Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 235


__ADS_3

"Tenang, jangan menangis. Kalian jangan takut, aku akan mengeluarkan kalian dari sini. Kita semua akan bebas bersama," ucap Michelle pada lima gadis yang bersamanya.


"Mereka akan kembali nanti malam dan di sini kita dijaga ketat oleh orang-orang itu, bagaimana cara kamu menolong kami sedangkan kamu sendiri terikat seperti itu," ucap salah satu dari lima perempuan itu.


"Jangan khawatir, aku bisa melepaskan ikatan ini dengan mudah." Michelle mengambil pisau kecil yang ia selipkan di bawah sepatunya lalu mulai membuka tali yang mengikat tangannya!


Setelah tali yang mengikat tangannya terlepas ia segera membuka tali yang mengikat kakinya dan setelah itu mulai membuka tali yang mengikat lima perempuan itu secara bergantian!


"Kamu bawa senjata tajam," ucap seorang perempuan itu.


"Aku selalu membawa senjata untuk melindungi diriku," sahut Michelle.


"Dengar, saat mereka melihat ke arah sini, kita semua harus bersikap biasa saja seperti kita masih terikat tadi sampai orang-orang itu tidak memperhatikan kita lagi," sambung Michelle lagi.


"Kami akan menuruti perintah kamu."


Setelah berhasil membuka tali yang mengikat tangan dan kaki mereka, Michelle mengambil ponselnya yang ia taruh di saku jaketnya.


"Untunglah mereka tidak mengambil handphone kamu," ucap seorang perempuan itu.


"Cepat lapor polisi," tambah perempuan yang lainnya.


"Ssstt! Jangan berisik, aku pasti akan melapor polisi tapi nanti sekarang aku harus menelpon suamiku," ucap Michelle.


"Kamu sudah menikah?"


"Tentu saja."


[Sayang, kamu dimana? Udah maghrib kamu belum pulang.] ucap Dirga dari sebrang telpon.


[Aku disekap oleh Fian.] sahut Michelle.


[Apa! Sekarang kamu di mana? Aku akan menyusul mu.]


[Aku gak tahu tepatnya di mana nanti aku share_lock tolong bawa mobil untuk mengangkut orang-orang yang disekap di sini.]


[Ada orang lain juga?] tanya Dirga.


[Aku gak bisa telpon lama-lama tolong ikuti perintahku. Kamu akan tahu saat kamu tiba di sini.]


Michelle langsung mematikan telponnya karena ada seseorang yang datang ke tempat mereka.


"Ada yang datang," gumam Michelle lalu mengambil posisi seolah masih terikat.


"Heh kamu! Siapkan dirimu karena sebentar lagi bos akan datang untuk menjemputmu," ucap laki-laki itu sambil menunjuk ke arah Michelle.


Michelle hanya diam dengan tatapan tajam tertuju pada dua laki-laki itu.

__ADS_1


Kedua laki-laki itu tertawa sambil berjalan meninggalkan mereka!


"Suamiku sedang menuju ke sini, dia akan datang untuk membawa kalian semua pergi dari sini," ucap Michelle pada teman-temannya yang baru ia kenal itu.


"Jumlah mereka banyak bahkan lebih banyak dari kita. Bagaimana kita bisa keluar dari sini?"


Michelle mengambil satu per satu jarum yang sudah ia modifikasi menjadi sebuah senjata berisi obat bius dari gelang yang ia pakai. Michelle memang selalu menggunakan gelang yang terbuat dari manik-manik berukuran besar untuk menyimpan senjata rahasianya itu.


"Pegang ini." Michelle memberi satu orang dia jarum untuk menumbuhkan mereka.


"Jarum? Kita sedang dalam bahaya, kamu malah memberikan kami jarum jahit. Mau menjahit apa di sini?" ucap seorang perempuan yang memang tidak tahu dengan apa maksud Michelle. Mengapa Michelle memberi mereka sebuah jarum.


"Ini bukan jarum biasa. Ini jarum mengandung obat bius gunakan ini kalau ada orang yang menghalangi kalian untuk keluar dari sini, satu jarum untuk satu orang."


"Sepertinya kamu sengaja datang ke sini karena kamu sudah menyiapkan senjata-senjata ini," ucap perempuan yang satu lagi.


"Ayo kita pergi dari sini, ingat kalau aku masih bisa menangani mereka jangan pernah kalian pakai jarum itu. Sekarang sudah pukul sembilan belas lewat dia puluh menit, sebentar lagi bos mereka akan datang," ucap Michelle pada mereka.


"Tapi aku takut."


"Tidak ada yang perlu ditakutkan kalau kamu mau selamat," ucap perempuan lainnya.


Mereka pun mulai bergerak dari tempat itu untuk mencari jalan keluar dari bangunan itu!


*******


"Mas," ucap Mawar pada Aby.


"Ada apa?" sahut Aby dengan suara lembut.


"Jangan cari orang-orang itu. Yang aku tahu pernikahan baru bisa dikatakan sah kalau ayah si perempuan sudah menikahi ibu si perempuan dalam masalah ini, laki-laki itu tidak menikahi Mama itu artinya kalau pun kamu mengulang ijab qobul lagi dengan laki-laki itu sebagai walinya tetap saja pernikahan kita tidak sah lebih baik pakai wali hakim saja karena keluarga Mama tidak ada di sini," jelas Mawar setelah seharian menyendiri sambil merenungi hidupnya yang kacau.


"Kalau memang begitu, besok kita ke KUA tapi untuk pencarian mereka, aku tidak bisa menghentikannya. Aku harus mencari keadilan untuk Mama, kasian Mama yang sudah menanggung derita sampai seberat ini," ucap Aby.


"Kamu benar," ucap Mawar lalu menundukkan kepalanya.


"Temui Mama dan bicara padanya. Seharian ini Mama sangat mengkhawatirkan kamu, mereka semua mengkhawatirkan kamu," ucap Aby sembari mengelus punggung tangan Mawar.


"Aku belum siap menghadapi kenyataan ini secara langsung, aku tidak tahu apa yang harus aku bicarakan dengan Mama dan Papa."


"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Berusahalah untuk bangkit dari masalah ini, jika Mama saja bisa menyimpan luka sampai selama ini kenapa kamu tidak? Kamu adalah perempuan hebat yang pernah aku miliki, kamu pasti bisa," ucap Aby.


Mawar meneteskan air matanya, entah mengapa dirinya sangat kesakitan meski dirinya tahu bahwa sebenarnya dirinya bukan anak hasil perselingkuhan tapi karena kecelakaan hingga akhirnya hadir dirinya dalam kehidupan orang tuanya.


Aby yang tahu apa yang dirasakan Mawar, hanya bisa menguatkan Mawar dan mendukungnya dengan selalu ada di sisinya. Dipeluk nya tubuh sang istri dengan erat! Sebelah tangannya mengelus rambut sangat istri dan sesekali ia mencium pucuk kepala Mawar dengan lembut.


********

__ADS_1


Dirga sedang dalam perjalanan menuju tempat Michelle berada setelah Michelle mengirim lokasinya saat itu, Dirga pun langsung melaju menuju tempat itu!


"Semoga istriku baik-baik saja. Ya Allah tolong bantu Michelle, tolong jangan biarkan dia terluka sedikit pun," gumam Dirga sambil terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


*******


"Hey! Mau kemana kalian!" teriak seorang penjaga yang melihat Michelle dan yang lainnya berusaha kabur.


"Semuanya mundur," ucap Michelle sembari bersiaga di depan lima perempuan itu.


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Jangan gunakan senjata kalian. Tetap di sini, aku akan melawan mereka," ucap Michelle.


Michelle langsung berjalan cepat menghampiri dua penjaga itu dan langsung melakukan perlawanan!


Mereka pun berkelahi dengan satu lawan dua tapi Michelle tetaplah Michelle, melawan dua orang preman itu tidak menjadi masalah besar baginya.


Sementara itu lima perempuan yang masih berdiri di pojok ruangan itu hanya bisa berteriak melihat perkelahian itu.


Tak butuh waktu lama, dua penjaga itu sudah tepar dan tak bisa bangkit lagi. Michelle pun segera mengajak para tawanan itu pergi dari sana!


Di pintu keluar mereka kembali mendapatkan halangan, kali ini lima orang pria bersenjata api dan memiliki tubuh yang besar dan kekar menghalangi mereka.


"Mau kemana kalian?" tanyanya dengan suara berat.


"Kami ingin pergi dari sini, kami tidak mau menjual diri," ucap seorang perempuan itu.


Laki-laki itu menodongkan senjata api pada mereka, seketika mereka semua ketakutan terkecuali Michelle.


"Tembak saja kalau berani. Bos kalian sangat memuja uang jika satu dari kami mati maka kalian yang akan mendapatkan hukumannya," ucap Michelle.


Tahu dirinya tak mungkin melawan senjata api, Michelle menusukan senjata jarum itu pada laki-laki yang menodongkan senjata api padanya.


Karena Michelle sedikit memberontak, laki-laki itu tidak menyadari bahwa ada senjata yang masuk ke dalam tubuhnya.


Tak sampai lima menit, laki-laki itu terjatuh tak sadarkan diri empat rekannya itu pun langsung bersiaga dan berusaha menggiring Michelle dan para perempuan itu masuk lagi ke dalam ruangan itu!


Tanpa basa-basi Michelle menyerang mereka dan langsung menancapkan jarum-jarum itu saat ada kesempatan untuk menyerang!


"Aaaah!"


"Aaaa!"


Para perempuan yang tidak pernah melihat perkelahian itu hanya bisa berteriak karena ketakutan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2