Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 41


__ADS_3

"Kamu ganti baju duluan deh, aku tunggu kamu di sini," ucap Aby yang membiarkan Mawar masuk kedalam kamarnya terlebih dahulu.


"Emang kamu gak kedinginan?" tanya Mawar sembari membuka pintu kamarnya.


"Ya, dingin lah tapi kalau aku ikut masuk, nanti kamu marah terus nangis nyalahin aku yang kamu anggap mencuri kesucian kamu padahal sebenarnya aku berhak atas dirimu dan semua yang ada dalam tubuhmu."


"Sebenarnya kamu lagi mengingatkan aku atau memberitahu aku tentang hak kamu?"


"Nggak ada maksud begitu tapi kalau kamu merasa ya syukur alhamdulillah."


Mawar menatap Aby lalu segera masuk ke dalam kamarnya! Tak lupa ia menutup pintunya.


Aby tetap berdiri di sana sembari menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup rapat.


"Mawar sama Jingga, kok mereka beda jauh banget. Dengan mudahnya Jingga memberikan kesuciannya pada laki-laki lain lah Mawar dicium sama aku yang jelas-jelas suaminya sendiri kok malah ngambek sampai nangis deras kayak kehilangan harta bendanya," batin Aby.


Tak lama kemudian, Mawar membuka pintunya lalu berjalan keluar dari kamarnya!


"Kamu, ganti baju sana. Aku mau bikin minum dulu, kamu mau teh atau kopi?"


"Aku mau– terserah kamu aja deh."


Mawar pun langsung pergi meninggalkan Aby di sana!


"Tadi marah sampai mukulin aku, sekarang nawarin minum. Cukup membingungkan gadis satu ini, gadis seperti dia langka bahkan mungkin hampir punah dari dunia ini, jangan-jangan Mawar adalah satu-satunya gadis yang seperti itu."


*******


"Ussy, kamu kok belum pulang?" tanya Dirga.


"Iya Pak, sengaja belum pulang karena mau nungguin Bapak dulu."


"Mau ngapain, ada keperluan rumah yang sudah habis?"


"Bukan Pak."


"Terus apa?"


"Besok hari minggu kan."


"Ya terus?"


"Uang jajan mingguan." Ussy menadahkan tangannya didepan Dirga.


"Besok, Ussy mau makan di restoran," sambungnya.


Dirga nyengir sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Mau makan di restoran? Gak harus besok. Ayo nanti malam sama saya."


"Makan malam di restoran?" Ussy menatap Dirga.


"Iya, kamu sendiri yang bilang mau makan di restoran."


"Serius Pak? Makan malam di restoran ... berdua? Ih romantisnya." Ussy membayangkan malam indah bersama sang majikan. Bibirnya terus tersenyum tanpa ia sadari Dirga terus menatapnya.

__ADS_1


Dirga tertawa kecil lalu dia memetik jarinya tepat dedepan wajah Ussy hingga membuat khayalan Ussy musnah seketika.


"Hayo lagi mikirin apa?"


"Ih, Bapak mah, ganggu orang aja. Ussy lagi ngebayangin gimana rasanya makan di restoran mewah. Kita mau makan di restoran mahal kan?"


"Terserah kamu mau makan di restoran yang seperti apa. Sekarang kamu pulang dan nanti habis maghrib, saya jemput kamu."


"Siap Pak. Ussy pulang dulu ya, babai Pak Dirga." Ussy melambaikan tangannya pada Dirga lalu pergi dengan begitu gembiranya.


Dirga hanya tersenyum melihat tingkah Ussy yang menurutnya lucu.


"Jangan sampai anak itu suka sama aku," gumam Dirga.


"Lucu juga ya kalau aku pacaran sama cewek usia tujuh belas tahun." Dirga membayangkan bagaimana rasanya berpacaran dengan anak ABG.


"Astaga, apa yang aku pikirkan? Aduh jadi ngaco kan otak aku gara-gara Ussy. Ussy nih yang harus disalahkan."


**********


Malam hari sekitar pukul sembilan belas. Jingga keluar dari kamarnya dengan sudah mengenakan pakaian rapi. Dia berniat pergi ke luar untuk menemui Roger, dirinya harus bicara dengan laki-laki itu.


"Jingga, mau kemana kamu?" tanya Marisa yang tak sengaja melihat Jingga keluar dari kamarnya.


"Aku mau keluar sebentar," sahutnya dengan suara parau.


"Mau kemana? Bilang sama Mama, kamu sedang ada masalah apa?"


"Tidak ada, Mam. Aku baik-baik saja."


"Lalu kenapa tadi kamu menangis dan mengunci pintu?" tanya Mahendra yang saat itu baru keluar dari kamarnya.


"Jingga!" seru Mahendra.


Jingga menghentikan langkahnya lalu menatap Papanya.


"Ya pa, ada apa lagi?"


"Jangan pulang terlalu malam," sambung Mahendra.


"Iya Pak, lagipula aku pergi cuma sebentar kok."


**********


"Kamu sudah siap untuk pergi?" tanya Dirga pada Ussy.


Saat ini Dirga sedang berada di depan kontrakannya Ussy untuk menjemput gadis itu.


"Udah Pak. Gimana, Ussy udah cantik belum?" tanya Ussy sembari memutar tubuhnya didepan Dirga.


"Cantik, setiap hari kamu emang cantik."


"Oh iya ya, Ussy lupa. Ussy kan emang udah cantik dari lahir."


Dirga tertawa renyah. "Udah ayo kita berangkat nanti keburu malam."

__ADS_1


*******


"Mawar, kamu lagi ngapain?"


"Gak liat apa, aku lagi masak," sahut Mawar dengan nada ketus.


"Maksud aku lagi masak apa?"


"Lagi bikin opor ayam buat kita makan malam."


"Wih wanginya enak." Aby berjalan mendekati Mawar yang sedang mengaduk masakannya yang masih berada dalam kuali!


"Iya dong. Mau mencicipi nya?"


"Apa boleh?"


"Tentu saja, ini udah matang kok tinggal menyesuaikan rasanya saja."


Mawar mengisi sendok yang masih baru dengan kuah opor itu lalu meniupnya sampai sedikit hangat.


"Nih coba deh, enak gak?" Mawar menyodorkan sendok itu ke mulut Aby dan memintanya untuk mencicipi masakannya itu.


Untuk sesaat, Aby tertegun namun sedetik kemudian dia meraih tangan Mawar lalu mengarahkannya ke mulutnya!


"Emm, enak banget. Udah pas kayaknya," ucap Aby.


"Beneran?" Mawar menatap Aby dengan senyuman di bibirnya.


"Menurut aku sih iya, gak tahu deh menurut kamu. Selera kita bisa aja beda kan."


"Aku coba juga deh." Mawar mengambil sendok baru lagi lalu mencicipi opor buatannya.


"Gimana?"


"Iya, udah pas ini. Seleraku juga gini."


"Ada yang bisa aku bantu?"


"Gak ada. Eh ada, tolong bawa ini ke meja makan, aku mau ngambil piring dulu." Mawar memberikan masakan yang sudah ia tuang ke dalam wadah dan meminta Aby menaruhnya di atas meja makan.


"Kita mau langsung makan?" tanya Aby setelah meletakkan masakan itu.


"Iya, aku sudah lapar kalau kamu belum mau makan gak apa-apa biar aku sendiri saja yang makan."


"Mau lah, siapa yang gak tergoda sama masakan seenak ini." Aby duduk di kursi makan lalu menuang air putih kedalam gelasnya.


"Aku ambilin deh, nasi buat kamu." Mawar mengisi piring kosong dengan nasi!


"Segini cukup gak nasinya?"


"Udah, segitu aja."


"Oke, aku tambah laiknya ya."


Mawar terus menggerakkan tangannya dengan cekatan mengisi piring makan milik Abymana.

__ADS_1


Aby terdiam sembari menatap wajah Mawar yang sedang serius melayani dirinya saat makan. Sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya, tanpa disadari dirinya mulai merasa nyaman bersama dengan Mawar.


Bersambung


__ADS_2