Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 226


__ADS_3

"El! Eliandra!" ujar Athalia karena El hanya terdiam mematung.


"Eh, iya, Ma ada apa?" tanya El yang baru tersadar dari semua lamunannya


"Kamu kenapa? Apa ada masalah?" tanya Athalia.


"Nggak ada. Ma, aku pergi dulu ya," ucap El sembari berjalan keluar dari rumahnya.


"Mau kemana? Kamu baru aja tiba di rumah," ucap Athalia.


"Ke rumah Nasya!" El langsung masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi!


"Eliandra, hati-hati!" seru Athalia karena melihat El mengemudi dengan kecepatan tinggi.


"Aku harus mengejar laki-laki aneh itu. Enak saja tiba-tiba ngajak nikah, emang dia siapa berani-beraninya maksa-maksa seorang Eliandra," ucap El penuh emosi.


*******


Di sebuah perumahan elit di kota tersebut.


Michelle mencari alamat yang tertera pada identitas yang ia dapatkan, ya ... kini dia sudah berada di perumahan tempat salah satu buruannya tinggal.


Michelle harus bergerak lebih cepat demi kebaikan kliennya, karena itulah dirinya tak ingin membuang-buang waktunya untuk hal-hal yang dirasa tidak terlalu penting.


"Mana rumah yang aku cari ini?" batin Michelle sembari terus berjalan santai dengan menggunakan motor sport nya.


Michelle harus teliti dalam memperhatikan setiap rumah di sana. Setelah mencari sekitar setengah jam akhirnya Michelle menemukan orang yang ia cari.


Laki-laki itu yang ia ketahui memiliki nama Adi Atmaja, ia melihatnya sedang bermain di depan rumahnya dengan seorang anak kecil.


"Bahagia sekali hidupnya. Setelah melakukan kejahatan besar, dia enak-enakan hidup dengan bergelimang harta," batin Michelle.


"Papa, aku capek mau minum dulu," ucap anak perempuan yang usianya sekitar enam sampai tujuh tahun itu.


"Pergilah, minta minum sama Mama!" titah Adi.


Gadis kecil itu pun langsung masuk ke dalam rumah dan kini hanya tinggal Adi saja di sana.


"Permisi, Pak," ucap Michelle sembari membuka resleting jaketnya.


"Iya, ada apa?" sahut Adi.


"Saya sedang mencari seseorang. Tadi dia menelpon saya dan meminta bertemu di sini, orangnya Anda atau bukan ya?" ucap Michelle.


"Alamat rumahnya ini?" tanya Adi lagi.


"Iya, apa di sini ada laki-laki lain selain Anda?" ucap Michelle.


"Tidak ada. Sebenarnya ada anak saya tapi dia sudah tidak tinggal di sini lagi," jelas Adi.


"Begitu ya. Orang itu sudah membayar saya untuk kencan hari ini," ucap Michelle.


"Oh, kamu ini wanita bayaran?"


"Bisa dibilang seperti itu tapi kalau ternyata bukan Anda yang mentransfer uang itu, ya udahlah mungkin itu uang keberuntungan saya. Permisi Pak," ucap Michelle sembari berbalik pergi.


"Tunggu! Saya, saya yang mentransfer uang padamu. Sayalah orang yang memboking kam," ucap Adi berbohong.


"Kapan lagi ada cewek cantik nyasar? Gratis, gak usah bayar. Rezeki emang gak kemana?" batin Adi.

__ADS_1


"Sudah kuduga, laki-laki ini memang buaya. Awas saja nanti ya, aku akan memberi hukuman yang setimpal padamu, Adi," batin Michelle.


"Ya sudah ayo kita masuk," ucap Michelle semangat.


"J_jangan di sini. Di dalam ada istri saya, kita cari hotel saja."


"Baiklah, Sayang. Kita main di hotel saja ya," ucap Michelle sembari mengalungkan tangannya di leher Adi.


"Jangan, nanti ada yang melihat." Adi melepaskan tangan Michelle karena takut istrinya tahu.


"Kita ketemu di hotel xxx, saya tunggu ya. Jangan lama-lama saya sudah tidak tahan," ucap Michelle dengan sedikit memainkan bibirnya untuk menggoda Adi.


*******


Di depan sebuah restoran.


Baru Fredy keluar dari mobilnya, El langsung menabrak mobil Fredy dari belakang hingga membuat Fredy terkejut.


El langsung turun dari mobilnya dan langsung menghampiri Fredy!


"Sini kamu!" El menarik kerah kemeja Fredy dan membawanya ke tempat yang lebih luas!


Sementara itu, Fredy hanya diam dan menurut saja pada El.


"Duh kamu ini cantik-cantik kasar banget," ucap Fredy sembari melepaskan tangan El dari kerah bajunya.


"Mau kamu tuh apa sih? Ngapain kamu datang ke rumah aku dan bicara ngawur sama Mamaku?" ucap El.


"Aku mau menikahi kamu. Gak jelas tadi aku bicara di rumah kamu?"


"Kamu siapa? Berani-beraninya melamar aku tanpa sepengetahuan aku."


"Dasar orang gila. Pokoknya aku gak mau tahu sekarang juga kamu bicara sama Mama kalau tadi kamu salah lamar."


"Tidak mungkin. Aku mau kamu jadi istri aku."


"Ini orang minta dihajar kayaknya," ucap El.


"El!" seru Nasya.


"Kebetulan tuh anak ada di sini," gumam El.


"Tolong! Sya tolong aku!" seru El.


"Hey, ngapain minta tolong? Aku tidak mengigit," ucap Fredy.


"Ada apa?" ucap Nasya yang kebetulan ada di restoran itu.


"Ini laki-laki yang kemarin ngajak aku ke hotel. Tolong dong hari ini orang gila ini datang ke rumah dan melamar aku ke Mama," jelas El.


"Kemarin ngajak ke hotel, sekarang melamar, apa besok kamu akan menikahi El?" tanya Nasya.


"Sepertinya iya," sahut Fredy.


"Dasar kurang ajar!" Nasya memberi bogem di wajah Fredy tanpa memberi kode terlebih dahulu.


Fredy meraung kesakitan sementara El hanya tersenyum bahagia.


"Rasain, aku bilang juga apa. Jangan macam-macam sama aku," ucap El.

__ADS_1


"Kalian jadi cewek kok kasar-kasar banget tapi tidak apa-apa, aku rela demi gadis yang satu ini," ucap Fredy.


Nasya dan El saling menatap lalu bersiap untuk menyerang.


"Tunggu-tunggu, tunggu dulu. Kalian jangan main pukul gitu dong, mari kita bicara baik-baik," ucap Fredy.


"Sekarang aku minta sama kamu. Katakan pada Mamaku kalau tadi kamu cuma bercanda," ucap El.


"Gak bisa. Sudah lama aku mencari gadis impianku dan setelah menemukannya, aku tidak mungkin melepaskan begitu saja," ucap Fredy.


"Gadis impian? Semua gadis akan menjadi impian bagi semua laki-laki apa lagi laki-laki gak bener kayak kamu," ucap Nasya.


"Jangan berpikir buruk dulu pada orang lain. Kemarin aku hanya mengetes dia saja. Kemarin dia marah saat aku ajak bersenang-senang padahal mau aku bayar, aku langsung jatuh cinta sama dia," ucap Fredy.


"Gila ya kamu jadi orang," ucap El.


"Aku semakin jatuh cinta saat tahu kamu anak baik-baik yang sayang sama keluarga tan taat pada agama. Oh ya, Mama kamu menceritakan semua tentang kamu," jelas Fredy.


"Nih orang sehat gak sih? Gak kenal gak apa tiba-tiba jatuh cinta," ucap El.


"Ini urusan hati rupanya. Dahlah, El nikahin aja nih laki-laki, lumayan buat pajangan," ucap Nasya.


"Dih, kamu kok jadi berpihak pada dia," ucap El.


"Udahlah, Eliandra terima saja dan karena sekarang kamu udah di sini ayo, aku kenalkan kamu pada keluargaku kebetulan merupakan sudah menungguku di dalam," ucap Fredy.


*********


Michelle menghentikan laju motornya di tepi jalan dan menunggu Adi datang ke tempat itu.


Adi yang mengikuti Michelle dari belakang langsung menghentikan laju mobilnya dan segera turun dan menghampiri Michelle!


"Kenapa berhenti di sini?" tanya Adi.


"Aku sukanya main di tempat sepi biar bisa bebas. Aku tahu tempat yang cocok untuk kita saling serang," ucap Michelle.


"Dimana?" tanya Adi lagi.


"Di tempat itu," ucap Michelle sembari menunjuk pada sebuah bangunan yang memang akan ia gunakan untuk menyekap mereka.


"Ya sudah, ayo cepat. Saya sudah tidak tahan." Adi meraih dagu Michelle dan mengusap bibirnya dengan ibu jarinya.


"Kurang ajar emang nih orang. Awas aja akan aku patahkan tanganmu," batin Michelle dengan sedikit mengulas senyum hambar di bibirnya.


"Ayo kita ke sana. Bawa aja mobilnya, kita bisa, parkir di belakang bangunan itu agar tidak ada yang melihat kendaraan kita," ucap Michelle.


Dengan sesegera mungkin Adi masuk mobilnya dan menuju bangunan yang ditunjuk oleh Michelle.


Setelah tiba di belakang bangunan itu, Adi langsung mengajak Michelle masuk ke dalam!


"Cepat buka pakaianmu!" Adi yang terburu-buru langsung membuka kancing bajunya dan juga ikat pinggangnya.


Michelle hanya tersenyum lalu melakukan tamparan pertama terhadap Adi!


"Apa yang kamu lakukan gadis bodoh!" seru Adi.


Michelle menyeringai memperlihatkan keganasannya sebagai seorang detektif yang tak pernah gagal dalam misinya.


"Anda pikir apa yang saya lakukan?" tanya Michelle sembari mencengkeram tangan Adi yang tadi berani meraih dagunya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2