Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 153


__ADS_3

Setelah mencari dan mengikuti Mahendra dan keluarganya, Frans berhenti di sebuah hotel yang tidak begitu mewah.


Dia melihat Mahendra sedang membawa Jingga masuk ke dalam hotel itu, sepertinya mereka sudah selesai dengan semua urusan pembayarannya.


"Mereka akan menginap di sini," ucap Salman yang baru tiba setelah mendengarkan pembicaraan mereka di dalam sana.


"Kapan mereka akan keluar dari sini?" tanya Frans.


"Besok," ucap Salman.


"Masuk. Kita langsung pulang sekarang," ucap Frans.


Salman pun langsung masuk kedalam mobil sementara itu Frans langsung menyalakan mesin mobilnya untuk segera pergi dari sana.


"Menurut kamu apa yang akan Mbak Mawar lakukan pada mereka?" tanya Salman pada Frans.


"Gak tahu tapi yang pasti Mbak Mawar tidak akan sampai membunuh mereka," sahut Frans sembari terus mengemudi mobilnya.


"Aku yakin Mbak Mawar menangis karena tak tega pada Pak Mahendra."


"Mungkin saja buktinya Mbak Mawar mengusir mereka tapi dia malah menyuruh kita memastikan mereka baik-baik saja," sahut Frans.


**********


Di kediaman Randy.


"Sedang membahas apa sih serius banget?" ucap Nasya yang baru pulang sekolah.


"Tidak ada, ini urusan orang tua kamu masuk kamar sana," ucap Randy pada putrinya.


Nasya mencium punggung tangan kedua orang tuanya bergantian lalu langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa sedikitpun pertanyaan lagi!


"Terus sekarang gimana? Apa kita harus membantu keluarga Pak Mahendra untuk yang kesekian kalinya?" tanya Ratu.


"Tidak perlu. Papa tidak ingin ikut campur urusan pribadi mereka."


"Tapi kasihan mereka kalau hidup terlunta-lunta di jalanan. Mereka tidak biasa hidup susah," ucap Ratu lagi.


"Yang Papa tahu Mawar adalah orang baik yang tidak akan tega melihat orang tuanya kesulitan. Jika pada anak-anak jalanan saja dia perduli kenapa pada orang tua kandungnya tidak."


"Tapi kenapa dia malah memecat Pak Mahendra dari perusahaannya sendiri?"


"Mungkin ada alasan lain sehingga Mawar harus melakukan itu. Kita lihat saja beberapa bulan kedepan kalau Mawar bersikap sangat keterlaluan baru kita akan menegurnya mungkin sedikit menasihatinya," ucap Randy.


"Untuk apa menolong orang yang sudah menyalahgunakan kepercayaan keluarga kita? Mereka pantas mendapat balasan," ucap Nasya yang tiba-tiba menyela perkataan Ratu.

__ADS_1


Ratu dan Randy menoleh ke arah Nasya secara bersamaan.


"Nasya, apa yang kamu katakan?" ucap Ratu.


"Kenapa Papa gak bilang kalau Pak Mahendra itu sudah mencurangi kita dengan membuat laporan palsu pada setiap pendapatan perbulannya, mereka sudah merugikan kita banyak tapi Papa masih saja ingin membantu mereka," ucap Nasya lagi.


"Nasya, Papa bilang ini urusan orang tua kenapa kamu ikut campur?" ucap Randy.


"Aku sudah dewasa Pa, aku sudah tahu apa yang boleh dan yang tidak boleh aku lakukan. Mereka itu orang jahat, kenapa Papa tidak sadar juga?"


"Pak Mahendra sahabat Papa dan kamu harus ingat akan jasa dia pada keluarga kita dulu," ucap Randy.


"Sudah-sudah, kalian malah berdebat. Lupakan yang susah berlalu, sudahlah jangan bahas tentang mereka lagi kita serahkan saja semua pada Tuhan semoga saja dia memberikan yang terbagi untuk kita. Untuk Aby, untuk Mawar dan untuk keluarga Pak Mahendra kalau memang sedang ada masalah diantara mereka, kita doakan saja semoga masalah mereka cepat selesai," ucap Ratu yang tak ingin ada perdebatan diantara keluarga mereka.


Nasya terdiam dengan masih berdiri di posisi semula sedangkan Randy memilih pergi dari ruangan itu!


**********


Roger duduk di samping Michaela sembari mengelus-elus lutut istrinya itu!


"Kamu lelah ya?" tanyanya pada sang istri.


"Sedikit," sahut Michaela dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Mau aku pijit?" Roger menawarkan diri pada sang istri.


"Kalian romantis banget, ingat ini dimana," ucap Mitha yang baru tiba di restoran milik Roger itu.


"Mama." Roger bangkit dari duduknya dan langsung menyambut Mitha.


Michaela juga ikut bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri sang ibu mertua!


"Mama, mau ke sini kok gak bilang-bilang padahal bisa aku jemput," ucap Roger.


"Tidak usah lagian tadi Mama pergi sama Michelle," ucap Mitha.


"Lalu sekarang dimana Michelle?" tanya Michaela sembari mencari-cari keberadaan Michelle.


"Dia sudah pergi katanya mau menemui adik-adiknya di panti asuhan," jelas Mitha.


"Padahal kalau aku tahu aku pengen ikut ke sana. Siapa tahu aku bisa cepat hamil kalau sering bertemu dengan anak-anak kecil," ucap Michaela.


"Jangan terlalu merasakan lagipula Mama dan Roger tidak memaksa kamu untuk cepat hamil," ucap Mitha.


"Aku tahu hanya saja aku takut membuat kalian kecewa," ucap Michaela lagi.

__ADS_1


"Tidak, sayang. Aku akan sabar menunggu sampai waktu itu tiba waktu dimana kamu hamil anak aku," ucap Roger.


*********


Di sebuah taman.


"Kamu kenapa cemberut gitu? Bete ya udah lama pacaran tapi belum dicium?" ucap Dirga menggoda Michelle.


Michelle menatap Dirga lalu mencubit tangan laki-laki itu.


"Ish, aku lagi kesal kamu malah bercanda," ucap Michelle.


Dirga tersenyum kecil lalu memeluk Michaela dari belakang!


Perlakuan Dirga membuat Michelle terkejut dan hanya bisa terdiam mematung. Tubuhnya tiba-tiba terasa kaku saat merasakan pelukan pertama dari sang kekasih.


"Tegang banget, ada apa?" tanya Dirga.


"Kamu ngapain?" tanya Michelle.


"Meluk kamulah apa lagi?" ucap Dirga ditelinga Michelle.


Deburan nafas Dirga terasa begitu kencang di telinga Michelle sehingga membuat Michelle merasakan sesuatu yang tak kasat mata.


"Ini tempat umum. Kenapa kamu seperti ini?" ucap Michelle.


"Ini masih dalam batas wajar. Aku belum mencumbumu kan."


"Menyingkirlah!" Michelle berusaha melepaskan diri dari Dirga.


"Nanti ada setan," sambungnya lagi.


Dirga tersenyum lagi. "Kamu gak tahan ya?" bisik Dirga.


"Kamu kok jadi nakal sih?" ucap Michelle.


"Nakal gimana? Aku gak melakukan apa-apa sama kamu."


"Itu tadi."


"Mama kamu udah setuju dengan hubungan kita tinggal aku bawa orang tuaku untuk membicarakan pernikahan kita. Apa salahnya aku mencicipi sedikit," ucap Dirga.


"Nakal, ternyata kamu benar-benar nakal ya. Aku pikir kamu se_kalem waktu awal kita pacaran," ucap Michelle.


"Kamu duluan yang memulai. Aku hanya mengikuti kamu tempo hari," ucap Dirga.

__ADS_1


Michelle menatap Dirga dengan sedikit senyum malu. Ternyata kekasihnya itu tidak seperti yang dia bayangkan.


Bersambung


__ADS_2