Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 74


__ADS_3

Dari belakang seorang lawannya, Mawar mulai menyerang! Dia menggerakkan seluruh tubuhnya untuk melakukan pertahanan dirinya.


"Mawar, aku bilang kamu jangan keluar dari mobil," ucap Aby pada Mawar.


"Mereka terus bertambah. Sepertinya mereka sudah merencanakan ini," ucap Mawar.


Setelah perkataan itu, tak ada lagi waktu untuk berbicara karena mereka terus diserang oleh orang-orang tak dikenal itu.


Dari tempat persembunyiannya, seorang laki-laki tengah mengincar Aby dengan senjata apinya, dia berniat ingin melumpuhkan Aby dengan cara menembaknya.


Michelle yang sadari tadi hanya bersembunyi dibalik semak-semak pun segera bertindak dan menghentikan orang yang sedang mengincar Abymana.


Dia mengambil ketapel yang sudah disiapkan untuk dijadikan senjata dan langsung mengarahkan ketapel itu pada tangan orang yang sedang memegang senjata api itu dan batu kerikil itu tepat mengenai sasarannya.


"Aaah," Orang itu meringis kesakitan sembari menggerakkan tangannya naik turun dengan ritme yang cepat.


"Siapa di sana!" seru laki-laki itu sembari menatap sekelilingnya.


Dia berusaha mengambil senjata apinya tapi usahanya tak berhasil karena dengan cepat Michelle menendang senjata api itu!


"Siapa kamu!" seru laki-laki itu sembari bersiap menyerang Michelle.


"Kalau mau menyerang harusnya dari depan, jangan dari belakang. Dasar pecundang," ucap Michelle.


Mereka pun saling menyerang demi keselamatan masing-masing!


Fokus Aby terganggu karena adanya dua orang yang berkelahi di tempat yang tak jauh dari mereka.


"Siapa mereka?" batin Aby.

__ADS_1


"Awas!" Mawar mendorong, Aby karena sedikit lagi akan terkena bogem dari lawannya.


"Jangan sentuh dia," ucap Mawar pada lawannya yang hendak membogem Aby dari belakang.


Mereka pun kembali berkelahi!


Setelah hampir dua puluh menit mereka berkelahi, kini beberapa dari orang-orang tak dikenal itu sudah bisa dilumpuhkan, meski begitu jumlah mereka yang lebih dua kali lipat dari kelompok Aby, masih bisa menyerang mereka tanpa ampun.


Melihat orang-orangnya Aby sudah kelelahan, Michelle langsung membantu mereka karena takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


Mawar nampak memperhatikan Michelle untuk beberapa detik tapi tak membuat konsentrasinya terhenti, dia terus melawan mereka dengan tenaga penuh.


"Ahh," Dirga terkena sayatan senjata tajam yang mereka bawa.


"Dirga!" seru Mawar.


Dengan cepat, Mawar menyemprotkan parfumnya pada mata lawan-lawannya dan setelah itu langsung memukul bagian punggungnya agar mereka kesulitan untuk bangkit.


"Kamu gak apa?" tanya Mawar sambil berusaha membantu Dirga untuk berdiri.


Dari belakang Mawar, seseorang menodongkan senjata api tepat di kepala Mawar.


"Jangan bergerak," ucap laki-laki itu.


"Menyerah lah atau aku timah panas ini akan bersarang di kepala gadis ini!" seru laki-laki itu pada Aby dan kelompoknya.


Seketika, semua orang berhenti bergerak. Mereka menatap ke arah Mawar yang sedang ditodongkan senjata api.


"Jangan, jangan lakukan apapun padanya," ucap Aby sembari mengangkat tangannya ke atas.

__ADS_1


"Kalau gitu batalkan pembangunan pabrik itu dan jual kembali tanahnya padaku," ucap laki-laki yang tak diketahui namanya itu.


"Oke, oke aku akan melakukan semua yang kamu minta. Jauhkan pistol mu dari sana," ucap Aby.


"Kamu pikir aku ini bodoh." Laki-laki itu memegangi sebelah tangan Mawar lalu membawanya melangkah menjauh dari Aby dan yang lainnya.


"Buat perjanjian penjualan tanah itu dan bawa padaku, sementara itu, gadis ini jaminannya. Jangan coba membohongi ku atau gadis ini akan mati."


"Tenang-tenang dulu, jangan terburu-buru. Kami akan membuatnya sekarang," ucap Dirga.


Dengan tangan kanannya, perlahan Mawar mengambil lipstik dari saku celananya yang sebelumnya lipstik itu sudah dia ubah kegunaannya menjadi senjata tajam.


Setelah berhasil, Mawar menusuk paha laki-laki itu hingga dia meraung kesakitan.


Senjata api yang semula ditodongkan padanya, kini berada dalam genggamannya. Mawar mengarahkan pistol itu pada laki-laki itu.


"Timah panas ini akan bersarang di tubuhmu sebagai akibat dari perbuatan kamu yang mencoba menghalangi jalan kami," ucap Mawar.


Tak ingin ada korban nyawa dalam pertempuran itu. Michelle menghalangi Mawar yang hendak menembakkan peluru itu dengan cara menendang tangan Mawar hingga pistol itu terlepas dari tangan Mawar.


Dengan cepat laki-laki itu meninggalkan Aby dan semua orang yang ada di sana! Orang-orang yang tadi menyerang mereka pun segera berlarian untuk menyelamatkan diri.


Setelah mereka pergi terjadi sebuah perkelahian antara Mawar dan Michelle.


"Siapa kamu? Kenapa kamu menghalangiku untuk menghabisinya?" ucap Mawar sembari terus menterang Michelle.


Aby dan semua orang di sana memang tak dapat melihat wajah Michelle karena gadis itu mengenakan masker dan penutup kepala.


Bersambung

__ADS_1



__ADS_2