Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 56


__ADS_3

"Mawar, kuliah kamu baik-baik aja kan?" tanya Abymana sembari mengunyah makanannya.


"Ya, tentu saja," sahut Mawar seolah tak pernah terjadi apa-apa padanya.


"Kamu sudah punya teman?"


"Banyak."


"Jangan berteman dengan laki-laki nanti keteguhan hati kamu bisa goyah."


"Sayangnya aku udah punya teman laki-laki. Namanya Galaxi, dia tampan dan baik, oh ya satu lagi ... tentunya dia masih muda, masih seumuran denganku."


Aby melongo menatap Mawar yang sedang mengoceh menceritakan teman laki-lakinya.


"Kita kan sudah sepakat untuk pacaran."


"Punya dua pacar kan gak masalah asal jangan punya dua suami aja."


"Kamu kok gitu. Jangan dong Mawar, kita saling setia aja."


"Aku takut kamu balik sama Jingga nanti aku dibuang gitu aja kayak sampah kalau aku punya cadangan kan aku gak sakit-sakit banget pas kehilangan kamu."


"Astaga Mawar, kamu pikirannya gitu banget. Aku udah bilang kalau aku aku gak akan mau balik sama Jingga. Ya kali aku mau sama barang bekas, bekas gak resmi lagi."


"Haha! Bisa aja, jangan-jangan kamu juga pernah nyobain."


"Nggak lah. Aku maunya nyobain kamu aja apalagi bibir kamu lincah banget ngomongin teman laki-laki kamu itu. Rasanya aku ingin ********** biar bisa berhenti bicara."


"Otaknyaaa."


"Iya lah, wajar ... aku kan suami kamu."


"Oh iya lupa. Jadi kamu mau bibir ini hemm?" Mawar mendekatkan wajahnya ke wajah Aby sembari menggigit bibir bawahnya.


Aby terdiam dengan mata yang terus menatap Mawar.


Dia nampak tengah bersiap untuk menyambut bibir manis milik Mawar itu. Dalam pikirannya, Mawar benar-benar akan melakukan cumbuan pertamanya dengannya pagi itu namun setelah beberapa centi lagi akan menempel. Mawar memalingkan wajahnya dan menempelkan telapak tangannya di pipi Aby!


"Serius banget? Aku cuma bercanda." Mawar sedikit menekankan tangannya hingga wajah Aby menoleh ke arah kiri.


"Ngerjain orang aja ya. Aku serius lho ini." Aby bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Mawar yang masih berdiri di tempatnya!


"Kamu yang mulai jadi kamu juga yang harus bertanggungjawab. Aku mau ciuman sekarang," sambung Aby.


"E_e_eh, nggak ya. Gak boleh!" Mawar segera menghindari Aby yang saat itu berusaha meraih pinggangnya!


Mawar berlari untuk melindungi dirinya!


"Awas ya, aku gak akan membiarkan kamu lepas gitu aja, kamu harus dihukum!" Aby berlari mengejar Mawar yang sudah berlari jauh darinya.


"Maaf! Maaf aku cuma bercanda tadi. Tuan Muda aku mohon maafkan aku, aku mau kuliah udah kesiangan ini," ucap Mawar sembari terus berlari.


"Gak bisa, kamu harus dihukum."

__ADS_1


Mereka berdua terus kejar-kejaran seperti anak kecil yang sedang bermain berlarian.


**********


"Saya, ke kantor dulu jangan lupa kunci pintu dan semua jendela, jangan masukkan orang yang tidak kamu kenal meski dia me–"


"Iya Pak, Ussy tahu gak usah diingatkan setiap hari," celetuk Ussy memotong perkataan Dirga.


Dirga hanya bisa terdiam saat ucapannya disalip oleh Ussy.


"Kalau mau berangkat, berangkat aja sana Pak. Tenang aja, Ussy gak bakal macam-macam kok."


Dirga tersenyum lalu segera menenteng tas kerjanya.


**********


"Pa, Papa jangan terlalu keras sama Jingga. Dia gak biasa kamu bentak-bentak gitu nanti yang ada dia marah dan gak mau pulang," ucap Marisa.


"Dia udah dewasa, seharusnya dia tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Papa tidak mau Jingga ataupun Mama mengganggu Mawar lagi. Sudah cukup kita membuatnya kecewa."


"Iya Pa, terserah Papa aja lagian lama-lama juga Aby pasti ninggalin Mawar demi Jingga. Aby kan cintanya cuma sama Jingga."


"Biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau. Tentang bagaimana nantinya, biar mereka yang memutuskan."


Marisa tak berucap lagi, dirinya tak ingin berdebat dengan suaminya pagi itu.


Mahendra langsung pergi karena Marisa tak berbicara lahi lagi padanya.


**********


Saat itu Aby sudah berhasil menangkap Mawar dan kini laki-laki berusia dua puluh lima tahun itu tengah memeluk Mawar dari belakang.


Tangannya melingkar di perut Mawar dengan erat hingga Mawar kesulitan untuk melepaskannya.


"Gak ada ampun buat kamu."


"Aah kamu gak asyik, gak bisa diajak bercanda." Mawar terus merobta untuk melepaskan diri.


"Kamu yang bercandanya keterlaluan. Pokoknya aku mau bibir kamu."


"Jangan! Gak mau, gak boleh."


Grep!


Tiba-tiba Jingga memeluk Aby dari belakang.


Sontak Aby langsung melepaskan pelukannya dari Mawar dan mencoba melihat siapa yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.


Mawar yang baru terlepas langsung berbalik badan untuk mengejek Aby lagi. Ia pikir, tenaganya terlalu kuat hingga dirinya bisa melepaskan diri dari pelukan Aby.


Seketika senyumnya hilang, wajah yang dipenuhi kebahagiaan kini berganti dengan wajah masam yang dipenuhi kebencian.


Mawar mengalihkan pandangannya lalu berjalan hendak meninggalkan mereka!

__ADS_1


"Jingga? Ngapain kamu di sini? Lepaskan aku!" Aby melepaskan tangan Jingga yang melingkar di dadanya dan berjalan menyusul Mawar!


"Aby, aku datang untuk kamu. Aku kangen sama kamu." Jingga mengebor di belakang Aby dengan langkah panjangnya.


"Mawar kamu mau kemana?" tanya Aby yang tak menghiraukan Jingga yang sedari tadi terus membuntutinya.


"Aku mau kuliah, kamu juga harus kerja kan?" Mawar meraih tas nya yang sudah disiapkan di atas kursi ruang keluarga dan langsung keluar dari rumahnya!


"Sayang biarkan dia pergi. Aku di sini, temani aku saja."


"Jingga tolong pergi dari rumahku. Aku mau pergi."


"Aby, Aby dengarkan aku dulu. Aku sayang sama kamu, aku mau kita seperti dulu lagi."


"Aku tidak ada waktu untuk bicara. Pergilah Jingga."


"Kalau memang sudah tidak cinta, kenapa kamu tidak berterus-terang saja pada Jingga? Kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu tidak mau lagi padanya?" batin Mawar lalu pergi ke kampusnya dengan membawa sedikit kekecewaan.


"Aby, aku mohon kembalilah padaku." Jingga memeluk Aby dengan sangat erat dan tidak membiarkan Aby terlepas begitu saja.


Ia membenamkan kepalanya di dada Aby lalu menggesekan pipinya di dada bidang miliki sang kekasih.


Aby menghentikan usahanya untuk melepaskan Jingga. Dia merasakan adanya perasaan yang aneh dalam dirinya.


Merasakan dekapan dan gesekan itu, membuatnya mengingat masa lalu yang pernah dilewati bersama Jingga. Jingga yang manja memang suka melakukan hal itu padanya.


************


Mawar berjalan menasuki area kampusnya dengan mendekap buku miliknya!


Tak lama seseorang berteriak memanggil Mawar. Ia pun menatap ke arah orang itu.


"Sherin? Kenapa dia terlihat begitu panik?" batin Mawar.


"Sherin, jangan berlari seperti itu. Kayak lagi dikejar hutang aja," ucap Mawar pada Sherin.


Sherin menghentikan langkahnya dan berdiri di samping Mawar. Dia ngos-ngosan karena kelelahan setelah berlari.


"Mawar, kamu serius mau adu dance sama Yura?" tanyanya.


Mawar melongo menatap Sherin. Dirinya baru tiba di kampus dan sudah mendapatkan berita yang tidak benar adanya.


"Kamu tahu gak, Yura itu jago dance kalau kamu kalah apa kamu bersedia keluar dari kampus ini?"


"Maksud kamu apa sih! Aku gak ngerti deh."


"Semua mahasiswa di sini udah tahu kalau kamu mau adu jago dance sama Yura. Siapa yang kalah harus keluar dari kampus ini," jelas Sherin.


"Ngakak, aku gak pernah membuat persetujuan seperti itu sama Yura dan lagi aku gak bisa nari, berjoget atau apalah itu."


"Tapi Yura dan teman-temannya udah mengumumkan ini dan semua orang sudah ber antusias untuk menonton."


"Anak itu, didiamkan malah makin jadi," batin Mawar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2