Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 138


__ADS_3

"Papa bahagia atas kehamilan kamu, Nak. Sebentar lagi Papa akan jadi kakek," ucap Randy.


"Papa aja bahagia, apalagi aku," ucap Aby.


Mereka terus berbincang ria bersama-sama tak lama Michelle datang dan berjalan ke arah mereka!


"Michelle, kamu lama banget di toilet. Kamu baik-baik aja kan?" ucap Dirga.


Mawar menatap Michelle lalu menatap Marisa dan Jingga.


"Mungkinkah mereka mengerjai Michelle?" batin Mawar.


"Kenapa anak itu bisa keluar? Gak mungkin dia keluar sendiri kalau gak ada yang bukain pintunya," ucap Marisa didalam hatinya.


"Kuncinya kan ada sama gue, kenapa tuh anak bisa keluar?" batin Jingga.


Marisa dan Jingga saling menatap, terlihat mereka saling bertanya satu sama lain tapi dengan menggunakan bahasa isyarat.


"Sepertinya Arab yang ingin bermain-main denganku," ucap Michelle.


Marisa berjalan mendekatkan Michelle lalu berdiri di sampingnya!


"Awas kamu kalau berani buka suara," ucap Marisa ditelinga Michelle lalu Marisa tersenyum ke arah orang-orang di sana.


"Michelle, ada apa?" tanya Mawar.


"Tidak ada apa-apa," ucap Michelle.


Marisa dan Jingga tersenyum karena merasa Michelle takut dengan ancaman mereka.


"Oh ya, Tante Ratu selamat ya semoga panjang umur dan murah rezeki," ucap Michelle.


"Terima kasih, oh ya saya baru melihat kamu


Kamu siapa kok tahu nama saya?" tanya Ratu.


"Saya Michelle. Maaf karena tak mengenalkan diri terlebih dahulu," sahut Michelle.


"Pacarnya Dirga, Ma," ucap Aby.


"Iya kah? Wah gini dong sekali-kali punya pacar jangan mau digelendotin Nasya terus," ucap Ratu.


Dirga tersenyum lalu menundukkan kepalanya karena malu. Selama ini ia tak pernah memamerkan pacar meski pernah beberapa kali menjalin hubungan dengan beberapa gadis.

__ADS_1


"Kalau udah berani ngenalin ke kita itu tandanya Dirga serius. Biasanya laki-laki yang gak pernah memamerkan pacar sekalinya diajak jalan pasti udah ada keseriusan dalam hubungan mereka," ucap Randy.


"Selamat ya Mas Dirga semoga cepat nyusul Tuan Muda dan Mawar," ucap Mahendra.


"Terima kasih, Pak Mahendra do'akan saja yang terbaik untuk saya dan Michelle," ucap Dirga.


Mawar menatap Michelle dan tatapannya itu disadari oleh Michelle. Mawar memberikan mengajak Michelle bicara di tempat lain dengan menggunakan bahasa isyarat.


"Mas, aku ke toilet dulu perutku mual," ucap Mawar.


"Mau aku antar?" ucap Aby.


"Gak usah, biar saya saja yang mengantar Mawar," ucap Michelle lalu berjalan berdampingan dengan Mawar!


**********


Di kediaman Mitha.


"Roger, Mama lihat kamu seperti menyembunyikan sesuatu. Apa yang kamu sembunyikan dari Mama? Kamu terlihat selalu gelisah, Nak," ucap Mitha.


"Tidak, Ma tidak ada apa-apa aku hanya sedikit khawatir sama istriku. Saat aku tidak di rumah bersamanya aku selalu takut dia kenapa-kenapa," ucap Roger berbohong.


"Kalau gitu kenapa kamu tidak mengajukan ke sini? Kalau kalian tidak mau tinggal di sini gak apa kalian masih bisa ke sini dipagi hari dan pulang saat sore hari," ucap Mitha lagi.


"Ma, aku ingin bertanya tapi Mama jangan sedih," ucap Roger dengan penuh keraguan.


"Kenapa Om Randy tidak dipenjara padahal dia yang bersalah, dia penyebab kematian Papa," ucap Roger.


"Rupanya itu yang membuat kamu gelisah," ucap Mitha lagi.


"Maaf Ma, mungkin Mama akan sedih karena mengingat kejadian itu," ucap Roger.


"Tidak sayang, Mama sedih bukan karena mengingat kejadian itu tapi Mama sedih karena rindu sama Papa kamu," ucap Mitha.


"Jadi, Mama bisa menceritakan semuanya padaku?"


"Mama akan cerita tapi nanti setelah adik kamu pulang. Sebenarnya dulu Mama ingin menceritakan ini padamu tapi diusia dua belas tahun kamu tidak akan mengerti dengan permasalahan orang dewasa," ucap Mitha.


*********


"Ada apa?" tanya Michelle saat mereka sudah berada di tempat yang jauh dari keluarganya.


"Kamu bukan gadis sembarangan. Aku tahu kamu seorang agen yang bekerja secara rahasia. Aku gak perduli saat di kampung kamu bekerja pada siapa, sekarang aku mau kamu membantu aku," ucap Mawar.

__ADS_1


"Apa yang bisa kulakukan?" tanya Michelle.


"Ambil sertifikat rumah dan perusahaan milik Pak Mahendra," ucap Mawar.


"Aku tidak bisa melakukannya," ucap Michelle menolak permintaan Mawar.


"Kenapa? Kamu punya keahlian khusus untuk itu, kamu pasti bisa."


"Aku memang bisa melakukan itu bahkan itu hanya pekerjaan mudah bagiku tapi aku tidak bisa membantu orang dalam melakukan kejahatan. Perlu kamu ketahui, aku bekerja hanya untuk mencari informasi yang ingin diketahui oleh klien ku bukan mencuri barang orang lain," jelas Michelle.


"Aku pikir permintaan aku ini tidak termasuk dalam sebuah kejahatan. Aku hanya ingin mengambil hak aku," u ucap Mawar.


"Maksudnya?" Michael menatap Mawar penuh tanya.


"Mereka adalah orang tua kandungku. Ya Bu Marisa dan Pak Mahendra adalah orang tua kandung aku tapi mereka membuang aku sesaat setelah aku dilahirkan yang lebih menyakitkan mereka membuangku hanya karena aku terlahir sebagai anak perempuan sementara mereka menginginkan anak laki-laki," jelas Mawar.


"Lalu apa hubungannya dengan sertifikat milik mereka?"


"Aku hanya ingin hak aku. Dua puluh tahu mereka tidak pernah menganggapku ada tapi saat mereka butuh, dengan gampangnya mereka mengambil aku dari orang tua kandung aku dan menikahkan aku dengan Aby. Aku hanya ingin mengambil hak aku selama dua puluh tahun lalu yang sudah aku lewati tanpa mereka."


"Kamu dendam?"


"Kamu tidak tahu bagaimana rasanya hidup punya orang tua tapi tidak dianggap," ucap Mawar.


"Aku tahu bagaimana rasanya hidup tidak punya orang tua. Aku akan membantumu, berikan saja alamat rumah mereka tapi aku akan mengambil nama kembali dan memberikannya lagi pada mereka jika kamu terbukti mencurinya."


"Michelle untuk apa semua itu? Rumah, perusahaan, harta, semua sudah aku miliki dari Aby hanya pengakuan mereka saja yang tidak aku miliki. Aku janji setelah mereka menyadari dan mengakui aku, aku akan mengembalikannya semua yang sudah aku ambil dari mereka terkecuali Aby, karena aku tidak pernah merebut Aby dari mereka. Merekalah yang memberikan Aby untukku."


"Oh ya Mawar, sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu jika mereka adalah keluargamu tapi aku ada dendam kecil pada mereka. Mamamu dan Jingga sudah mengurung ku didalam toilet jadi mereka akan menerima akibat dari perbuatan mereka padaku," ucap Michelle.


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan tapi jangan sampai mereka terluka," ucap Mawar.


Michelle menatap Mawar, ada pertanyaan besar di hatinya. Mengapa Mawar tak membiarkan mereka terluka padahal dirinya menyimpan dendam pada mereka?


"Ada sesuatu dalam dirimu," ucap Michelle.


"Apa?"


"Aku yakin kamu sudah mengetahui itu. Aku akan melakukan tugasku hari ini juga, nanti sore aku akan mengantarkannya padamu," ucap Michelle.


"Lebih cepat lebih baik. Kamu akan menerima imbalan sesuai dengan pekerjaanmu."


"Jangan bicarakan imbalan. Aku pergi duluan," ucap Michelle sembari meninggalkan Mawar!

__ADS_1


"Lihat saja Pak Mahendra, kamu dan istrimu akan menemui neraka setelah aku mendapatkan semuanya," batin Mawar.


Bersambung


__ADS_2