Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 147


__ADS_3

Setelah selesai menonton video itu Roger mulai berpikir sesuatu. Ada kegundahan didalam hatinya, ia, bertanya-tanya Siapakah yang benar dan siapa yang salah dalam kasus meninggalnya Papanya.


"Aku akan membuktikan bahwa Pak Randy tidak bersalah. Aku kerja dengannya sudah cukup lama dari kasus ringan hingga berat selalu aku yang menangani jadi, sedikit banyaknya aku tahu bagaimana Pak Randy," ucap Michelle.


"Sebenarnya apa yang tidak Mama ketahui dari kalian?" ucap Mitha.


"Aku akan berkata jujur pada Mama tapi aku mohon, Mama jangan marah padaku," ucap Roger.


"Tidak akan. Mama janji," ucap Mitha.


"Sebenarnya selama ini aku sengaja meneror Om Randy. Aku menyimpan dendam padanya atas apa yang dia lakukan pada Papaku, aku ingin menghancurkannya tapi tidak pernah berhasil karena Om Randy mempunyai orang-orang hebat dan salah satunya adalah Michelle," jelas Roger.


"Apa, jadi selama ini kamu sengaja berusaha menghancurkan Om Randy?"


"Maaf, Ma yang aku tahu Om Randy lah yang bersalah," ucap Roger lagi.


"Sebenarnya karena dendam kakak pada Pak Randy ada baiknya juga. Berawal dari perkelahian kecil diantara aku dan kakak akhirnya kami bertemu," jelas Michelle.


"Sebenarnya kamu siapa? Kamu bekerja sebagai apa pada Om Randy?" tanya Mitha pada Michelle.


Michelle menatap Mitha intens, sebuah senyum tipis terukir di bibirnya.


"Aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu apapun dari Mama. Aku adalah seorang mata-mata yang bekerja untuk Pak Randy dalam mencari tahu orang-orang yang selalu menghalangi jalan Pak Randy, aku bekerja dalam rahasia karena itulah aku tidak mempunyai tempat bekerja yang tetap dan jelas dimana letaknya," jelas Michelle.


"Jadi ini yang membuat kamu bisa melawan empat komplotan begal sekaligus," ucap Mitha.


"Tidak juga justru karena Mama yang membuat aku kuat. Mama yang membuat aku dapat melawan mereka."


"Mama mau kamu tinggalkan pekerjaan kamu. Ini terlalu berbahaya untuk seorang perempuan," ucap Mitha.


"Maaf, Ma, aku tidak bisa. Aku mempelajari ilmu ini untuk mencari kalian dan juga untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, bukan untuk gaya-gayaan," ucap Michelle.


"Tapi, Nak. Mama khawatir sama kamu," ucap Mitha.


"Biarkan Michelle melakukan apa yang dia mau, Ma kalau dia bisa mengalahkan empat preman sekaligus itu berarti dia sudah memiliki kemampuan yang luar biasa. Satu hal yang Mama harus tahu yaitu, Michelle tidak bisa terkalahkan dengan siapapun termasuk aku jujur aku kalah saat melawan anak gadis Mama ini," ucap Roger.


*******


Di kediaman Aby dan Mawar.


"Aku pulang," ucap Aby sembari berjalan menghampiri Mawar yang sedang asyik menonton televisi!


Mawar tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya meminta pelukan dari sang suami.


Aby langsung memeluk Mawar dengan erat dan menciumi kening dan pipi Mawar.


"Kangen," ucap Mawar dengan gaya bicaranya yang sedikit manja.


"Aku juga kangen," ucap Aby lalu duduk di samping Mawar.

__ADS_1


Aby melonggarkan dasinya lalu membuka jasnya.


Mawar beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Aby! Seperti biasa saat Aby baru datang setelah seharian bekerja Mawar akan membuatkan teh hangat atau kopi untuk suaminya.


"Minum." Mawar menyodorkan teh hangat yang baru dibuatnya barusan pada Aby.


"Terima kasih, sayang." Aby pun langsung menyeruput teh itu.


"Mas, lahan di belakang rumah itu masih milik kamu bukan?" tanya Mawar pada Aby.


Di belakang rumah mereka memang terdapat laha kosong yang ukurannya lumayan luas. Mawar berpikir ingin menggarap lahan itu menjadi kebun atau sawah jika memang memungkinkan.


"Ya, kenapa?" ucap Aby.


"Boleh aku pakai?"


"Tentu saja tapi katakan dulu untuk apa?" ucap Aby yang penasaran dengan apa yang akan Mawar perbuat dengan lahan itu.


"Aku mau bercocok tanam," ucap Mawar.


"Kamu sedang hamil, jangan melakukan pekerjaan yang berat."


"Aku tahu itu. Bukan aku yang akan menanam tanaman di kebun itu nanti," ucap Mawar lagi.


"Lalu siapa? Aku gak bisa ya karena aku udah sibuk di kantor."


"Lalu siapa? Eh kamu jangan meremehkan aku ya. Bayi aja bisa tumbuh dalam perut kamu masa tanaman gak bisa," ucap Aby.


"Buat bayi sama buat tanaman subur utu beda, sayang."


"Ya udah terserah kamu aja deh. Lagian aku selalu kalah kalau sama kamu," ucap Aby.


Mawar tersenyum lalu memeluk Aby! Dia mencium pipi Aby berkali-kali dan yang terakhir ia mencium bibirnya dengan sedikit **********.


"Kamu jangan menggodaku," ucap Aby sembari terus melingkarkan tangannya di pinggang Mawar.


"Kenapa? Kalau mau lakukan saja," ucap Mawar seolah semakin menggoda Aby.


"Kamu gak ingat kata dokter? Diusia kehamilan kamu yang masih muda seperti sekarang ini gak boleh melakukannya sering-sering," jelas Aby.


Bukannya ia tak mau tapi rasa sayangnya pada Mawar dan pada bayi yang dalam kandungan Mawar membuatnya harus menahan hasratnya yang sebenarnya selalu datang setiap dirinya berdekatan dengan sang istri.


"Aaah, Mas Aby. Kamu baik banget, cinta deh sama kamu."


********


Di kediaman Mahendra.


"Mulai hari ini Papa lagi yang memimpin perusahaan kita," ucap Marisa.

__ADS_1


"Nggak, tetap Mawar yang memimpin. Dia akan tetap datang ke kantor meski gak setiap hari," jelas Mahendra.


"Kok bisa sih, Pa? Bukannya Bu Ratu melarang Mawar ke kantor?" tanya Marisa.


"Iya tapi sepertinya Mawar tidak ingin menyerahkan perusahaan pada Papa. Dia sudah tahu kebusukan Papa jadi dia tidak percaya lagi pada Papa. Dia takut kita mencurangi Aby lagi," jelas Mahendra.


"Dasar anak durhaka, bisa-bisanya dia tidak memberikan Papa kesempatan lagi," ucap Marisa dengan amarahnya yang mulai memuncak.


"Udahlah, Ma biarin aja lagipula Papa emang salah Papa menyesal karena sudah berbuat curang pada Aby."


"Papa gak salah, lagipula wajar aja kita mengambil keuntungan lebih besar toh perusahaan ini, Papa yang urus."


"Semua keuntungan dan pembagian hasil sudah tertulis pada surat perjanjian yang sudah Papa dan Aby sepakati. Papa salah dan akan tetap salah, seharusnya kita berterima kasih pada Mawar karena masih diberikan kesempatan untuk hidup bebas coba Mama pikir, kalau Mawar melaporkan Papa ke Polisi mungkin sekarang Papa sudah mendekam didalam penjara," ucap Mahendra.


**********


Di sebuah taman.


Michelle dan Dirga duduk bersebelahan sambil mengobrol.


"Michelle, aku belum pernah sedekat ini dengan perempuan. Kamu membuat aku gerogi," ucap Dirga karena Michelle duduk sangat dekat dengannya bahkan kulit mereka menempel satu sama lain.


"Bohong aja. Ussy dan Nasya pernah memeluk kamu bahkan Nasya pernah memeluk bahkan hampir mencium kamu," ucap Michelle.


"Tapi Ussy dan Nasya bukan gadis yang aku cinta. Mereka tidak dapat membuat sesuatu bergejolak di hati aku," ucap Dirga.


Michelle menatap Dirga dengan senyuman misterius di bibirnya. Perlahan tangan Michelle naik merayap melewati tangan Dirga dan berakhir dibagian leher laki-laki itu!


Michelle mengelus leher bagian kiri hingga ke rambutnya! Tangan nakal itu terus melakukan gerakan gesekan sebanyak beberapa kali hingga membuat Dirga merasakan sesuatu yang tak biasa.


"Hentikan Michelle," ucap Dirga sembari meraih tangan Michelle agar menghentikan gerakannya.


Michelle tersenyum lebar dengan mata yang terus menatap Dirga.


"Kenapa?" tanya Michelle.


Dirga hanya diam lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Melihat wajah Michelle yang cantik ia merasa wajah itu tengah menggodanya.


"Kamu tidak berani?" tanya Michelle lagi.


"Bukan tidak berani hanya saja aku takut kehilangan semua yang berharga dariku dan dari dirimu. Baiknya kamu cepat ajak aku bertemu dengan keluargamu agar kita bisa cepat menikah," ucap Dirga.


"Buru-buru sekali. Kamu gak mau latihan dulu sebelum menikah?" Michelle mendekatkan dadanya pada Dirga hingga membuat Dirga menggeser duduknya.


Sedetik kemudian Michelle tertawa terbahak melihat raut wajah Dirga yang tegang.


Ternyata Michelle bukan jago dalam pertempuran saja tapi dia juga nakal dalam berpacaran, meski begitu Michelle masih tahu batasan dalam berpacaran bahkan dirinya belum pernah merasakan ciuman selama menjalin hubungan percintaan dengan Dirga.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2