Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 112


__ADS_3

Setelah mengantar berkas yang dia ambil dari rumah Dirga, Joe langsung kembali ke rumah Aby dengan perasaan gembira.


"Nanana, nanana." Joe terus bersenandung sambil berjalan menghampiri Frans dan Salman, tangannya terus memainkan kunci mobilnya.


Salman tersenyum melihat tingkah Joe yang terlihat sedang sangat bahagia.


"Ada apa? Kamu begitu bahagia sepertinya," ucap Salman.


"Kalian tahu, Ussy ada di rumah Pak Dirga. Dia ada di sana tadi aku bertemu dengannya," jelas Joe dengan gembira.


"Apa? Ussy ada di sana. Sedang apa?" tanya Salman.


"Tidak tahu. Yang pasti dia ada di sana dia tiba di rumah itu sesaat setelah aku tiba di sana," ucap Joe.


"Setahu aku Pak Dirga punya adik perempuan. Apa menurut kalian cewek itu adiknya Pak Dirga?" ucap Frans.


"Adiknya Pak Dirga." Seketika Joe langsung lemas tak berdaya, senyumnya pun hilang begitu saja, raut wajah bahagianya pun hilang entah kemana.


"Kamu kenapa? Sebentar bahagia habis itu memasang wajah kusut kayak kemeja belum disetrika," ucap Salman.


"Dia itu adiknya Pak Dirga sedangkan aku ... aku tidak yakin Pak Dirga akan merestui kami," ucap Joe.


"Belum apa-apa udah mikirin restu. Kamu udah jadian belum sama Ussy?" tanya Frans.


"Belum lah. Gimana mau jadian, ngobrol berdua saja tidak pernah," ucap Joe.


"Dasar aneh, dapatkan dulu gadis itu baru pikirkan restu," ucap Frans.


"Kalau sudah mendapatkan dia baru kalian berjuang mendapatkan restu jika memang Pak Dirga tidak merestui kalian," sambung Salman.


"Dahlah, aku mau menelpon Ussy dulu," ucap Joe sambil merogoh ponselnya dari dalam saku celananya.


*********


Di salah suatu tempat.


Di tempat itu sudah ada Michelle, Dirga, Aby, Mahendra dan Marisa. Mereka sedang membicarakan tentang ayah kandungnya Mawar.


"Siapa laki-laki bernama Darko yang Anda maksud?" tanya Michelle pada Marisa.


"Dia adalah tukang kuli bangunan yang waktu itu sedang memperbaiki dapur kami, dia mempunyai bukti rekaman video saat kejadian itu. Dari video itu kita bisa melihat seperti apa wajah tiga laki-laki bejat itu," ucap Marisa.

__ADS_1


"Anda tahu dimana dia tinggal?" tanya Dirga.


Marisa menggeleng pelan, ia tidak tahu dimana laki-laki itu tinggal dan tidak tahu sekarang dia sedang berada di mana.


"Dua akan datang saat dia memerlukan uang. Dia memeras saya menggunakan video itu," ucap Marisa.


"Bagus. Bagus sekali, dia akan datang lagi untuk meminta uang," ucap Aby.


"Kita akan memancingnya agar dia bisa menampakkan diri," ucap Michelle.


"Bagaimana caranya?" tanya Mahendra.


"Kapan terakhir kali dia datang menemui Anda, Bu Marisa?" tanya Michelle.


"Beberapa bulan lalu. Kami bertemu di pasar tradisional dan dia juga tahu tempat tinggal saya sekarang," ucap Bu Marisa.


"Anda akan menjadi umpan untuk memancing laki-laki itu tapi Anda yakin bahwa laki-laki itu benar-benar memiliki video itu?" sambung Michelle.


"Saya yakin karena saya melihat sendiri video itu," sahut Marisa.


"Kalau gitu tolong lakukan misi ini secepatnya, saya tidak mau berlama-lama sibuk dengan masalah ini," ucap Aby.


"Jangan minta maaf pada saya. Minta maaf lah pada Papa dan juga Mawar tapi saya minta biarkan Mawar tidak mengetahui ini. Mawar tidak boleh tahu kalau Papa Mahendra bukan papa kandungnya," ucap Aby.


"Semua akan terbongkar saat sudah waktunya," ucap Mahendra.


"Setidaknya tidak sekarang. Mawar baru saja mendapatkan kebahagiaan atas kelahiran bayi kami, saya tidak bisa membiarkan dia kembali berduka," ucap Aby.


"Baiklah, kalau gitu misi akan berjalan tanpa sepengetahuan Mawar. Misi ini berjalan secara rahasia, hanya kita yang tahu," ucap Michelle.


"Karena ini hanya bisa dilakukan oleh Michelle dan Bu Marisa maka aku dan yang lainnya hanya bertugas menjaga rahasia ini," ucap Dirga.


"Kalau gitu pertemuan selesai selanjutnya aku dan Bu Marisa saja yang akan membahas rencana yang akan dilakukan," ucap Michelle.


"Tapi Michelle, kamu janji ya bisa melindungi saya. Saya masih harus menebus dosa saya pada Mawar, saya belum siap untuk mati," ucap Marisa.


"Tidak pernah ada seorang pun yang mati saat menjalankan misi bersama saya. Anda tenang saja, Bu Marisa," ucap Michelle.


*********


Di kediaman Mawar.

__ADS_1


Nasya datang je rumah itu bersama dengan El. Setelah memarkirkan mobilnya dua gadis itu langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu utama rumah mewah itu!


"Selamat siang semuanya," ucap Nasya pada tiga bodyguard yang sedang bersantai di pos penjagaan.


"Selamat siang, Mbak Nasya," ucap Frans.


"Mbak ...." Salman menatap El dengan jari tangannya yang mengarah pada El.


"Bang Salman." El tersenyum lebar ke arah Salman yang terlihat seperti sedang mengingat-ingat sesuatu.


"Bang Salman kan ya?" ucap El.


"I_iya. Astaghfirullah, maaf, Mbak saya mengingat wajah Mbak tapi lupa sama namanya. Maaf ya, Mbak," ucap Salman.


"Jodoh kali ya, hari ini kita bertemu lagi," ucap Joe.


Salman menyikut perut Joe lalu tersenyum canggung pada El.


"Maaf ya, Mbak. Teman saya emang kadang-kadang suka ngawur," ucap Salman.


"Tidak apa-apa. Santai aja," ucap El.


"Roman-romannya ada yang ketemu jodoh nih," celetuk Nasya.


"Apaan sih kamu," ucap El malu-malu.


"Oh ya, Mbak Nasya pasti mau ketemu sama Aby junior," ucap Frans.


"Kamu tahu aja. Aby nya ada gak?" tanya Reza.


"Eh, Pak Polisi juga ikut," ucap Frans lagi.


"Kalian ajak tuh polisi nyebelin ngobrol. Aku sama El mau ketemu baby lucu dulu," ucap Nasya lalu menarik tangan El membawanya masuk ke dalam rumah.


"Biasa ditinggalin aku mah. Asal jangan pergi sama laki-laki lain aja, aku tembak mati nanti," ucap Reza.


Sekarang tinggal empat laki-laki itu berkumpul di sana.


Bersambung


__ADS_1


__ADS_2