Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 146


__ADS_3

Setibanya di rumahnya Michelle langsung membawa Mitha masuk ke dalam rumah lalu mengarahkan Mamanya untuk duduk di kursi.


Mitha hanya diam tanpa selatan kata yang terucap dari bibirnya. Wanita paruh baya itu nampak masih syok dengan kejadian yang menimpanya.


"Minum dulu, Ma," ucap Michelle sembari menyodorkan segelas air minum pada mulut Mitha.


Mitha pun langsung meminum air itu sampai tandas. "Michelle, terima kasih ya karena kamu, kita masih selamat," ucap Mitha yang baru membuka suaranya.


Michelle tersenyum lalu duduk di samping Mitha!


"Mama ngapain berterima kasih? Sudah tanggung jawab aku untuk memastikan Mama selamat dan baik-baik saja," ucap Michelle.


"Kamu begitu luar biasa Mama tidak menyangka bahwa kamu setangguh ini," ucap Mitha.


"Bias aja, Ma di luar sana masih banyak perempuan hebat bahkan lebih hebat dari aku. Mama pasti lelah, Mama istirahat dulu ya," ucap Michelle.


"Ada banyak yang belum Mama ketahui dari kamu."


"Nanti akan aku beritahu setelah Mama lebih tenang. Aku juga ada banyak yang ingin aku ketahui tentang keluarga aku," ucap Michelle.


**********


Di kediaman Mawar.


Frans mengetuk pintu ruang kerja Abymana yang di dalamnya ada Mawar.


"Masuk," ucap Mawar.


Frans pun langsung masuk kedalam ruangan itu.


"Maaf, Mbak Mawar sudah berapa jam, Mbak berada di dalam ruangan ini ada baiknya Mbak Mawar istirahat sebentar demi kebaikan Mbak dan juga kandungan Mbak," ucap Frans.


"Saya belum selesai dengan urusan saya," ucap Mawar.


"Tapi, Mbak. Tuan Muda akan marah jika mengetahui hal ini."


"Ya kamu jangan bilang dong kalau saya melakukan ini," ucap Mawar lagi.


"Tidak bisa, Mbak. Kami tidak bisa memberikan laporan kebohongan karena itu merusak citra kami," ucap Frans.


"Ya baiklah kalau gitu. Sepuluh menit lagi saya selesai," ucap Mawar.


"Sekali lagi saya mohon maaf. Saya hanya melakukan tugas saya," ucap Frans.


"Tidak apa, saya ngerti kok," ucap Mawar.

__ADS_1


Setelah ia tiba dari kantor sampai saat ini Mawar memang belum keluar dari ruang kerja pribadinya Aby, dia terus fokus dengan apa yang sedang ia kejar saat ini.


*******


Di restoran milik Roger.


"Sayang, gimana hari ini?" tanya Roger pada Michaela.


"Mmmm, biasa saja. Tidak ada yang berubah," ucap Michaela.


"Barusan Michelle menelpon ku katanya Mama ingin bertemu denganku. Kamu mau ikut?" ucap Roger.


"Kayaknya nggak deh, kamu pergi aja lagian aku takut mengganggu kalian siapa tahu ada hal pribadi yang ingin dibicarakan," ucap Michaela.


"Nggak juga, Sayang. Emang biasanya kita ketemu Mama setiap hari kan dan sekarang udah berapa hari kita gak ke sana mungkin Mama rindu pada kita," ucap Roger.


"Kamu pergi aja, sayang lagian aku di sini lagi banyak urusan," ucap Michaela lagi.


"Ya udah kalau gitu aku pergi ya." Roger mulai pergi meninggalkan istrinya di sana!


*******


Di sebuah tempat.


"Bodoh! Kenapa kalian membiarkan mereka selamat? Saya ingin Mitha dalam keadaan hidup atau mati."


"Maaf, Bos kami tidak tahu kalau gadis itu sangat tangguh," ucap salah satu preman itu.


"Saya gak mau tahu, saya sudah membayar kalian jadi kalian harus dapatkan Mitha bagaimana pun caranya. Jangan sampai Mitha mengatakan kebenaran tentang Randy," ucap laki-laki itu.


"Baik, Bos kami akan berusaha lagi."


"Kalau sampai Roger tahu bahwa Randy tidak bersalah semua rencana yang saya bangun akan hancur."


**********


Tiba di rumah Mitha.


Roger langsung berjalan memasuki rumah itu! Di dalam rumah sudah ada Mitha dan Michelle yang sudah menunggunya dari tadi.


"Ada apa, Ma?" tanya Roger sembari berjalan ke arah mereka!


"Duduklah dulu," ucap Mitha.


Mitha membuka sebuah kotak kayu berukuran sedang itu.

__ADS_1


Kotak itu masih terkunci rapat dan belum pernah dibuka selama dua puluh tahun lebih.


"Apa itu, Ma?" tanya Roger setelah duduk di samping Michelle.


"Waktu itu kamu menanyakan kenapa Om Randy tidak dipenjara padahal yang kamu tahu, dia itu bersalah," ucap Mitha.


Roger dan Michelle sangat antusias menunggu perkataan Mitha selanjutnya, dengan tatapan yang terus tertuju pada kotak itu mereka menutup mulutnya rapat-rapat.


"Dulu Papa kalian dan Om Randy bersahabat baik, mereka sering pergi bersama dan melakukan sesuatu bersama. Mereka sulit dipisahkan," ucap Mitha sembari membuka amplop berwarna coklat yang terdapat di dalam kotak itu.


"Ini hasil pemeriksaan dokter. Disini menyatakan bahwa Papa kamu meninggal karena serangan jantung dan ini hasil pemeriksaan polisi, mereka tidak menemukan sesuatu apapun pada tubuh Papa kalian. Papa kalian murni meninggal karena serangan jantung," jelas Mitha.


"Ma, laporan itu bisa saja dipalsukan," ucap Roger.


"Ini ada rekaman CCTV di tempat kejadian. Kamu boleh melihatnya," ucap Mitha.


"Dari mana kakak tahu kalau Pak Randy yang bersalah atas insiden yang menimpa Papa? Kenapa kakak begitu yakin kalau Pak Randy sengaja menghilangkan nyawa Papa?" tanya Michelle.


"Ada orang yang melihat kejadian di sana. Dia melihat Om Randy sengaja mendorong Papa," ucap Roger.


"Lihat dulu rekaman ini. Ini didapatkan dari rekaman CCTV yang ada di bangunan lain yang kebetulan mengarah ke tempat itu."


"Apa ada rekaman CCTV dari tempat itu?" tanya Michelle.


"Di sana memang ada CCTV tapi entah kenapa CCTV-nya rusak dan tidak menangkap apapun yang terjadi di sana," jelas Mitha.


Roger segera mengambil laptop milik Michelle yang terdapat di atas meja lalu memasangkan USB itu dan mulai melihatnya.


"Semoga rekamannya belum rusak," ucap Mitha.


Mereka pun sama-sama melihat rekaman itu.


"Kamu sudah menyimpan dendam pada orang yang salah," ucap Michelle pada Roger.


"Selama ini aku menganggap Om Randy yang bersalah tapi bukti rekaman ini ...." Roger menghentikan perkataannya, yang ia lihat dalam video itu tidak sama seperti yang ia dengan dari seseorang yang selama ini ia anggap sebagai penolong karena sudah memberitahukan tentang kejahatan Randy yang sebenarnya tidak pernah terjadi.


"Tidak, bisa saja video ini adalah editan," sambung Roger.


"Ini rekaman asli. Kakak tahu kan aku ini siapa? Aku tahu rekaman yang bagaimana hasil editan dan yang seperti apa rekaman asli," ucap Michelle.


Sementara itu Mitha hanya diam dan membiarkan anak-anaknya membicarakan sesuatu yang ia sendiri tidak tahu mereka sedang membicarakanmu apa.


Setelah keduanya selesai menonton video rekaman itu barulah ia akan bertanya.


Mitha memang tidak tahu tentang Roger yang selama ini menyimpan dendam pada keluarga Randy bahkan sampai berniat menghancurkan keluarga Randy. Ia juga tidak tahu siapa Michelle yang sebenarnya, mengapa gadis itu dapat mengetahui banyak tentang Randy.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2