Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 189


__ADS_3

Setibanya di dalam kamar Michelle dan Dirga.


"Kamu pasti lelah," ucap Dirga pada Michelle.


"Lelah sudah pasti. Badanku sakit semua rasanya ingin cepat beristirahat," ucap Michelle.


"Ya udah istirahat," ucap Dirga lagi.


"Kalau gitu kamu mandi duluan," ucap Michelle.


"Kamu aja, katanya mau cepat istirahat."


"Aku harus melepaskan semua aksesori yang menempel di tubuhku ini dulu," ucap Michelle sembari memperlihatkan rambutnya yang dipenuhi aksesoris khas pernikahan.


"Ya udah deh. Dimana handuknya?"


"Ada di dalam kamar mandi. Tadi aku sudah menyiapkannya."


"Oke." Dirga langsung berjalan memasuki kamar mandi tanpa sedikitpun candaan pada Michelle.


Sementara itu, Michelle duduk di kursi yang ada di depan meja riasnya lalu mulai membuka beberapa aksesoris dan jepit rambut yang menempel di rambutnya.


Tak butuh waktu lama ia pun selesai dengan urusannya tapi rupanya Michelle enggan beranjak dari duduknya.


Michelle tetap terdiam di sana sambil menatap dirinya dari pantulan cermin.


"Akhirnya aku bisa memiliki Mas Dirga seutuhnya," batin Michelle dengan sebuah senyuman yang terukir di bibirnya.


Tak lama ia dikejutkan oleh Dirga yang tiba-tiba keluar dari dalam kamar mandi. Terlihat dari pantulan cermin yang ada di depannya Dirga hanya mengenakan bokser saja.


Michelle terdiam mematung dengan tatapan mata yang tertuju pada Dirga yang berdiri di belakangnya.


Dirga berjalan mendekati Michelle lalu melingkarkan sebelah tangannya di dada Michelle.


Jantung Michelle berdegup kencang sampai Dirga merasakan detak jantungnya. Sebuah senyuman misterius terukir di bibir Dirga.


Entah apa yang sedang ada dalam pikirannya tapi yang pasti laki-laki itu siap mengarungi keindahan ciptaan Tuhan yang baru dimilikinya itu.


"Ya ampun, kalau ukurannya sebesar ini aku bisa mati," batin Michelle karena merasakan pusaka itu mengganjal di punggungnya.


"Kenapa? Kamu terlihat tegang," ucap Dirga.


"Aku mau mandi. Ya aku mandi dulu ya," ucap Michelle.


"Tentu saja. Aku tunggu di sini ya."


Michelle sudah berdiri tapi Dirga tidak melepaskan tangannya yang melingkar di dada Michelle.


"Lepas dong, gimana aku bisa pergi kalau kamu pegangin terus," ucap Michelle.

__ADS_1


Dirga tak menyahut, dia meraih resleting gaun pengantin Michelle yang terletak di belakang lalu mulai menurunkan resleting itu.


Michelle hanya diam dan tak bisa melarang karena memang ia kesulitan untuk membukanya.


"Waw," gumam Dirga saat melihat penampakan punggung Michelle yang putih dan mulus.


Seketika tangan nakal itu mengusap punggung Michelle yang menyebabkan sang empunya terperanjat.


"Mas, kamu ngapain sih? Aku mau mandi," ucap Michelle mencoba menghindar.


"Aku hanya membantu kamu untuk membuka gaun ini. Katanya kamu kesulitan untuk membukanya," ucap Dirga yang sebenarnya sudah merasakan hasratnya yang mulai memuncak.


Perlahan tangan itu masuk ke dalam gaun pengantin yang digunakan oleh Michelle dan meraih benda kenyal milik sang istri.


Tanpa berlama-lama ia pun mer***s benda itu dengan tanpa rasa ragu lagi.


"Ahhh, Mas udah," ucap Michelle.


"Aku hanya memainkannya sebentar. Baiklah, silahkan kalau mau mandi," ucap Dirga.


Michelle pun segera berjalan menasuki kamar mandi!


"Astaga. Tenang Michelle, tenang. Mas Dirga adalah laki-laki pilihan kamu, jangan takut dia tidak akan menyakiti kamu," batin Michelle sambil menyandarkan punggungnya di pintu kamar mandi.


Di tempat tidur.


Dirga sudah menggunakan pakaian khas tidur dan dia juga sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur itu.


"Michelle lama banget mandinya? Apa emang perempuan mandinya lama?" batin Dirga setelah melihat jam di dinding.


Sudah hampir dua puluh menit Michelle di dalam kamar mandi tapi belum ada tanda-tanda dia akan keluar dari sana.


Di dalam kamar mandi.


Michelle menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya perlahan.


"Tenang, aku bisa mengalahkan para penjahat masa sama suami sendiri takut," ucap Michelle lalu mulai membuka pintu kamar mandi dan berjalan menghampiri Dirga.


"Kamu lama sekali?" ucap Dirga.


"Aku sampai lelah menunggu," sambungnya.


"Maaf. Make_up itu sangat tebal jadi, aku butuh waktu untuk membersihkannya," ucap Michelle lalu duduk di samping Dirga yang saat ini sudah duduk di atas tempat tidurnya.


Mereka berdua saling menatap dalam waktu yang lama. Perlahan Dirga meraih kepala Michelle dan memasukkan jari tangannya ke dalam rambut panjang milik Michelle setelah itu kedua tangannya beralih pada pergelangan tangan Michelle lalu membuka gelang yang dipakai oleh Michelle.


"Aku harus menyingkirkan ini dulu," ucap Dirga sembari memperlihatkan gelang itu pada Michelle.


"Kenapa?" tanya Michelle.

__ADS_1


"Yang aku tahu gelang ini sang berbahaya. Gak lucu aja kalau lagi seru-serunya main tiba-tiba aku kena tusuk jarum yang ada dalam gelang ini," ucap Dirga.


"Gak mungkinlah," ucap Michelle.


"Mungkin saja. Aku harus waspada bermain dengan istri seorang detektif."


"Berarti kamu mencari sesuatu di rambutku?"


"Iya." Dirga tersenyum ke arah Michelle.


Tahu bahwa Michelle selalu membawa senjata rahasia di rambutnya. Dirga tak ingin gegabah meski sekarang Michelle sudah menjadi istrinya, bukan tidak mungkin karena terlalu takut istrinya itu membiusnya agar tertidur sampai pagi.


"Aku gak mu mungkin setega itu sama kamu," ucap Dirga.


"Boleh aku melakukannya sekarang?" tanya Dirga dengan tatapan aneh.


Michelle tersenyum kecil dan mengangguk pelan.


Tanpa basa-basi lagi Dirga langsung meraih kedua belah pipi Michelle lalu mulai menyerangnya dengan cumbuan.


Tak ingin kalah, Michelle pun memainkan lidahnya meski saat itu adalah yang pertama kakinya baginya.


Mereka melakukan percumbuan panas itu dalam waktu beberapa detik. Tanga Dirga mulai masuk ke dalam baju Michelle dan mulai menelusuri setiap lekuk tubuh sang istri.


Sebuah des***n halus terdengar dari mulut Michelle bersamaan dengan tangan Dirga yang masuk ke dalam area terlarang miliknya.


Mendengar suara itu membuat Dirga semakin bersemangat untuk menjajah keindahan yang baru ia lihat malam itu.


Nampaknya Michelle sudah terbuai oleh kenikmatan yang diberikan oleh sang suami hingga ia membiarkan Dirga melepaskan semua pakaiannya.


Sementara itu Dirga masih asyik bermain di bawah sana, sepertinya dia tak ingin berpindah ke tempat lain.


"Mas udah, Mas. Aku lemah dalam hal ini," ucap Michelle yang sepertinya sudah tak tahan lagi.


Dirga tersenyum karena merasa dirinya berhasil membuat gadis tangguh itu lemas tak berdaya padahal dirinya belum memulai permainan yang sebenarnya.


"Aku boleh melakukannya sekarang?" tanya Dirga.


"Lakukan, cepatlah aku sudah tidak tahan." Michelle membuka kakinya agar suaminya tidak terlalu kesulitan untuk menerobos pertahanannya.


Rasa takut yang semula mendera hatinya, entah mengapa setelah merasakan kenikmatannya rasa itu hilang sekejap bahkan ia menyerahkan diri sebelum melakukan perlawanan.


Beberapa kali Dirga mencoba menerobos namun, gagal hingga di yang ke sekian kalinya dia baru berhasil.


Michelle memekik merasakan sakit bercampur kenikmatan yang dirasakannya.


"Maaf," bisik Dirga sambil terus menggerakkan bagian bawahnya perlahan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2