ruang kerjanya, Mahendra duduk di kursi kerjanya tapi tak ada sesuatu apapun yang ia kerjakan. Ia melamun merenungi kehidupannya yang akan datang setelah Mawar benar-benar mengambil alih kekuasaannya dari kantornya.
Ia tahu bahwa dirinya dan istrinya tak pernah memperdulikan Mawar, ia takut dengan keputusan Aby ini ternyata hanya jalan untuk Mawar balas dendam padanya dan keluarganya.
Raut wajah gelisah terpampang nyata pada wajah yang sudah mulai menua itu.
"Apapun yang akan kamu lakukan pada Papa, Papa ikhlas. Papa sadar Papa bukanlah orang tua yang baik untuk kamu," batin Mahendra.
"Maafkan Papa," sambungnya namun, sekarang dengan sedikit bergumam.
Di kamar Marisa.
"Gawat nih kalau Abymana mengambil semua asetnya. Bisa jatuh miskin aku," batin Marisa yang juga sudah mulai merasa tak tenang.
Marisa duduk di depan meja riasnya sembari menatap wajahnya dari pantulan cermin di depannya.
"Gak, gak bisa pokoknya ini gak boleh terjadi, aku harus melakukan sesuatu," batin Marisa lagi.
Wanita yang sudah mulai tua itu kembali memutar otaknya untuk membuat Aby membatalkan rencananya. Ia tak ingin kehilangan semua hartanya dan tak ingin merasakan hidup susah.
**********
Di rumah Roger.
"Mas, kamu kok baru pulang? Udah jam berapa ini," ucap Michaela.
"Ada urusan, besok aku akan beritahu semuanya padamu," sahut Roger.
"Apa? Apa yang aku gak tahu darimu?" Michaela menggandeng Roger lalu berjalan berdampingan menuju Ruang keluarga!
"Ada banyak yang tidak kamu ketahui dari aku, besok aku akan memberitahu kamu semuanya tak akan ada satupun yang terlewatkan. Maaf karena selama ini aku tidak berkata jujur padamu," ucap Roger sembari duduk di kursi yang ada di belakangnya.
"Mas, kenapa harus besok? Kenapa tidak sekarang aja? Apa yang kamu sembunyikan dariku?" ucap Michaela sembari ikut duduk di kursi yang diduduki oleh Roger.
"Karena aku ingin bicara dengan menunjukkan sebuah bukti. Aku cinta sama kamu tapi aku juga sayang padanya jika setelah kamu tahu apakah yang aku sembunyikan darimu selama ini, aku ikhlas untuk menerima semua kemungkinan keputusan terburuk mu."
__ADS_1
"Maksud kamu apa, Mas? Apa orang ketiga yang ingin kamu jadikan sebuah bukti atas pengakuan mu?" ucap Michaela yang sudah berpikir buruk pada sang suami.