
Aby naik ke atas tempat tidur untuk mengejar Mawar yang kini tengah duduk di sudut tempat tidurnya!
"Nakal juga punya istri," ucap Aby sembari meraih kaki Mawar yang menjulur kearahnya!
"Ampun, ampun, Mas, aku cuma bercanda," ucap Mawar sembari tertawa lepas.
"Gak ada kata ampun, pokoknya aku mau yang lebih dari tadi," ucap Aby.
"Gak mau, aaah jangan," ucap Mawar sembari mendorong tubuh Aby yang kini sudah menindih tubuhnya.
Di depan pintu kamar mereka. Salman dan Joe hendak meminta izin untuk keluar sebentar tapi karena mendengar majikannya sedang asyik bercanda dewasa membuat mereka mengurungkan niatnya.
"Sepertinya mereka sedang bermain-main," ucap Joe.
"Lebih baik kita kembali ke bawah daripada mendengar suara mereka," ucap Salman.
"Kenapa? Kamu pengen ya?" ucap Joe dengan sedikit berbisik karena takut suaranya terdengar oleh Mawar dan Aby.
"Pengen juga sama siapa, jangankan istri, pacar aja gak punya," ucap Salman.
Mereka berdua pun tertawa tapi tak mengeluarkan suaranya lalu mereka berdua segera turun ke lantai utama karena tak ingin berlama-lama di sana!
"Gimana, dapat izin gak?" tanya Frans setelah mereka berdua berada di lantai utama.
"Ngakak," sahut Joe.
"Kenapa, tumben Tuan Muda pelit?" ucap Frans.
"Bukan gak dapat izin tapi kita gak jadi minta izin," ucap Salman.
"Kenapa, kok bisa?" tanya Frans lagi.
"Mereka lagi main dewasa," ucap Joe.
"Main dewasa?" Frans menatap Joe lalu menatap Salman, ia tak mengerti dengan perkataan Joe setahunya tak ada nama permainan dewasa.
"Mereka lagi ...." Salman menghentikan perkataannya karena melihat Aby yang sedang berjalan menuruni anak tangga.
"Apa? Jangan bikin aku penasaran," ucap Frans.
"Mereka sedang berduaan, kamu ngerti gak sih mereka sedang apa? Berduaan, didalam kamar dan mereka sudah menikah," ucap Joe.
"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Aby.
Suara Aby membuat Joe terkejut hingga ia hampir menjatuhkan gelas kopi yang sedang dipegangnya. Untungnya dengan sigap Frans menangkap gelas yang hampir terjatuh ke lantai itu.
"Tuan Muda," ucap Frans.
"Ada apa?" tanya Aby.
__ADS_1
Tiga bodyguard itu saling menatap karena tak mengerti mengapa tiba-tiba bosnya bertanya ada apa.
"Ada apa, kenapa kalian tadi ke atas?" tanya Aby lagi.
"Berarti tadi Tian Muda tahu kalau aku dan Joe ke atas," batin Salman.
"Iya saya tahu tadi kalian ke atas," ucap Aby seolah tahu apa yang sedang ada dalam pikiran salah satu bodyguardnya.
"Ada apa?" sambung Aby.
"Ini Tuan Muda, saya mau minta izin keluar sebentar," ucap Joe.
"Lalu siapa yang menjaga rumah?" tanya Aby.
"Saya yang menjaga rumah, mereka pergi berdua," ucap Frans.
"Kalian mau kemana?" Aby menatap jam ditangannya, "sekarang sudah hampir jam sepuluh malam," sambung Aby.
"Hanya sebentar, hanya untuk membeli gorengan didepan sana," ucap Joe.
"Kalau hanya untuk membeli gorengan gak usah izin, pergi aja langsung," ucap Aby.
"Maaf, kami hanya tidak ingin membuat Tuan Muda merasa tak puas dengan pekerjaan kami."
*********
"Udah malam nih, aku pulang dulu ya," ucap Dirga setelah melihat jam di tangannya.
"Yakin?" Dirga menatap Michelle.
"Yakin dong, memangnya kenapa?" Michelle balik menatap Dirga.
"Kita baru aja jadian, kamu gak mau berduaan sama aku? Sebentar lagi saja?"
"Tidak. Sudah hampir dua jam kita mengobrol, aku rasa pertemuan kita sudah cukup kalau ditambah lagi waktunya takutnya waktu itu berubah menjadi waktu jelek," ucap Michelle.
"Waktu jelek bagaimana?"
"Bisa saja waktu setelah ini kita gunakan untuk sesuatu yang tidak boleh dilakukan, misalnya berc–"
"Sudah, jangan dilanjutkan. Aku tahu maksud kamu. Satu hal yang harus kamu tahu, aku bukan laki-laki seperti itu, aku hanya akan menyentuh gadisku saat setelah aku halalkan," ucap Dirga.
"Bagus, kalau gitu kapan kamu halalin aku?"
"Secepatnya." Dirga menatap Michelle lalu tersenyum tipis.
Michelle membalas senyuman Dirga lalu menghajar dada Dirga pelan dengan tangannya yang terkepal!
"Aku tunggu janjimu," ucapnya.
__ADS_1
Dirga membalas perlakuan Michelle dengan memukul lengan Michelle!
"Aku akan melamar mu secepatnya," ucap Dirga lalu segera pergi.
Setelah melangkah beberapa langkah Dirga menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang!
Sebuah senyuman terukir di bibir Dirga lalu ia melambaikan tangannya pada Michelle.
Michelle tersenyum lalu membalas lambaian tangan Dirga.
**********
"Malam semakin larut tapi Marisa belum juga bisa tertidur, dirinya terus mengingat semua perkataan Mahendra tentang Mawar.
Rasa bencinya terhadap Mawar yang begitu besar dan rasa ingin menyingkirkan Mawar yang begitu kuat membuat dirinya tak dapat tertidur sebelum mendapatkan ide untuk membuat Mawar benar-benar pergi dari kehidupannya.
"Hhhh! Anak sial itu membuat aku gak bisa tidur, kenapa dulu gak aku matiin saja itu anak? Lama-lama kelakuannya seperti berandalan saja," batin Marisa.
Marisa menatap jam di dinding kamarnya lalu menatap sang suami yang sudah tertidur pulas.
"Papa kayak gak ada beban gitu meski Papa tahu kehadiran Si Mawar menjadi ancaman besar buat keluarga," batin Marisa.
Marisa pun mencoba untuk memejamkan matanya dan tertidur menyusul sang suami ke alam mimpi.
*********
Di rumah Dirga.
Dirga menempelkan telapak tangannya di dadanya yang tadi dipukul oleh Michelle!
"Gini kali ya pacaran sama perempuan tangguh seperti Michelle? Baru jadian bukannya dikasih ciuman malah dikasih pukulan," gumam Dirga.
Dirga tersenyum saat melihat senyuman Michelle yang terlihat begitu berbeda dari senyuman biasanya, dalam pertemuannya tadi ia melihat Michelle begitu cantik dan senyumannya terlihat begitu manis seakan membubuhkan racun cinta pada dirinya.
"Michelle, tunggu sampai aku datang membawa orang tuaku untuk melamar kamu," ucap Dirga dengan perasaan yang berbunga-bunga.
*********
Di panti asuhan.
Michelle merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya dengan posisi terlentang.
Dia memeluk bantal guling sembari menatap langit-langit kamarnya, sebuah senyuman bahagia tak pernah pudar dari bibirnya, pikirannya melayang mengingat-ingat perkataan Dirga saat menyatakan cinta padanya.
Dirga yang langsung menyatakan cinta padanya membuat Michelle tak dapat menolaknya, tak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya ia sudah menyukai Dirga sejak beberapa bulan lalu.
"Bener gak sih perkataan Dirga tadi? Dia hanya akan menyentuh gadisnya saat sudah halal baginya," batin Michelle.
"Apa di dunia ini masih ada laki-laki seprti itu bahkan kakakku sendiri sangat bejat hingga dia melakukan hubungan itu sama Jingga," batin Michelle lagi.
__ADS_1
Mendengar perkataan Dirga membuat dirinya sedikit merasa ragu, dizaman sekarang ini orang berpacaran pun sudah berani melakukan hubungan diluar batas, kebanyakan dari mereka menyalah gunakan arti kata berpacaran yang seharusnya digunakan untuk melakukan pendekatan dan pengenalan lebih dalam lagi untuk memantapkan hati menuju pernikahan.
Bersambung