
"Senang banget kayaknya, ada apa?" tanya Aby yang melihat wajah Dirga yang berbinar.
"Tidak apa-apa," sahut Dirga singkat.
"Tidak ada apa-apa tapi dari tadi kayaknya seneng banget sampai senyum-senyum sendiri gitu," ucap Aby.
"Gak ada apa-apa. Saya udah biasa begini kan," ucap Dirga.
"Yang sekarang beda. Kita udah kenal lama dan udah berteman sejak lama jadi, jangan coba menyembunyikan sesuatu karena saya tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu itu," ucap Aby.
Dirga menatap Aby sekilas lalu tersenyum. "Orang tua saya sudah datang. Kami akan membicarakan pernikahan dengan keluarga Michelle."
"Apa! Nikah? Kamu yakin?" ucap Aby.
"Kenapa tidak?" Dirga menatap Aby sekali lagi.
"Sekarang kenapa lagi? Kalau kamu sudah mantap menikah dengan Michelle ya nikah kenapa sekarang raut wajahmu berubah seperti itu," ucap Aby.
"Setelah Michelle menemukan keluarganya ternyata ...." Dirga menghentikan perkataannya karena ragu Aby akan menerima kenyataan bahwa gadis yang dicintainya ternyata adik dari laki-laki yang merebut Jingga darinya.
"Kenapa? Ada apa dengan Michelle?" tanya Aby penasaran.
"Michelle adalah ... M_Michelle adalah adiknya Roger," ucap Dirga.
Dirga tak ingin ada orang yang kecewa dengan pernikahannya dengan Michelle sebisa mungkin dirinya memberitahu Aby terlebih dahulu tentang siapa Michelle sebenarnya meski dirinya akan tetap menikahi Michelle walau Aby tak menyukai Michelle atau Roger.
"Roger? Siapa dia?" tanya Aby yang tak mengingat sedikitpun siapa orang yang disebutkan oleh Dirga.
Selama ini memang setelah tahu bahwa Jingga telah mengkhianatinya, Abymana tak pernah lagi berpikir atau berniat untuk mencari dan membalas dendam pada laki-laki yang sudah membawa Jingga pergi dari pernikahannya. Baginya cukup tahu bahwa Jingga tak pantas untuk diperjuangkan dan memilih melupakan kenangan yang sudah ia lalui bersama Jingga apalagi setelah dirinya merasa bahwa Mawar lebih baik dari Jingga. Aby pun mulai berusaha mendapatkan hati Mawar.
"Roger adalah laki-laki selingkuhannya Jingga. Dia adalah ... maksud saya, Roger adalah kakaknya Michelle," ucap Dirga.
Uhuk! Uhuk!
Aby tersedak minuman yang sedang ia seruput setelah mendengar perkataan Dirga.
"Tuan Muda? Hati-hati," ucap Dirga sembari menepuk-nepuk punggung Aby.
"Hentikan." Aby menepis tangan Dirga agar menghentikan gerakan tangannya.
"Anda baik-baik saja?" tanya Dirga.
"Ya, tentu saja. Jangan bersikap berlebihan kamu sudah seperti perempuan saja yang mempunyai rasa kekhawatiran yang berlebihan," ucap Aby.
"Tapi tadi kau tersedak saat mendengar perkataanku apa Tuan Muda masih mencintai Jingga?"
"Diamlah. Mawar lebih segalanya dari gadis itu eh maksudku gadis tak perawan."
Dirga tertawa mendengar perkataan Aby.
"Gadis tapi tidak perawan. Kira-kira seperti apa rupanya?" ucap Dirga dengan tawanya.
"Ya seperti Jingga lah gak mungkin seperti Michelle kan," ucap Aby.
__ADS_1
"Sembarangan. Michelle masih gress, dia masih memiliki segel," ucap Dirga kesal.
Aby tertawa puas melihat Dirga yang merasa kesal.
*********
Di tempat perbelanjaan.
Di sebuah toko pakaian. Mitha terlihat sedang memilih-milih pakaian, ia akan membeli beberapa pakaian karena merasa sudah lama tak berbelanja.
Dari pintu masuk, Athalia dan Eliandra tengah berjalan memasuki toko pakaian itu!
Sebelum Dirga pulang mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar mendatangi tempat perbelanjaan terdekat dari rumah Dirga.
Saat Minta sedang memilih-milih pakaian, samar-samar Athalia melihat wajah teman lamanya yang sudah lama tak bertemu.
Perlahan Athalia berjalan mendekati Mitha dengan tatapan yang terus tertuju pada wanita paruh baya itu!
"Mitha," ucap Athalia.
Mitha menoleh menatap orang yang tiba-tiba menyebut namanya.
"Mitha," ucap Athalia lagi setelah memastikan orang itu adalah teman lamanya.
"Athalia," ucap Mitha dengan senyum sumringah.
Dua wanita paruh baya itu pun langsung berpelukan. Keduanya begitu bahagia dengan pertemuan tak terduga itu.
"Lama ya gak ketemu. Kamu kok di sini bukannya tinggal di Bandung ya?" ucap Mitha.
"Ada banyak hal terjadi yang aku lalui tanpa suamiku. Kapan-kapan kita bertemu lagi untuk cerita-cerita," ucap Mitha.
"Oh ya, gimana kabar kalian? Anak-anak sehat?" ucap Athalia.
"Alhamdulillah sehat, bagaimana dengan kalian dan mana Mas Tomy?" ucap Mitha sembari melongok ke belakang Athalia mencari sosok laki-laki bernama Tomy itu.
Tomy adalah suaminya Athalia yang juga memiliki hubungan baik dengan Mitha dan almarhum suaminya. Mereka memang sudah saling mengenal dan sudah menjalin persahabatan sejak dari mereka masih lajang.
Seketika Athalia terlihat bersedih. Dia tersenyum tipis lalu menundukkan kepalanya.
"Ada apa?" tanya Mitha sembari meraih tangan sahabatnya itu.
"Mas Tomy sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu," ucap Athalia.
"Ya Allah, innalillahiwainnailaihiraji'un. Maaf ya Athalia, sungguh aku tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan kamu," ucap Mitha.
"Ya, tidak apa-apa. Lama gak ketemu kita jadi saling tidak tahu kehidupan satu sama lain," ucap Athalia.
Mitha menatap Eliandra lalu berkata. "Ini siapa Tha?"
Mitha mengarahkan tangannya pada Eliandra yang sedari tadi hanya terdiam dan berdiri di belakang Athalia.
"Oh ini anak kedua aku namanya Eliandra," ucap Athalia.
__ADS_1
"Hai Tante. Senang bertemu dengan tante," ucap Eliandra sembari mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Mitha.
*******
Di kediaman Aby.
"Duh perutku sakit banget," ucap Mawar sembari mengusap perutnya yang sudah buncit.
"Mbak Mawar kenapa?" tanya Frans.
"Perut saya kram. Tolong ambilkan ponsel saya di meja makan," ucap Mawar pada Frans.
Frans langsung berjalan menuju meja makan untuk mengambil ponsel milik Mawar.
"Mbak, apa perlu ke rumah sakit?" tanya Joe.
"Iya Mbak, takutnya bahaya," ucap Salman.
"Kalian berlebihan. Saya gak apa-apa kok, tenang saja," ucap Mawar.
Tak lama Frans datang dengan membawa ponsel milik Mawar!
"Ini, Mbak." Frans memberikan ponsel itu pada Mawar.
"Terima kasih ya," ucap Mawar sembari meraih ponselnya dari tangan Frans.
Baru Mawar sedang mengutak-atik ponselnya hendak menelpon Aby tiba-tiba laki-laki yang dia cintai itu tiba di rumah.
"Ada apa ini? Kenapa kumpul di sini? Kalian sedang rapat?" ucap Aby yang baru tiba di rumahnya.
Tiga bodyguard yang sedang mengelilingi Mawar itu pun langsung menyingkir dan memberi jalan untuk Aby.
"Baru aku mau menelpon kamu, Mas," ucap Mawar.
"Ada apa sayang? Kamu baik-baik saja?" ucap Aby sembari terus berjalan mendekati Mawar.
"Perutku kram, usap-usap dong," ucap Mawar dengan gaya manjanya.
Sebelum mereka baper, ke_tiga bodyguard itu langsung pergi meninggalkan Aby dan Mawar di sana!
Aby tersenyum lalu langsung duduk di samping Mawar!
"Sini, yang sebelah mana yang mau diusap-usap?" tanya Aby.
Mawar merebahkan tubuhnya dengan kepala yang ia letakkan di atas paha Aby!
"Terserah kamu. Aku kangen," ucap Mawar.
Seolah tak merasakan lelah setelah seharian bekerja. Aby tak pernah menolak permintaan Mawar meski dirinya baru saja tiba di rumahnya.
Semenjak hamil Mawar memang berubah menjadi lebih manja padanya.
"Aku juga kangen sama kalian." Dengan perlahan dan penuh kasih sayang Abymana mengelus perut Mawar, sebuah senyuman bahagia tak pernah pusat dari bibirnya.
__ADS_1
Bersambung