Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 106


__ADS_3

Roger terus menyerang Michelle dan Michelle pun terus melakukan perlawanan untuk melindungi dirinya.


"Roger hentikan, Roger ini cuma salah paham, kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik!" seru Randy.


Roger tak menghiraukan perkataan Randy, dia terus menyerang Michelle lagi dan lagi hingga akhirnya Roger mendapatkan kesimpulan untuk menghajar Michelle.


Michelle yang lengah karena terus memperhatikan kondisi Randy membuat Roger memiliki kesempatan untuk menyerangnya.


Roger menghajar bagian perut Michelle dengan tenaga penuh hingga gadis itu terpental dan punggungnya menghantam tembok.


"Michelle!" teriak Randy.


Roger menghentikan langkahnya yang ingin mendekati Michelle, ia menatap Randy sekilas lalu menatap Michelle lagi.


Roger teringat dengan seseorang saat mendengar nama yang disebutkan oleh Randy.


Dengan langkah cepat, Roger menghampiri Michelle yang saat itu sudah berdiri dengan menyandarkan punggungnya di tembok itu!


Dengan tanpa rasa takut, Michelle tetap terdiam dan menunggu Roger tiba padanya.


Setelah dekat dengan Michelle, Roger bersiap untuk menyerang Michelle lagi, dia sudah mengepalkan tangannya hendak melayangkan bogem kedua pada gadis itu namun, saat dirinya hampir mengenai wajah Michelle, dengan sigap Michelle menangkis tangan Roger.


"Mimi," ucap Roger saat melihat liontin berbentuk kupu-kupu yang Michelle pakai.


Roger yang lengah membuat Michelle mendapatkan kesempatan untuk menyerang balik. Michelle memukul dada Roger tanpa henti namun, sepertinya Roger tak ingin menyerang Michelle lagi, dia terus menatap liontin itu dan hanya membiarkan seluruh tubuhnya dipukuli oleh gadis yang sekarang sedang menyerangnya.


"Michelle, sudah. Sudah, dia tidak melawan lagi hentikan seranganmu," ucap Randy.


Merasa ucapan Randy benar, Michelle pun segera menghentikan aksinya.


Roger sudah tak berdaya lagi luka memar dan luka berdarah bertebaran di seluruh tubuhnya.


Michelle menatap Roger yang baru saja terjatuh ke tanah karena serangan brutal darinya.


"Mimi," ucap Roger dengan tangannya yang ia angkat mengarah pada Michelle.


Untuk sesaat, Michelle tak mengerti dengan ucapan Roger tapi sederik kemudian dirinya baru ingat, Mimi adalah nama orang yang sedang dicari oleh Roger.


Dirinya tak mengerti mengapa Roger menyebut namanya dengan nama itu.


"Roger, ayo kita ke rumah sakit," ucap Randy sembari membantu Roger berdiri sedangkan Michelle masih berdiri di tempat semula dengan pikirannya yang memikirkan perkataan Roger barusan.


"Mimi!" Setelah berhasil berdiri, Roger berhamburan memeluk Michelle sembari menyebutkan nama 'Mimi'


Michelle hanya diam mematung karena tak mengerti dengan apa yang sedang dilakukan oleh Roger dan Randy pun hanya diam sembari menatap mereka berdua.


Tak kalah bingungnya dari Michelle, Randy pun tak mengerti kenapa tiba-tiba Roger bersikap seperti itu pada Michelle.


"Lepaskan saya!" Michelle mendorong Roger agar menjauh darinya.

__ADS_1


"Jangan macam-macam dengan saya," sambung Michelle.


"Kamu Michelle ku, kamu Mimi ku yang selama ini aku cari. Aku kakakmu, aku rindu padamu Michelle," ucap Roger.


Roger tak lagi merasakan sakit di tubuhnya bahkan darah yang mengalir dari hidungnya dan juga pelipisnya tak lagi ia hiraukan setelah memastikan bahwa Michelle adalah orang yang selama ini dia cari.


Air mata Roger mengalir setelah tahu adiknya masih hidup dan saat ini sedang berada dihadapannya.


Sekian lama ia mencari Mimi akhirnya hari ini ia dapat menemukannya di tempat itu.


"Tidak. Saya tidak punya kakak orang jahat seperti kamu," ucap Michelle.


Michelle pun turut meneteskan air matanya, ia tak percaya ada orang yang mengakui dirinya sebagai adiknya. Meski begitu dirinya tak ingin berbagai dulu karena bisa saja Roger hanya mencari celah untuk menyerangnya dan juga menyerang Randy.


"Michelle, aku yakin kamu adalah Michelle ku yang selama ini hilang," ucap Roger.


Setelah berusaha mencerna semua perkataan Roger pada Michelle, Randy mulai membuka suaranya.


"Roger, Michelle, kalian terluka ada baiknya kita obati dulu luka kalian setelah itu bicarakan apa yang ingin kalian bicarakan," ucap Randy.


Randy menghampiri Michelle lalu membantunya untuk berjalan!


"Saya tahu selama ini kamu tinggal di panti asuhan, mungkin ini jalan utama untuk kamu menemukan keluarga kamu. Ayo obati luka kamu dan setelah ini kita bicara baik-baik," ucap Randy.


**********


Di kampus.


Mawar menatap mereka lalu melempar senyuman pada mereka.


"Kalian sedang apa?" tanya Mawar.


"Kita makan bareng yuk, kebetulan hari ini kita sama-sama gak ada kelas," ucap Yura.


Yura, ya Yura. Sudah beberapa hari ini Yura dan teman-temannya sudah menjalin pertemanan yang baik dengan Mawar dan juga Sherin. Mereka sudah melupakan masa lalu yang mereka lewati dengan banyaknya perseteruan.


"Tapi aku ada urusan," ucap Mawar.


"Ayolah Mawar, barangkali kamu mau bertemu dan berbincang dengan Galaxi. Galaxi juga kami ajak," ucap Yura.


"Iya Mawar, sekarang Yura udah mengikhlaskan Galaxi untuk kamu," ucap Mia.


Mawar tertawa. "Kalian apaan sih, aku gak suka sama Galaxi," ucap Mawar.


"Bukannya selama ini kamu suka sama Galaxi tapi kamu gak berani karena ada Yura," ucap Sherin.


Mawar semakin geli dan tak bisa menahan tawanya ssetelah mendengar perkataan Sherin.


"Kamu sok tahu banget. Aku gak suka sama Galaxi, aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa," ucap Mawar.

__ADS_1


"Kamu serius?" ucap Ghina.


"Ngapain aku berbohong, kalian tahu Tuan Muda Abymana?" ucap Mawar.


"Tahulah, semua orang juga kenal kali dengan nama itu apalagi kaum hawa," ucap Sherin.


"Aku menyukainya dan aku mencintainya," ucap Mawar.


Seketika empat gadis yang yang bersama Mawar itu terdiam sembari menatap Mawar lalu mereka tertawa terbahak.


"Kamu kalau mimpi jangan ketinggian. Abymana siapa sedangkan kamu siapa," ucap Mia.


"Udahlah biarin aja, bermimpilah sesuka hatimu sebelum mimpi itu dilarang," ucap Yura sembari terus tertawa.


"Menggapai Tuan Muda Abymana itu sangat susah, udahlah kamu sama Galaxi aja," ucap Ghina.


"Kalian kenapa sih, emang perkataan aku lucu?" ucap Mawar.


"Ya luculah. Tuan Muda Abymana itu siapa sedangkan kamu siapa dan usiak kalian berbeda jauh mabalah mungkin kalian ditakdirkan berjodoh," ucap Sherin.


"Tapi kalau kalian berjodoh, Abymana akan jadi orang paling beruntung karena memiliki istri seperti kamu," ucap Yura.


"Ya dia memang beruntung. Dahlah, kita pergi aja jangan ngomongin Aby terus," ucap Mawar yang belum mau mengatakan bahwa dirinya dengan Aby sudah menikah dan mereka benar-benar saling mencintai.


**********


Di kantor.


"Mau kemana?" tanya Dirga pada Aby.


"Mau ke kantor Pak Mahendra," sahut Aby sembari melonggarkan dasinya.


"Tumben mau ke sana. Ada apa?"


"Mawar pengen jadi pemimpin di sana, saya mau menemui Pak Mahendra untuk mengambil aset-aset milik saya untuk nantinya dikelola oleh Mawar," jelas Aby.


"Yakin? Mawar gak ada pengalaman sama sekali di dunia perkantoran. Dia masih mahasiswa lho itupun bukan jurusan karyawan. Setahuku dia seorang mahasiswa kedokter," ucap Dirga.


"Ya, saya tahu tapi Mawar ingin mencoba terjun ke dunia baru."


"Tuan Muda yakin? Bagaimana kalau perusahaan tidak berkembang dan akhirnya bangkrut."


"Saya percaya pada Mawar. Dia berbeda dari yang lainnya, saya melihat ada sesuatu yang tak biasa dalam dirinya, entah itu apa tapi setiap yang Mawar inginkan pasti terkabul dan tercapai. Mawar adalah perempuan yang spesial yang tidak pernah saya temui di dunia ini."


"Emmm, sekarang aja ngomongnya gitu, lupa ya sama awal pernikahan kalian?" ucap Dirga.


"Lupakan masa lalu karena kita hidup untuk masa depan, dahlah saya pergi dulu," ucap Aby sembari berjalan keluar dari kantornya!


Entah apa yang ada dalam pikiran Aby tapi dengan tanpa ragu dia bersedia mengabulkan permintaan Mawar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2