Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 193


__ADS_3

"Ibu Jena?" ucap Mitha.


"Oh, Ibu. Silahkan masuk," ucap Michaela.


"Ibu!" seru Michelle.


Michelle berjalan cepat menuju Bu Jena yang kini masih berdiri di sana.


"Michelle! Ya ampun gaya berlarinya jadi aneh," ucap Dirga.


"Mari masuk, Bu. Anak-anak ayo masuk," ucap Athalia.


"Ibu, tangan ibu kenapa?" tanya Michelle yang melihat tangan Bu Jena terbalut kain kasa.


"Maaf ya, kemarin ibu tidak bisa datang karena ibu mengalami kecelakaan kecil," ucap Bu Jena.


"Ya ampun ibu." Michelle merangkul punggung Bu Jena lalu membawanya masuk ke dalam rumahnya.


"Anak-anak, ayo masuk," ucap Dirga.


"Pak! Ussy gak disuruh masuk?" ucap Ussy.


"Gak boleh kalau gak bawa kado," ucap Dirga.


"Ya gimana Ussy mau beli kado orang gaji Ussy aja belum dikasih," ucap Ussy.


"Oh ya? Memang udah waktunya kamu gajian?" ucap Dirga.


"Gini nih kalau punya majikan gak perhatian. Masa udah telat dua hari masih gak ingat aja," ucap Ussy.


"Ya udah maafkan saya. Ayo masuk," ucap Dirga.


Ussy pun langsung mengajak semua anak-anak itu masuk ke dalam rumah Mitha!


Saat mereka tiba di ruang tamu yang ukurannya luas itu, mereka langsung duduk di lantai karena kursi di ruangan itu tidak cukup untuk mereka semua.


"Ya ampun anak-anak kok duduk di lantai. Ayo sini di ruang tengah nih ada kursi lagi," ucap Michaela.


"Gak apa-apa, kak. Mereka terbiasa duduk di lantai, toh di panti juga mereka biasa main di lantai," ucap Michelle.


"Oke kalau gitu ada yang mau esceam gak?" tanya Michaela pada anak-anak itu.


"Mau!"


"Mau!"


"Mau!"


"Ayo ikut tante ke belakang!" Michaela berjalan menuju dapur.


Sebelumnya dirinya memang sudah tahu kalau anak-anak dari panti akan datang hari ini karena itulah dirinya sengaja membeli esceam dalam jumlah banyak untuk menjamu mereka semua.


"Anak-anak! Jangan ada yang bakal ya," ucap Bu Jena.


"Gak apa-apa, Bu namanya juga anak-anak. Nakal itu hal biasa," ucap Mitha.


"Kak Michelle, selamat menempuh hidup baru ya. Semoga selalu bahagia dan rezekinya mengalir terus seperti air sungai," ucap Ussy.


"Terima kasih, Sy," ucap Michelle.


"Kamu gak mau ngucapin selamat sama saya?" ucap Dirga.

__ADS_1


"Gak mau. Ussy masih kesel sama, Bapak," ucap Ussy.


"Ya udah. Gak mau juga gak apa lagian barusan udah mendoakan Michelle," ucap Dirga lagi.


"Eh ada Bu Jena ternyata," ucap Roger yang baru muncul di ruangan itu.


"Mas Roger," ucap Bu Jena.


"Anak-anak dimana? Gak ikut?" ucap Roger lagi.


"Mereka lagi di dapur sama kak Michaela. Sekarang mereka lebih sayang kakak dibanding aku, buktinya dari tadi mereka belum nyapa aku," ucap Michelle.


"Bukan gak sayang tapi mereka memberikan kamu waktu untuk suami kamu dulu," ucap Roger.


Di dapur.


"Wah anak-anak, seru ya makan esceam. Boleh minta satu gak?" ucap Roger yang sengaja ke dapur untuk menemui anak-anak itu.


"Lihat, Mas mereka begitu bahagia meski cuma dikasih esceam," ucap Michaela sembari berjalan ke arah Roger.


"Mereka sangat bahagia. Kamu pintar banget membuat mereka betah di sini," ucap Roger.


"Kapan ya, Mas kita punya anak? Sudah lama menikah tapi aku gak hamil juga," ucap Michaela dengan raut wajahnya yang mulai sedih.


"Pasti ada waktunya kita punya anak. Kamu yang sabar ya." Roger melingkarkan tangannya di punggung Michaela lalu mengusap lengan istrinya itu.


Michaela tersenyum tipis lalu menyandarkan kepalanya di dada Roger. Mereka berdua menatap anak-anak yang sedang bergembira menyantap esceam.


Pasangan suami istri itu memang sudah lama menikah tapi sampai saat ini mereka belum juga mendapatkan kepercayaan untuk mengurus seorang anak.


********


"Frans, saya mau ke kantor tolong antar saya ke sana ya," ucap Mawar.


"Boleh, Mbak. Mari," ucap Frans sembari menjulurkan tangannya mempersilahkan agar Mawar berjalan lebih dahulu.


Mawar pun tersenyum lalu mulai berjalan mendekati mobilnya!


Di belakang.


"Ma, katanya Bude dan Pakde mau datang hari ini," ucap Mahendra.


"Apa? Mereka akan datang?" ucap Marisa terkejut.


"Iya. Sekarang mereka sudah dalam perjalanan menuju ke sini," ucap Mahendra.


"Pa, Bude sama Pakde yang Papa maksud itu orang tua angkatnya Mawar bukan?" ucap Jingga.


"Iya. Orang tua angkatnya Mawar mau ke sini," u untuk Mahendra.


"Mama malu, Pa kalau harus bertemu mereka," ucap Marisa.


"Sebenarnya Papa juga malu tapi mau gimana lagi, kita pasti bertemu mereka."


"Kalau Mawar saja bisa sebaik ini sama kita apalagi mereka yang mengurus dan mendidik Mawar. Mereka pasti orang baik, semoga saja mereka memaafkan Papa dan Mama dan tentunya aku juga," ucap Jingga.


"Semoga saja," ucap Mahendra.


********


"Hai sayang," ucap Mawar yang membuka pintu ruangan Aby tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

__ADS_1


Aby menatap ke arah suara dan ia langsung terkejut saat melihat Mawar yang datang ke sana.


"Sayang, kamu ke sini? Mau apa hemm?" ucap Aby sembari menyambut Mawar.


Aby menggenggam tangan Mawar lalu membawanya duduk di sofa yang ada di sudut ruangannya!


"Aduh, sayangnya Papa ngapain ke kantor sih? Mau bantu Papa kerja ya?" ucap Aby sembari mengelus perut Mawar.


"Aku mau jemput orang tuaku di stasiun kereta. Apa boleh?" ucap Mawar.


"Kenapa harus kamu? Suruh Frans atau yang lainnya saja," ucap Aby.


"Aku sudah sangat rindu pada mereka. Sku gak tahan ingin cepat bertemu dengan mereka," ucap Mawar.


"Ya udah perginya sama aku saja," ucap Aby.


"Tapi kamu kan sibuk?"


"Gak apa. Amu bisa meninggalkan semua pekerjaan demi kamu," ucap Aby lagi.


"Benarkah?" Mawar menatap Aby dengan tatapan dalam.


"Tentu saja," sahut Aby.


"Mas."


"Hmm, ada apa?"


"Sebentar lagi aku kan lahiran. Boleh gak orang tuaku tinggal di sini sampai aku lahiran nanti?"


"Kamu bicara apa? Mereka mau tinggal selamanya di rumah kita, aku gak akan mungkin melarang. Mereka orang tuaku juga kan."


"Serius, Mas? Tapi selama ini kamu sudah banyak direpotkan oleh orang tua kandungku."


"Mawar, apapun yang membuat kamu bahagia, alu tidak akan pernah melarangnya. Kamu jangan berpikir kalau aku tidak akan suka pada semua keluargamu."


"Terima kasih ya, Mas." Mawar memeluk Aby dengan sangat erat.


Betapa dirinya beruntung karena memiliki suami seperti Abymana.


"Sekarang kita jadi gak menjemput Ibu dan Bapak?" ucap Aby yang masih dipeluk oleh Mawar.


"Jadi dong. Ayo kita pergi sekarang."


"Aku izin sama Papa dulu ya biar Papa gak nyariin aku nantinya," u untuk Aby.


Mawar mengangguk pelan dan membiarkan Abymana pergi untuk menemui Ayah mertuanya di ruangan yang berbeda dengannya.


********


Di kediaman Mitha.


"Aku baru tahu kalau Mas Dirga punya adik perempuan," ucap Nasya.


"Kamu siapanya kak Dirga?" tanya El.


Nasya tersenyum kecil dan memilih tak langsung menjawab pertanyaan El.


Hal itu membuat El merasa heran dan penasaran dengan siapakah Nasya sebenarnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2