Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 111


__ADS_3

Aby memakaikan kalung berlian itu pada Mawar lalu mengajaknya makan berdua di meja yang sudah Aby siapkan.


Ditengah hijaunya rerumputan dan daun-daun pepohonan yang rimbun, Aby dan Mawar duduk berdua, menikmati udara sejuk dan indahnya pemandangan siang itu, langit yang cerah dengan tiupan angin sepoi-sepoi semakin mendukung suasana saat itu.


"Aku gak nyangka kamu bisa gini Mas," ucap Mawar.


"Apapun akan aku lakukan demi kebahagiaan kamu," ucap Aby.


"Terima kasih." Mawar menatap Aby dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya.


"Lama-lama ngeliatin mereka, iri juga gue," ucap Mia.


"Hooh, mereka gak tahu apa kalau gue jomblo," ucap Ghina.


"Tampang doang cantik, pacar aja gak punya," celetuk Sherin.


"Mending kita pulang yuk, Mawar udah pasti aman sama suaminya," ucap Yura yang sebenarnya ia juga merasa iri pada Mawar.


Selama ini dirinya menolak banyak laki-laki hanya untuk Galaxi tapi sepertinya sampai saat ini Galaxi tetap tidak mencintainya dan tak ingin berusaha mencintainya.


"Kamu cantik sekali hari ini," ucap Aby pada Mawar.


"Memang biasanya gak cantik ya?" ucap Mawar sambil terus menatap Aby.


"Setiap hari kamu cantik tapi khusus untuk hari ini kamu cantiknya pakai banget."


"Kok bisa gitu? Padahal setiap hari aku gini-gini aja."


"Karena hari ini dari atas sampai bawah kamu memakai pakaian yang aku belikan. Dress berwarna merah jambu itu, aku suka melihat kamu memakainya, sepatu hak tinggi yang kamu pakai terlihat lebih indah di kakimu dan tas itu semakin menambah kecantikan dirimu," ucap Aby.


"Ditambah dengan kalung ini, aku menjadi sangat sempurna. Ya kan?"


Aby tersenyum lalu menyodorkan steak yang baru ia potong itu pada mulut Mawar!


"Sebenarnya kamu selalu cantik memakai apapun juga, aku rasa walaupun kulitmu sudah keriput dan rambutmu sudah memutih kamu akan tetap terlihat cantik."


"Gila ya tuh Abymana, udah berumur tapi masih bucin aja," ucap Mia yang semakin dibuat iri oleh Aby dan Mawar.


"Dahlah, aku mau pergi aja," ucap Sherin sembari melangkah pergi dari tempat itu!


"Gue ikut!" ucap Ghina sembari mengejar Sherin.


Mereka semua pun pergi meninggalkan tempat itu karena tak ingin menjadi penonton dalam kemesraan Aby dan Mawar!


*********


"Ini Mama aku, Mama kamu juga," ucap Roger pada Michelle.


Saat ini Roger membawa Michelle bertemu dengan Mamanya di rumah sakit, kini mereka berdua sedang berada dalam satu ruangan tempat Mitha dirawat.


"Ma, ini Mimi," ucap Roger pada Mitha.


Mitha yang awalnya hanya asyik sendiri kini menatap Roger lalu menatap Michelle.


"Gadis ini adalah Mimi, Mimi kita yang dulu hilang," ucap Roger lagi.

__ADS_1


Mitha menatap Michelle dan ia melihat liontin sebentuk kupu-kupu yang dipakai oleh Michelle.


"Mimi, Michelle sayang!" Mitha meraih kedua belah pipi Michelle lalu mengusap pipi mulus itu dengan ibu jarinya.


Michelle mulai meneteskan air matanya, diraihnya tangan Mitha yang masih berada di pipinya lalu digenggam nya tangan wanita yang sudah mulai tua itu dengan sangat erat.


"Mama cepat sembuh ya, biar kita bisa berkumpul lagi seprti dulu," ucap Roger.


"Mama ... Mama." Seolah tak dapat berucap kata lain selain kata 'Mama', Michelle memeluk Mitha dengan erat.


Sementara itu, Roger terdiam sembari menatap Michelle dan Mitha berpelukan, ia berharap dengan ditemukannya anak yang hilang itu, Mamanya bisa sembuh dan bisa menjalani hidup normal seperti bisanya.


**********


Sore hari di kediaman Randy dan keluarga.


"Mas ganteng sekarang dimana ya?" ucap Nasya.


"Ya di kantor lah, di mana lagi," ucap Ratu.


"Aku mau ke rumah kak Aby," ucap Nasya lagi.


"Mau ngapain?"


"Hari ini kan Kak Mawar ulang tahun, aku mau kasih kado buat dia."


"Darimana kamu tahu kalau hari ini Mawar ulang tahun?"


"Dari Mas ganteng."


"Emang kamu udah beli kadonya?"


"Kalau mau pergi, pergi aja sendiri gak usah nunggu Dirga lagipula mungkin anak itu mau pergi bersama pacarnya."


"Mana ada. Sampai saat ini Mas ganteng belum punya pacar juga."


*********


Di rumah Aby.


"Kamu udah bolong ke kantor hari ini," ucap Mawar.


"Aku tahu, aku begini karena kamu," ucap Aby.


"Ih malah nyalahin aku."


"Ya emang gara-gara kamu, aku jadi gak sempat ke kantor."


********


Di rumah Mahendra.


"Mulai sekarang kalian jangan boros-boros karena karena sbentar lagi perusahaan akan diambil alih oleh Abymana," ucap Mahendra yang baru datang dari kantor.


"Apa? Tapi kenapa tiba-tiba Aby mau mengambil alih perusahaan kita?" ucap Jingga.

__ADS_1


"Bukan kita tapi mereka. Delapan puluh persen perusahaan kita adalah milik mereka, wajar saja jika mereka mau meminta haknya," ucap Mahendra sembari menaruh tas kerjanya dengan sedikit melemparnya ke atas kursi.


"Gak bisa, ini gak bisa dibiarkan Pa. Aku gak mau hidup susah," ucap Jingga.


"Pa, apa kamu tahu alasan kenapa tiba-tiba Aby mau mengambil asetnya?" tanya Marisa.


"Mungkin karena pemasukan yang tidak stabil," sahut Mahendradatta.


"Maksud kamu?" tanya Marisa lagi.


"Selama ini jan kita hanya membagi tiga puluh persen pada mereka, mungkin Pak Randy merasa rugi."


"Kenapa begitu Pa? Kenapa tidak kamu kasih lima puluh persen?"


"Itu karena kalian berdua yang sukanya berfoya-foya," ucap Mahendra dengan nada bicaranya yang tinggi.


"Kok Papa jadi nyalahin kita. Seharusnya Papa sadar dong di sini Papa yang bersalah karena gak becus megang perusahaan," ucap Marisa yang tak mau kalah dengan Mahendra.


"Udah! Udah! Pa, Ma seharusnya kalian mencari solusi untuk masalah ini bukan malah saling mengalahkan," ucap Jingga lalu pergi.


**********


"Selamat ulang tahun Mawar. Semoga sehat dan selalu bahagia," ucap Dirga yang kala itu sudah berada di rumah Abymana.


Mawar tersenyum bahagia mendapat ucapan selamat ulang tahun dari Dirga. "Kamu juga tahu hari ini aku ulang tahun?" ucap Mawar.


"Tahu dong. Ini ada kado untuk kamu." Dirga menberikan kadonya pada Mawar.


"Wah Terima kasih ya," ucap Mawar.


"Bukan cuma kak Aby dan Mas ganteng yang bawa kado untuk kak Mawar, aku juga bawa," ucap Nasya.


"Nasya, kamu juga di sini?" ucap Mawar.


"Mama, Papa juga ada kado untuk kamu," ucap Ratu.


Seketika Mawar tersenyum lalu meneteskan air matanya.


"Terima kasih. Kalian begitu perhatian padaku," ucap Mawar dengan air matanya yang sudah mengalir deras.


"Jangan nangis sayang, kami di sini untuk kamu," ucap Ratu sembari memeluk Mawar.


"Aku bahagia karena kalian semua begitu baik padaku." Mawar semakin mengeratkan pelukannya pada Ratu.


Seumur hidupnya, ia tak pernah mendapatkan pelukan hangat dari Ibu kandungnya dan juga ia tidak pernah mendapatkan perhatikan yang begitu besar dari orang lain selain dari kedua orang tua angkatnya.


"Duh istriku ini jagoan, dia bisa mengalahkan tiga preman jalanan dalam sekali hantam tapi aku gak nyangka ternyata istri tangguh ku ini super cengeng," ucap Aby menggoda Mawar.


"Mas Aby." Mawar mrmukul dada Aby pelan lalu memeluknya.


Aby melingkarkan tangannya di pinggang Mawar lalu mencium pucuk kepalanya. "Aku sayang sama kamu, mereka juga sayang sama kamu. Jangan nangis lagi," ucap Aby sembari mengelus punggung Mawar.


"Ma, Pa, Nasya, Dirga ayo duduklah. Maaf baru inget nyuruh kalian duduk," ucap Aby sembari nyengir kuda.


Mawar melepas pelukannya pada Aby lalu menghapus air matanya.

__ADS_1


"Biar aku buatkan minum untuk kalian," ucap Mawar lalu pergi dari ruangan itu.


Bersambung


__ADS_2