Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 83


__ADS_3

"Mama sama Papa udah jalan ke sini, kalian udah selesai belum?" tanya Aby yang baru tiba di depan rumah itu.


"Udah, tenang aja," ucap Mawar.


"Awas lho kalau ceroboh lagi. Lain kali kalau gini lagi, aku ikat Mas ganteng di pohon tauge," ucap Nasya.


"Perhatian banget sama Dirga, giliran sama kakaknya nyapa juga enggak," ketus Aby.


"Ish, kakak kan gak kenapa-kenapa lagian ada kak Mawar yang jagain kakak," ucap Nasya.


Tak lama, Randy dan Ratu pun tiba di sana, mereka berdiri di depan rumah orang tuanya Mawar.


"Silahkan masuk, Pak, Bu beginilah keadaan kami," ucap Ratna pada kedua orang tua Aby.


"Iya, Bu. Terimakasih," ucap Ratu dengan senyuman ramah.


"Rumah seperti ini enak ya, Ma. Adem rasanya," ucap Rendy sembari memasuki rumah panggung itu.


"Mawar, tolong buatkan minum untuk orang tua suamimu ya," ucap Pak Dirja pada Mawar.


"Iya, Pak." Mawar pun langsung berjalan menuju dapur rumahnya!


"By, Papa dan Mama mau pulang habis ini. Kamu mau pulang bareng Papa atau masih mau di sini?" tanya Randy.


"Kita di sini dulu, Pa. Besok baru pulang," sahut Aby.

__ADS_1


"Bukannya keperluan di sini sudah selesai ya? Ngapain masih di sini?" tanya Ratu.


"Iya, Ma tapi aku masih ingin memberi Mawar waktu untuk melepas rindu pada kedua orang tuanya," ucap Aby.


Randy yang tak tahu apa hubungan Mawar dengan pemilik rumah itu tak ingin banyak bertanya karena takut menyinggung perasaan sang pemilik rumah. Dirinya memang pernah bertemu dengan Pak Ija dan Bu Ratna saat mereka berkunjung ke rumahnya untuk menemui Mawar tapi setahunya Pak Ija dan Bu Ratna adalah orang yang Mawar anggap sebagai orang tuanya tapi ia tak tahu kalau hubungan mereka sampai sebaik ini. Setahunya, Mawar adalah anaknya Pak Mahendra dan Bu Marisa yang tinggal di luar kota karena harus melanjutkan pendidikannya.


"Terserah kamu aja. Bgaimna, sejauh ini aman?" tanya Randy.


"Aman. Aman terkendali," ucap Dirga.


"Ah ya, selama ada Dirga dan bodyguard-bodyguard ini, semua pasti aman," ucap Abymana.


Sementara itu Frans dan dua rekannya hanya diam tanpa berani membuka suaranya sedikitpun.


"Pa, Ma silahkan diminum. Maaf ya di sini adanya cuma teh aja," ucap Mawar.


"Iya gak apa-apa sayang. Terimakasih ya," ucap Ratu.


Mereka pun beristirahat di rumah panggung milik kedua orang tua angkat Mawar. Mereka yang datang dari kota tampak sangat menikmati suasana di sana.


*******


Di hutan tempat Michelle bersembunyi.


Michelle sedang menyiapkan senjata untuk menyerang komplotan Roger. Sebagai seorang agen rahasia yang handal tentunya dirinya dapat merakit dan menciptakan senjata yang tak mudah dikenali bahkan ditebak oleh orang lain terutama musuhnya.

__ADS_1


Kali ini, Michelle mengunakan jarum suntik yang sudah ia isi dengan cairan obat rahasia yang dapat membuat musuhnya lemah tak berdaya setelah terkena obat yang ada dalam jarum itu.


Michelle membuat sendiri senjatanya dengan peluru jarum yang sudah ia buat sebelumnya.


"Aku beraksi dalam rahasia, semoga senjata ini dapat membantu Abymana dan yang lainnya," gumam Michelle.


Tangan lembut itu dengan terampil menyiapkan semua kebutuhannya nanti malam. Dirinya yang sudah mengetahui rencana jahat Roger tentu saja dapat menyiapkan segala sesuatu yang dirasa diperlukan olehnya.


**********


Setelah sekian lama beristirahat di rumah itu, Randy dan Ratu memutuskan untuk segera pulang karena takut kemalaman sebelum tiba di jalanan perkotaan.


Mereka memang pergi bersama sopirnya tapi tetap saja jika kemalaman di jalan yang kiri kanannya hanya hutan, mereka pastinya mersa was-was.


"Kalian hati-hati di sini ya," ucap Ratu pada Aby dan yang lainnya.


"Yakin aman ya?" ucap Randy.


Nasya yang tahu mereka mengalami penyerangan dari orang tak dikenal hanya bisa diam tanpa sepatah kata pun, didalam hatinya ada kekhawatiran yang besar pada orang-orang yang ia sayangi yang masih bertahan di kampung itu.


"Mama sama Papa, jangan khawatir, kami semua pasti akan baik-baik saja," ucap Aby.


Tak ingin berlama-lama lagi, Randy langsung berpamitan pada semua orang yang berada di sana terutama Bu Ratna dan Pak Ija.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2