
Di kampus.
"Mawar!" Seru Sherin saat Mawar sedang berjalan menuju kantin.
Mawar menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. "Ada apa?" tanya Mawar.
"Kamu mau ke kantin ya?"
"Iya, kamu mau ke kantin juga?"
"Iya nih, tiba-tiba pengen jajan." Sherin nyengir sambil memegang perutnya.
"Ya udah ayo bareng aku," ucap Mawar.
Mereka pun berjalan berdampingan memasuki kantin itu!
Di tempat yang agak jauh dari mereka, Yura dan dua temannya sedang menatap Mawar dengan tatapan misterius, sebuah senyuman pun terukir di bibir Yura saat tahu bahwa Mawar sudah masuk kampus lagi.
"Lo udah telpon orang-orang itu belum?" tanya Mia pada Yura.
"Lo berdua tenang aja, mereka sudah stay di tempatnya," ucap Yura.
"Saat pulang mereka akan mencegat Mawar di jalan yang sepi dan mereka akan membawa Mawar ke tempat yang sudah kita siapkan kemarin," ucap Ghina.
"Bangunan tua itu? Jadi Mawar akan disekap di sana?" tanya Mia memastikan.
"Tidak, dia tidak akan disekap karena gue udah mengganti rencana kemarin dengan rencana baru," ucap Yura.
"Maksud kamu? Terus sekarang apa rencananya?" tanya Mia yang memang belum tahu apa rencana terbarunya.
"Gua menambah satu personil lagi orang yang akan menculik Mawar dan gue juga menyuruh mereka untuk mempe***sa Mawar dengan bersamaan nah saat mereka melakukan itu, gue akan merekam aksi mereka dan akan memperlihatkan rekaman itu pada Galaxi dan pihak kampus dengan begitu, Galaxi gak akan mau lagi dekat-dekat dengan Mawar karena jijik dan Mawar juga akan dikeluarkan dari kampus ini," jelas Yura.
"Apa ini gak terlalu kejam? Kita bisa kena kasus pidana," ucap Ghina.
"Ya kalau ada yang melaporkan kita pada polisi tapi kalau nggak, kita akan aman. Gue akan mengunci rapat-rapat mulut Mawar setelah rencana pertama berhasil," ucap Yura.
"Caranya? Kita gak mau masuk penjara hanya karena terlibat dendam lo pada Mawar," ucap Ghina lagi.
"Lo berdua tenang aja, gue udah menyiapkan rencana ini baik-baik."
**********
Di kantor.
Aby duduk di kursi kebesarannya, tak ada sesuatu yang dia lakukan di sana, hanya diam dengan tatapan kosong yang mengarah ke dinding ruangannya, bibirnya terus mengukir senyum tanpa hentinya.
__ADS_1
Seperti orang gila, Aby senyum-senyum sendiri dengan pikirannya yang melayang entah kemana.
Dirga berdiri di ambang pintu sambil menatap bosnya yang sedang bertingkah aneh.
Kira-kira sudah hampir lima menit Dirga berdiri di sana tapi Aby belum juga menyadari keberadaannya. Dirinya sudah mengetuk pintu sebanyak beberapa kali tapi rupanya bosnya itu tidak mendengarnya.
Dengan memberanikan diri akhirnya Dirga, masuk tanpa dipersilahkan oleh sang penghuni ruangan itu!
"Tuan Muda, apa yang sedang kamu pikirkan?" ucap Dirga.
Seketika lamunan Aby buyar begitu saja bersamaan dengan terdengarnya suara Dirga di ruangan itu.
"Dirga, masuk ruangan orang kok gak ketuk pintu dulu," ucap Aby yang merasa terkejut.
"Tadi saya udah beberapa kali mengetuk pintu tapi Tuan Muda gak mendengarnya bahkan setelah saya membuka pintu saya berdiri di sama selama lima menit atau lebih tapi tetap saja, Anda tidak menyadari keberadaan saya," jelas Dirga.
"Masa? Jangan ngarang cerita kamu ya," ucap Aby yang membantah perkataan Dirga.
"Serius lah masa bohong. Lagi mikirin apa sih jangan-jangan lagi jatuh cinta nih," ucap Dirga.
"Ya emang aku lagi jatuh cinta, kenapa, ada masalah?" ucap Aby.
"Jatuh cinta sama siapa, bukannya kemarin baru jatuh cinta sama Mawar? Lah kok cepat banget sekarang udah jatuh cinta lagi," ucap Dirga.
"Yang sekarang beda lagi. Cewek ini istimewa banget selain dia baik, cantik dia juga begitu dewasa dalam berpikir," ucap Aby sembari membayangkan sesuatu.
"Awas ya kalau kakak menyakiti kak Mawar, aku gak akan tinggal diam, aku akan mencakar, menjbak bahkan aku akan melempar perempuan yang sudah menjadi selingkuhan kak Aby," ucap Nasya yang tiba-tiba muncul di ruangan itu.
Dirga dan Nasya menoleh ke arah pintu dan langsung melihat Nasya sedang berjalan ke arah mereka.
"Nasya, ngapain kamu ke sini? Kamu gak sekolah?" ucap Aby.
"Kenapa, kaget kebohongan kakak ketahuan?" ucap Nasya.
"Gak juga, biasa aja," ucap Aby.
"Nasya, kamu gak sekolah?" tanya Dirga.
"Sekolah dong, aku sengaja datang ke sini untuk melihat kondisi, Mas ganteng. Gimana lukanya, udah sembuh belum?" ucap Nasya.
"Udah, tinggal sedikit lagi," sahut Dirga.
"Sama Dirga perdulinya gede banget sama Mawar juga gitu lah giliran sama kakaknya biasa aja tuh," ucap Aby.
"Aku juga perduli sama kakak tapi kadang kakak suka nyebelin, sama seperti sekarang ini, kakak bikin aku kesal," ucap Nasya.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Itu barusan, kakak lagi jatuh cinta sama siapa hah?" ucap Nasya.
"Sama cewek cantik namanya Caroline," sahut Aby.
"Jadi, Tuan Muda serius jatuh cinta sama orang lain?" ucap Dirga.
"Apa! Iih awas ya kalau ketemu aku bejek tuh cewek," ucap Nasya dengan emosi tinggi.
"Ya, Caroline itu cantik banget. Kalian pasti langsung setuju kalau tahu sama dia. Nanti siang aku mau ketemu sama dia, kalian ikut ya," ucap Aby dengan santainya.
Dirga dan Nasya saling menatap lalu saling memberi kode rahasia. Beberpa detik kemudian, Dirga dan Nasya menahan Aby agar tak beranjak dari duduknya dan mereka berdua pun langsung mengikat Aby pada kursi yang didudukinya!
"Hey, hey! Apa yang kalian lakukan! Lepaskan aku," ucap Aby sembari meronta.
"Diam! Diam kak Aby. Kita gak akan membuka tali ini sebelum sore hari tiba," ucap Nasya.
"Maaf, Tuan Muda. Saya hanya melakukan tugas dari Nona Muda," ucap Dirga.
"Lepasin! Lepasin aku. Dirga kalau kamu gak melepaskan aku, aku akan memecat kamu hari ini juga," ucap Aby dengan nada kesal.
"Silahkan, kakak pikir aku akan diam saja lagipula kakak gak ada hak untuk memecat karyawan di sini karena kantor ini masih dalam pimpinan Papa," ucap Nasya.
**********
Di kediaman Roger.
"Sayang, gimana perkembangan keuangan restoran kita yang kamu kelola?" tanya Roger pada istrinya.
"Bagus dong, Mas," ucap Michaela, "Lihat nih," sambungnya sembari memperlihatkan sebuah buku catatan keuangan perbulannya.
"Wah, bagus juga. Kamu hebat sayang," ucap Roger.
Dari balik jendela, Michelle mengintip mereka yang sedang berbicara. Setelah Randy memberikannya tugas tambahannya, dirinya pun terus mencari tahu semua tentang Roger.
"Jadi ini rumah mereka. Aku akan mendapatkan banyak bukti di rumah ini, aku harus bisa masuk ke dalam rumah ini secepatnya," batin Michelle.
"Sayang, bagaimana pekerjaan kamu di kampung, apa tanah yang kamu inginkan sudah dijual oleh pemiliknya?" tanya Michaela.
"Tenang saja sayang, pemilik tanah itu masih mempertahankan tanahnya jadi aku harus bersabar lagi untuk mendapatkan tanah itu."
"Kalau pemiliknya tidak menjualnya cari saja yang lain, jangan membuat keributan di kampung orang," jelas Michaela.
Michaela memang tak mengetahui suaminya sedang mempunyai misi yang dirahasiakan darinya. Dirinya hanya tahu bahwa suaminya itu adalah seorang yatim piatu yang mempunyai usaha sendiri.
__ADS_1
Selama ini Roger memang tak pernah menceritakan kisah masa lalunya dan apa tujuan selanjutnya dalam hidupnya pada Michaela. Michaela hanya tahu bahwa suaminya itu sangat mencintai dirinya.
Bersambung