
"Selamat pagi Mawar, wah cantik sekali kamu pagi ini," ucap Abymana yang sudah berpakaian ala kantoran.
"Hai Tuan Muda, hari ini adalah hari pertamaku masuk kuliah jadi aku harus tampil cantik agar bisa mendapatkan teman baru."
Ya, setelah mengurus semua keperluannya, akhirnya hari ini Mawar mulai bisa berkuliah di kota tersebut.
"Jangan genit-genit ya, ingat kamu sudah punya aku."
"Iya kah? Jadi sekarang kita saling memiliki?"
"Mawar, ayolah. Kita sudah membicarakan ini sebelumnya."
Mawar tertawa kecil lalu mengarahkan Aby untuk duduk di kursi makan!
"Duduklah Tuan Muda dan ayo kita sarapan. Aku pasti menjaga hati untuk kamu tapi sebelum itu berusahalah dulu untuk membuang Jingga jauh-jauh dari hati kamu."
"Aku sedang berusaha tapi apa kamu tidak yakin tidak ada yang sedang kamu perjuangkan?"
"Apa? Aku tidak punya pacar jadi aku tidak harus bersusah-payah melupakan seorang pacar."
"Kamu yakin kamu bisa mencintai aku?"
"Cinta datang tanpa kita minta dan tidak terencana, cinta akan tumbuh seiring dengan kebersamaan kita kalau sekarang kita sama-sama nyaman bukan tidak mungkin perlahan cinta akan tumbuh di dalam hati kita."
Mawar menggigit roti tawar isi keju parut buatannya dan terus menikmatinya.
"Selamat pagi Aby," ucap Jingga yang tiba-tiba datang dan susah berada di dalam rumah mereka.
Mawar dan Aby menatap Jingga dengan tatapan matanya yang tak berkedip satu kali pun. Antara bingung dan tidak percaya, keduanya hanya menatap Jingga dengan mulu yang tertutup.
"Aby, kamu sarapan apa? Ini makanan gak sehat." Jingga mengambil piring makan Aby lalu menjauhkannya dari Aby!
"Nih aku bawakan makanan sehat yang gak bikin kamu sakit perut." Tanpa rasa malu atau merasa bersalah atas apa yang sudah dilakukannya pada Aby, Jingga menyendok makanan yang ia bawa lalu menyodorkan sendok itu pada mulut Aby.
Dengan percaya diri nya, gadis itu berniat menyuapi Abymana didepan Mawar.
"Maaf Jingga, kamu punya pendidikan kan? Apa kamu tidak tahu caranya sopan santun?" ucap Mawar dengan berani.
"Heh gadis kampung, maksud lo apa? Aby ini pacar gue."
"Cuma pacar, belum jadi istrinya. Kamu lupa kalau sekarang laki-laki yang di hadapan kamu adalah suami aku."
"Jingga kamu ngapain sih pagi-pagi udah ganggu orang," ucap Abymana.
"By, aku kangen sama kamu. Kamu tahu, bisa saja Mawar sengaja menyuruh orang untuk menculik aku agar dia yang menikah sama kamu."
Jingga membelai pipi Aby dengan lembut namun terlihat dengan jelas, Abymana merasa risih dengan perlakuan Jingga padanya.
"Pergilah dari sini Jingga karena aku mau pergi kerja," ucap Aby sembari menyingkirkan tangan Jingga dari wajahnya.
Seolah tak terjadi apa-apa dan tidak ada siapa-siapa, dengan santainya Mawar terus menikmati rotinya setelah selesai ia bangkit dari duduknya lalu meninggalkan ruang makan itu!
"Mawar, kamu mau kemana?"
"Sudah jam tujuh, aku harus pergi."
__ADS_1
"Hei tinggu dulu, kamu mau pergi sama siapa?"
"Didepan ada motor matic, aku mau mengendarai motor itu."
"Mau kemana lo cewek kampung? Emang orang kampung kayak lo bisa bawa motor?"
Mawar menatap Jingga sekilas lalu memutar bola matanya malas. Kalau saja ia tak ingat dengan semua nasihat Ibu angkatnya mungkin ia sudah merobek mulut Jingga yang tak tahu kata sopan santun sama sekali.
"Hans motornya udah dilapin belum?" tanya Mawar setelah berada didepan rumah.
"Udah Non, udah kinclong nih."
Mawar merah helm yang sudah disediakan oleh Salman lalu memakainya, ia pun mulai menaiki motor matic yang jarang dipakai itu.
"Aku pergi, jaga rumah baik-baik ya."
"Non, gak mau kita kawal?" ucap Joe.
"Aku bukan presiden atau seorang ratu, gak usah dikawal lagipula siapa yang mau berbuat jahat sama cewek yang hanya menggunakan motor butut gini." Mawar mulai melajukan motornya meninggalkan rumah itu!
"By, aku ikut kamu ke kantor ya," ucap Jingga.
Gadis itu terus mengekor dibelakang Aby, ia terus mengikuti kemana langkah laki-laki yang pernah ia sakiti itu.
"Ngapain? Jingga, aku gak mau kamu menggangu Mawar dan aku gak mau kamu terus bersikap seperti tadi padaku."
Jingga meraih tangan Aby lalu menggenggamnya! "Kenapa By, bukankah sebelumnya kita saling mencintai? Jangan karena Mawar, kamu jadi sedingin ini padaku."
"Aku mau kerja. Terserah apa yang mau kamu lakukan di sini, aku pergi." Aby menarik tangannya lalu meninggalkan Jingga di rumahnya.
**********
"Selamat pagi," sahut Dirga dengan senyuman ramah.
"Pak Dirga, Anda sudah ditunggu oleh Pak Randy di ruangannya," ucap karyawan lainnya.
"Ditunggu Pak Randy?" Dirga melihat jam di tangannya masih menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit.
"Saya belum terlambat datang ke kantor, kok udah dipanggil aja. Lagipula tumben banget Pak Randy udah datang sepagi ini."
"Gak tahu Pak, hari ini Pak Bos datang lebih awal daripada Tuan Muda."
"Baiklah, terimakasih." Dirga melanjutkan langkahnya!
Ia tak langsung masuk kedalam ruangan tempatnya bekerja melainkan langsung menghadap sang Bos yang sudah menunggunya!
Tok!
Tok!
Dirga membuka pintu ruangan Randy lalu menyembulkan kepalanya sedikit.
"Anda memanggil saya?" tanya Dirga.
"Ya, masuk Ga."
__ADS_1
Dengan segera mungkin, Dirga masuk ke dalam ruangan itu!
"Pembangunan pabrik di kampung kapan bisa dimulai?" tanya Randy.
"Secepatnya Pak, sekarang masih saya urus segala sesuatunya."
"Berapa lama proses awal sampai selesai pembangunan nya?"
"Saya belum bisa memastikan Pak. Untuk itu saya harus bertemu dengan pihak terkait yang mengerti dengan hal pembangunan."
"Tolong kerjakan secepatnya. Saya mau tahun depan pabrik di sana sudah sudah bisa berjalan."
"Baik Pak. Apa ada lagi?"
"Tidak ada, pergilah."
Dirga sedikit membungkukkan badannya lalu mulai pergi!
**********
Di kampus tempat Mawar berkuliah.
Sesuai dengan cita-citanya, Mawar mengambil jurusan kedokteran di sana.
Di hari pertamanya ini, seorang dosen akan mengenalkan dirinya pada teman-teman barunya yang juga berkuliah di sana.
"Selamat pagi semuanya! Hari ini kita kedatangan mahasiswa baru," ucap seorang dosen pada semua mahasiswanya.
Semua mahasiswa di dalam ruangan itu pun terus menyimak semua perkataan Dosennya dengan baik.
"Mawar!"
Mawar langsung masuk ke dalam ruangan itu setelah seorang dosen memanggilnya!
"Silahkan perkenalkan dirimu."
Mawar tersenyum ramah pada semua mahasiswa di sana.
"Halo semuanya, perkenalkan nama saya Mawar Caroline panggil saja Mawar."
"Mulai hari ini Mawar akan menjadi mahasiswa di sini, Bapak harap kalian menerimanya dengan baik."
"Siap Pak!" ucap semua mahasiswa itu.
"Silahkan, Mawar."
Mawar mengangguk lalu mencari kursi yang kosong.
"Mawar, sini," ucap seorang mahasiswa perempuan yang kebetulan kursi didepannya kosong.
"Suut! Suut! Disini cantik," ucap seorang pemuda sembari menepuk-nepuk meja di sampingnya.
Mawar tersenyum pada pemuda itu. "Terimakasih, aku di sini aja." Mawar duduk di kursi yang ada di depan gadis itu.
Bersambung
__ADS_1