Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 115


__ADS_3

"Kita mau kemana?" tanya Mawar.


"Rahasia. Kamu akan tahu saat kita sudah tiba di tempat itu."


"Ada rahasia-rahasiaan segala."


"Ayo masuk mobil." Aby membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Mawar untuk masuk ke dalamnya.


Tanpa berkata lagi, Mawar masuk ke dalam mobil itu dan meninggalkan motornya.


Saat Aby sudah melakukan mobilnya pelan Mawar melihat anak yang setiap hari ia temui di depan kampusnya.


"Berhenti dulu Mas," ucap Mawar.


Aby menghentikannya laju mobilnya lalu menatap Mawar dengan mulut yang tertutup rapat tanpa sepatah kata pun yang ia ucapkan.


"Sebentar ya." Mawar turun dari mobil itu lalu berjalan menghampiri anak dan kakek tua itu!


"Kakek!" seru Mawar.


"Ngapain Mawar?" gumam Aby.


"Kak Mawar," ucap anak itu.


"Hey kemarilah," ucap Mawar.


"Nak, tumben kamu belum pulang," ucap kakek itu.


"Aku udah mau pulang tapi hari ini uang jajanku sisa banyak jadi ambillah kek." Mawar memberikan beberapa lembar uang kertas berwarna biru pada kakek itu.


"Gak usah Nak, simpan saja uang mu."


"Tidak kak, ini uang untuk biasa sekolah dia," ucap Mawar sembari menatap anak kecil itu.


"Terima kasih Kak. Kakak baik sekali," ucap anak itu.


"Tidak ada kata Terima kasih dari adik untuk seorang kakak. Ini uang jajan kamu." Mawar memberikan uang senilai sepuluh ribu rupiah pada anak itu.


"Terima kasih."


"Iya sama-sama kalau gitu kakak pulang dulu ya," ucap Mawar.


"Kek, aku pulang dulu kalian berhati-hatilah," ucap Mawar pada kakek itu.


"Hati-hati, Nak semoga kebahagiaan selalu bersamamu," ucap kakek itu.


Maaf tersenyum tipis lalu dengan tanpa sengaja, air matanya menetes begitu saja.


"Ada apa, Nak?" tanya kakek itu.

__ADS_1


"Tidak ada. Aku hanya kelilipan," ucap Mawar lalu berlalu dari sana.


Di dalam mobilnya, Aby terus menatap Mawar meski ia tak dapat mendengar perkataan Mawar tapi ia tahu yang Mawar lakukan adalah sesuatu hal yang baik.


"Aku pastikan kamu akan meraih tujuanmu, tidak akan ada yang menghalangi tujuanmu. Aku pastikan kamu akan mengembalikan semua yang kamu dapatkan dari mereka. Aku tahu tujuanmu adalah keluargamu," batin Aby yang sedari tadi terus memperhatikan Mawar.


Selama ini Aby memang selalu memperhatikan setiap tingkah laku Mawar, ia menemukan sesuatu hal yang tak biasa dalam diri perempuan yang sudah ia nikahi tanpa cinta itu. Perlahan ia mulai mengerti bahwa Mawar melakukan semua itu karena ada sesuatu yang sedang ia perjuangan ada sesuatu yang sedang ingin ia buktikan karena itulah Mawar menguasai segala sesuatu yang disukai oleh anak laki-laki dan perempuan.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita," ucap Mawar setelah masuk ke dalam mobil Aby.


"Oke, kita berangkat," ucap Aby lalu mulai melajukan mobilnya.


**********


Di rumah sakit jiwa.


"Kenapa kamu tidak mengatakan ini dari awal? Setidaknya aku tidak berpikiran buruk tentangmu," ucap Michaela pada Roger.


"Aku takut kamu tidak akan menerimaku kalau tahu ternyata Mamaku seperti ini," ucap Roger.


"Aku tidak menyangka ternyata prasangkamu begitu buruk terhadapku," ucap Michaela.


Saat ini mereka sedang berada di rumah sakit tempat Mitha di tangani oleh tim dokter.


"Mama, ini aku." Michelle menggenggam tangan Mitha.


Michaela berjalan menghampiri Mitha dan Michelle! Ia langsung mencium punggung tangan Mitha lalu memeluknya.


"Ma, aku istrinya Roger. Maaf aku baru bisa datang karena aku baru datang dari luar negeri, Mama ingat dengan Bayi itu, bayi yang dulu hilang? Ini adalah Michelle." Michaela menyentuh pundak Michelle.


"Bayi yang dulu hilang sekarang sudah tumbuh menjadi seorang gadis cantik. Ayolah Ma, kita pulang dan hidup bersama-sama lagi," ucap Michaela lagi.


Saat mereka sedang bicara, seorang dokter berjalan ke arah mereka dan bicara pada Roger!


"Belakangan ini Bu Mitha menunjukkan perkembangan yang sangat pesat," ucap Dokter itu.


"Benarkah, Dok?" ucap Roger.


"Sepertinya Bu Mitha mulai menunjukan perkembangan kesembuhannya lebih cepat dari yang saya kira. Sepertinya gadis ini membawa kebaikan untuk Bu Mitha."


Roger tersenyum bahagia mendengar perkataan dari dokter yang menangani Mamanya.


"Dokter, apa Mama saya bisa sembuh?" tanya Michelle.


"Tentu saja. Datanglah ke sini setiap hari agar suasana hati Bu Mitha terus membaik," ucap Dokter itu.


Michelle meneteskan air matanya bahagia. Sebentar lagi ia akan merasakan kasih sayang dari seorang ibu kandung, ibu yang melahirkannya ke dunia ini.


**********

__ADS_1


Di kantor Mahendra.


"Pak Mahendra," ucap Aby yang baru tiba di kantor milik Mahendra itu.


"Tuan Muda. Mari masuk," ucap Mahendra pada Abymana.


"Mawar, masuk Nak." Mahendra meraih tangan Mawar tapi Mawar tak membiarkan Ayah kandungnya itu menghancurkan keteguhan hatinya untuk memimpin perusahaan itu.


Mawar menarik tangannya agar tak digenggam oleh Mahendra.


"Selamat siang Pak Mahendra," ucap Mawar.


Dengan nada bicara yang dingin dengan tanpa menatap Mahendra sedikitpun, Mawar mencoba menyembunyikan pilu hatinya.


Saat melihat Mahendra, ia teringat dengan semua yang mereka lakukan padanya dan itu terasa sangat menyayat hatinya.


"Saya mau, Anda mengenalkan Mawar sebagai CEO baru di sini," ucap Abymana.


"Baik Tuan Muda, setelah jam makan siang berakhir, saya akan mengumumkannya."


"Dan umumkan juga bahwa mulai sekarang, Anda adalah asisten saya. Saya ingin Anda menjadi asisten saya," ucap Mawar seolah tak mengenal Mahendra.


"Baik, akan Papa lakukan," ucap Mahendra.


"Saya tidak ingin mereka tahu kalau saya ini adalah putri Anda. Saya ingin mereka tahu saya adalah istri dari Tuan Muda Abymana saja. Mereka tidak perlu tahu hubungan kita apa, anggap saja hubungan kita tidak pernah ada," ucap Mawar.


Mahendra menundukkan kepalanya, ada rasa yang tak biasa saat Mawar tak ingin mengakui dirinya sebagai Ayah Mawar didepan umum.


Rasanya seperti ada yang menusuk hatinya dengan pisau tajam hingga dirinya merasakan kesakitan.


"Baik." Mahendra menyetujui permintaan Mawar namun, dia berkata dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"Sekarang tunjukkan dulu dimana ruangan saya," ucap Mawar.


Sementara Mawar berbicara dengan Mahendra, Aby hanya diam dan membiarkan Mawar melakukan apa yang ingin dilakukannya.


"Ruangan kamu ada di sebelah sana." Mahendra mengarahkan tangannya pada ruangan pribadinya.


"Tolong bersikap profesional saat didalam kantor. Panggil saya dengan sebutan Ibu karena saya adalah Bos Anda sekarang ini," ucap Mawar dingin tanpa ekspresi apapun.


"Maaf, Pa– eh, saya lupa."


"Inikah kepribadian kamu yang lain? Kamu terlihat lebih kejam saat seperti ini," batin Aby.


Melihat kepribadian Mawar yang tiba-tiba berubah drastis membuat Aby tak mengenal Mawar yang sudah ia nikahi, saat ini Mawar terlihat seperti bukan Mawar yang sebenarnya.


Mawar terlihat lebih kejam dan terkesan dingin pada laki-laki yang sebenarnya adalah Ayah kandungnya sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2