Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 236


__ADS_3

"Aaaaa!" Para perempuan itu terus berteriak ketakutan saat melihat pertempuran yang belum juga ada ujungnya.


"Ikut denganku!" tegas seorang laki-laki pada kelima perempuan itu.


Laki-laki itu menarik tangan salah satu perempuan itu dengan kasar dan membawanya kembali masuk ke dalam bangunan itu.


Dengan cepat salah satu dari mereka menancapkan senjata yang diberikan oleh Michelle padanya demi melindungi mereka semua dari kekasaran laki-laki itu!


Sementara itu Michelle masih berusaha melumpuhkan mereka mereka dengan caranya sendiri hingga setelah berkelahi kurang lebih sekitar sepupu menit, semua penjaga itu sudah terkapar di lantai dan tak dapat melakukan perlawanan lagi.


"Ayo semuanya!" Michelle memanggil para perempuan itu dan membawanya keluar dari sana namun, sayang belum berhasil pergi dari sana Fian datang bersama beberapa anak buahnya.


"Mau kemana kalian!" seru Fian.


Michelle dan para perempuan itu menghentikan langkahnya dan berjalan mundur beberapa langkah!


"Mau mencoba kabur rupanya," ucap Fian setelah melihat anak buahnya tergeletak di lantai.


"Bawa mereka masuk ke dalam dan ikat lagi terkecuali yang satu ini," ucap Fian sembari menunjuk ke arah Michelle.


Michelle menatap lima perempuan itu yang terlihat sudah kelelahan, wajah mereka terlihat pucat mungkin karena mereka juga sedang ketakutan.


Tiga anak buah Fian pun langsung menghampiri para perempuan itu dan langsung mencengkram tantan mereka dan menyeretnya ke dalam bangunan itu lagi!


"Jangan sakiti mereka!" seru Michelle.


Fian tersenyum lalu berjalan menghampiri Michelle!


"Kamu terluka, ini akibatnya karena memberontak di sini. Kamu bisa mengalahkan mereka tapi akhirnya tidak berhasil," ucap Fian sembari berusaha meraih sudut bibir Michelle yang mengeluarkan darah segar.


"Mereka hanya tiga orang sedangkan kalian lima orang. Ayo! Tunjukkan kemampuan kalian!" teriak Michelle pada lima perempuan itu.


"Menyerah saja, Cantik. Kamu tidak akan bisa lari dari tempat ini," ucap Fian dengan tatapan penuh nafsu birahi.


"Kejahatan mu cukup sampai di sini saja, Tua bangka tak bermoral. Sebentar lagi aku akan membongkar semua kebusukan kamu," ucap Michelle pada Fian.


Fian hanya tertawa menanggapi perkataan Michelle, ia memang selalu meremehkan kemampuan seorang perempuan karena baginya tidak ada yang lebih kuat dari kaum laki-laki.


Michelle mengepalkan tangannya dan langsung memberi bogem tepat di perut Fian hingga perkelahian pun tak dapat terhindarkan! Mereka mulai saling serang dan saling menghindari serangan lawan untuk menjaga diri masing-masing.


Di tempat bagian dalam bangunan itu. Para perempuan itu tidak bisa melawan meski laki-laki itu hanya berjumlah tiga orang tapi tenaga mereka tak dapat menyaingi tenaga para laki-laki itu yang bertubuh besar dan kekar.


"Diam! Diam kalian!" seru salah satu dari laki-laki itu.

__ADS_1


Para perempuan itu seketika langsung terdiam dan hanya duduk di pojokan dengan tangis yang tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.


Saat sedang ketakutan mereka tak bisa berpikir jernih hingga mereka lupa dengan senjata yang mereka dapatkan dari Michelle.


"Michelle!" Seru Dirga yang baru tiba di tempat itu.


Beberapa anak buah Fian yang menunggu di bagian luar bangunan itu langsung menyerang Dirga secara bersamaan.


Di dekat pintu keluar, Michelle dapat melihat bahwa suaminya itu sudah tiba ia pun tak ingin membuang waktu lama-lama, ia memukul punggung Fian dengan sangat keras hingga laki-laki paruh baya itu langsung terjatuh tersungkur ke lantai.


Michelle langsung menusukkan jarum itu pada Fian! Setelah itu ia langsung menyelamatkan lima perempuan itu dari anak buah Fian!


Di luar.


Dirga masih berusaha sekuat mungkin untuk menyingkirkan orang-orang itu! Dirinya yang hanya sendirian harus melawan empat anak buah Fian sekaligus.


********


Di kediaman Aby.


Bu Marisa berjalan pelan menghampiri Mawar yang saat ini sedang duduk di taman depan rumahnya!


Dengan perasaan yang serba salah, Bu Marisa tetap mendekati Mawar lalu duduk di samping Mawar!


"Apa karena aku bukan anaknya Papa Mahendra, Mama tidak pernah menyayangi aku seperti Jingga?" tanya Mawar tanpa menatap Bu Marisa sedikit pun.


"Maafkan Mama. Mama yang salah, Mama sudah melampiaskan kebencian pada anak yang sama sekali tidak tahu apa-apa." Bu Marisa berucap dengan penuh penyesalan, air matanya sudah menetes dan membasahi pipinya.


"Kenapa dulu, Mama tidak membunuhku saja? Apa Mama lebih suka melihat aku mati berkali-kali seperti sekarang ini?" ucap Mawar lagi.


"Maafkan Mama, maafkan Mama, Mawar." Bu Marisa hanya bisa mengatakan kata maaf karena memang dirinya yang bersalah.


"Aku tidak pernah membenci Mama atau pun keluargaku, aku sayang kalian semua, untuk apa meminta maaf? Bahkan aku tidak pernah merasa Mama dan Papa mempunyai salah padaku."


"Kamu tidak tahu perasaan Mama, Mama juga sangat menderita, Mawar. Kamu pasti sudah tahu dari Michelle tentang semua yang terjadi pada Mama yang membuat Mama sangat membencimu dulu tapi sekarang Mama sayang sama kamu, Mama menyesal karena sudah memperlakukan kamu seperti itu," ucap Bu Marisa.


Mawar menangis karena mengingat video yang ia lihat di tempat Michelle, dirinya memang tak mengalami hal buruk itu tapi dirinya ikut merasakan penderitaan yang dirasakan oleh Bu Marisa.


"Jangan bahas itu, Ma. Aku sudah memaafkan Mama tanpa harus diminta, lupakan semua yang sudah terjadi karena kita tidak mungkin mengulang waktu yang sudah terlewatkan. Mungkin Mama bersalah padaku tapi aku juga punya kesalahan pada Mama dan juga Papa, sebagai anak yang tidak diinginkan, aku terlalu memaksakan kehendak, aku sudah membuat kalian menderita dengan mengambil semua aset kalian yang aku pikir aku juga berhak atas semua itu tapi nyatanya sedikit pun aku tidak ada hak atas semua harta yang kalian miliki. Maafkan aku, maafkan aku," ucap Mawar.


Bu Marisa memeluk Mawar! Mereka masih menangis dalam pelukan satu sama lain.


"Mulai saat ini, jangan pernah ada lagi rahasia diantara kita yang dapat menyakiti satu sama lain. Mama janji, mulai sekarang Mama akan menyayangi kamu bahkan lebih dari Mama menyayangi diri Mama sendiri. Izinkan Mama untuk mengganti kasih sayang yang tidak kamu dapatkan selama dua puluh tahun lamanya," ucap Bu Marisa sambil terus memeluk Mawar.

__ADS_1


Di tempat yang tidak terlalu jauh dari mereka. Aby, Jingga dan Pak Mahendra berdiri sambil memperhatikan mereka berdua, sebuah senyuman bahagia terukir di wajah ketiganya melihat Mawar dan Bu Marisa saling meminta maaf dan saling mengutarakan isi hatinya.


Ternyata mereka berdua saling menyayangi meski rasa sayang itu datang terlambat.


*******


Di tempat penyekapan itu, Michelle dan Dirga sudah berhasil melumpuhkan para penjahat itu, mereka juga sudah mengikat tangan dan kaki para penjahat itu agar tidak bisa lari dari sana.


Dirga langsung memeluk Michelle dengan erat untuk menghilangkan rasa kekhawatirannya!


"Aku khawatir sama kamu," ucap Dirga.


"Aku baik-baik saja," ucap Michelle sembari membalas pelukan Dirga.


"Buruan ku sudah tertangkap. Boleh aku melanjutkan misiku?" tanya Michelle sembari menatap Dirga.


Dirga menangkup kedua pipi Michelle lalu mengelus darah segar yang keluar dari sudut bibir Michelle dengan ibu jarinya.


"Aku tahu kamu tidak pernah pulang dengan kegagalan. Lakukan tugasmu dengan baik, aku akan mendampingi dirimu dari sini," ucap Dirga sambil terus mengusap pipi Michelle.


Michelle tersenyum lalu meraih kedua tangan Dirga lalu menurunkannya ke bawah.


"Sebentar lagi polisi akan datang tolong bantu aku menaikkan bajingan ini ke dalam mobil," ucap Michelle.


Dirga mengangguk pelan dengan sedikit mengulas senyum di bibirnya.


"Polisi akan datang, kenapa kalian malah membawa ketua penjahat ini pergi?" ucap salah satu dari lima perempuan itu.


"Aku masih ada urusan yang belum selesai dengan penjahat ini. Kalian tenang saja saat urusanku selesai, orang ini akan masuk penjara sama seperti anak buahnya," ucap Michelle.


"Siapa kamu sebenarnya? Aku tahu kamu datang bukan untuk menyelamatkan kami tapi untuk menangkap laki-laki itu," ucap perempuan yang lainnya.


"Istriku adalah seorang pemburu penjahat seperti laki-laki ini. Kalian masuk ke dalam mobil saya, saya akan mengantar kalian semua pulang ke rumah masing-masing," jelas Dirga.


"Pergilah, Sayang sebelum polisi datang," ucap Dirga pada Michelle.


"Oke. Aku titip mereka ya, awas jangan digodain dan antarkan mereka pulang dengan selamat kalau berani mencolek mereka sedikit saja, aku potong jatah cintanya," ucap Michelle.


Dirga tertawa kecil mendengar perkataan sang istri. Saat seperti ini saja Michelle masih bisa bercanda seperti itu.


"Iya, sayangku. Tenang saja," ucap Dirga.


Sementara itu lima perempuan yang baru saja diselamatkan oleh Michelle hanya tersenyum melihat pasangan suami istri itu. Mereka bersyukur mereka bisa kembali ke rumah mereka masing-masing atas bantuan orang yang sama sekali tidak pernah dikenalnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2