Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 178


__ADS_3

Setelah mengikuti orang itu ternyata orang itu tidak mengikuti Randy buktinya orang itu mengambil arah lain yang berlawanan dengan arah jalan menuju kantornya Randy.


Michelle pun melanjutkan perjalanannya menuju kantor milik Randy untuk melanjutkan pembicaraannya yang belum selesai!


Setelah mengemudi selama lebih dari sepuluh menit Michelle tiba di depan jantung milik Randy. Dia turun dari motornya lalu berjalan memasuki kantor yang sudah sepi karena semua karyawan sudah pulang dan hanya menyisakan dua satpam yang bertugas berjaga di sana.


"Pak, Pak Randy ada gak ya di dalam?" tanya Michelle berpura-pura tidak tahu.


"Ada, Mbak baru beberapa menit lalu beliau masuk ke dalam mungkin sekarang beliau di ruangan pribadinya," ucap seorang satpam itu.


"Oh ya, terima kasih ya Pak." Michelle tersenyum ramah lalu mulai memasuki kantor itu!


"Pacarnya Pak Dirga sering banget ketemu sama Pak Randy. Apa dia punya hubungan sama Pak Randy ya?" ucap satpam itu pada rekannya.


"Sembarangan kalau ngomong. Saya kerja di sini udah puluhan tahun, saya tahu sifat Pak Randy seperti apa. Tidak mungkin beliau berselingkuh, tidak mungkin mempunyai perempuan idaman lain," ucap satpam yang satunya lagi.


"Pikiran kamu yang suka mikir sembarangan. Maksud aku bukan hubungan percintaan, mungkin saja mereka masih bersaudara gitu."


Di ruangan Randy.


"Jadi apa rencana kamu selanjutnya?" ucap Randy.


"Kapan acara tujuh bulanan Mawar dilaksanakan?" tanya Michelle.


"Dua hari lagi," sahut Randy.


"Adakan acara yang lebih meriah dan umumkan acara itu pada semua orang atau bila perlu umumkan menggunakan media. Orang itu pasti datang untuk mengacau acara itu," ucap Michelle.


"Tapi itu akan membahayakan Mawar."


"Saya akan menyiapkan segalanya, saya akan bekerja dihari itu."


"Tapi kamu kan akan menjadi tamu undangan dan mungkin kamu salah satu tamu kehormatan Mawar."


"Pak, lebih cepat lebih baik. Sebentar lagi Mawar melahirkan jangan sampai kita tidak berhasil menangkap penjahat itu dan akhirnya dia menculik bayinya Mawar dari rumah sakit," jelas Michelle.


"Tidaklah-tidak. Jangan sampai itu terjadi. Baiklah saya percayakan semuanya sama kamu, saya akan melakukan apa yang kamu perintahkan."


*******


Dua hari kemudian.


Di rumah Aby dan Mawar sedang diadakan acara selamatan tubuh bulan kehamilan Mawar.


Siang itu sekitar pukul tiga belas siang acara utama hati hari itu sudah selesai para tamu undangan yang ikut mendoakan kehamilan Mawar sudah mulai pergi dari rumah itu begitu pula dengan beberapa ustadz yang memimpin doa juga sudah meninggalkan rumah Mawar dan Aby kini hanya menyisakan keluarga besar mereka saja.


Setelah rumah kosong dari tamu undangan yang datang dari wilayah tempat mereka tinggal kini mereka akan melanjutkan ke acara yang kedua yaitu pesta penyambutan keluarga baru yang akan dilahirkan oleh Mawar.


Acara pesta ini akan dihadiri oleh tamu-tamu spesial dari kalangan atas. Rata-rata dari mereka semua terdiri dari rekan-rekan Randy dalam berbisnis.

__ADS_1


"Mawar, kamu baik-baik saja kan, masih kuat ya, Nak melangsungkan acara berikutnya?" ucap Marisa.


"Ia, Ma. Mama gak usah khawatir ya," ucap Mawar.


"Bagaimana dengan kaki kamu? Kalau masih terasa sakit kamu pakai kursi roda saja," ucap Mahendra.


"Papa benar, kamu pakai kursi roda ya," ucap Aby.


"Gak, Mas lihat saja sendiri aku udah bisa berdiri dan berjalan seperti biasanya. Kaki aku udah gak sakit lagi," ucap Mawar.


"Michelle, Dirga kalian serasi banget pakai pakaian berwarna senada gitu, ganteng dan cantik," ucap Ratu.


Michelle dan Dirga tersenyum ke arah Ratu lalu berkata. "Terima kasih."


Para tamu undangan sudah mulai berdatangan ke rumah Aby dan Mawar dan mulai memenuhi tempat yang sudah disediakan oleh mereka.


Michelle yang sedari tadi terus berdiri mendampingi Mawar terus saja mengedarkan pandangannya ke semua arah untuk mencari tahu apakah ada yang mencurigakan dan memastikan keamanan keluarga Randy terutama Mawar.


"Mas ga ... eh maaf maksud aku, Mas Dirga ganteng banget hari ini. Calon kakak ipar juga cantik banget," ucap Nasya.


"Ada yang berubah nih," ucap Dirga.


"Kamu juga cantik kok," ucap Michelle.


"Ya semua perempuan memang cantik yang ganteng kan laki-laki." Nasya tersenyum lebar sampai deretan giginya yang rapi dan putih terlibat dengan jelas.


Tiba-tiba dari arah belakang ada anak panah yang melayang menuju arah Mawar.


"Mawar, awas!"


Marisa yang melihat itu pun langsung mendorong Mawar hingga Mawar terjatuh! Untunglah Marisa mendorong Mawar ke arah Aby sehingga Mawar tidak terjatuh karena Aby menahan tubuhnya.


"Awh." Marisa meringis kesakitan sesaat setelah anak panah itu menancap di lengan atasnya.


Seketika semua orang berteriak ketakutan. Para tamu undangan yang sudah hadir berlarian meninggalkan area pesta itu.


"Mama!" seru Jingga.


Tanpa pikir panjang Michelle langsung berlari mengejar orang yang membawa alat panah yang baru saja digunakan untuk melukai Mawar!


"Mama," ucap Mahendra.


"Mama, apa yang Mama lakukan?" ucap Mawar.


"Kamu baik-baik saja kan? Maaf tadi Mama terpaksa mendorong kamu," ucap Marisa dengan suara pelan karena menahan rasa sakitnya.


"Cepat bawa Bu Marisa ke rumah sakit," ucap Ratu.


"Ayo cepat," ucap Mawar.

__ADS_1


Mahendra dan Randy langsung membantu Marisa untuk sampai di mobilnya.


Jingga yang panik langsung berlari mengikuti mereka ke mobil! Jingga akan ikut ke rumah sakit, ia akan mendampingi Mamanya.


"Aku ikut," ucap Mawar sambil berjalan mengikuti mereka!


"Tidak, Mawar. Terlalu bahaya kalau kamu ikut tanpa pengawasan," ucap Abymana sembari memegangi tangan Mawar.


"Tapi Mama."


"Percayalah, nanti kita ke rumah sakit setelah situasi dan kondisi di sini sudah mereda," ucap Aby lagi.


"Mawar, ayo masuk kamar." Ratu dan Nasya mengajak Mawar pergi ke tempat yang lebih aman selagi kondisi di sana masih kacau.


********


Di persimpangan jalan.


Michelle berhasil menangkap penjahat itu. Kini mereka sedang berkelahi demi membela diri masing-masing.


Dirga langsung membantu Michelle karena gadis itu diserang oleh dua orang sekaligus.


Kini mereka imbang dengan satu lawan satu. Setelah lima menit berlalu salah satu penjahat itu menyemprot sesuatu cairan pada wajah Michelle dan Dirga hingga mata mereka merasakan pedih dan panas hingga akhirnya mereka menghentikan perlawanan.


"Aah." Dirga melangkah mundur setelah mendapat tendangan dari lawannya.


Sementara itu, Michelle menyandarkan tubuhnya pada pohon yang ada di sana sambil mengucek matanya.


"Mereka kabur," ucap Dirga sembari membasahi mata Michelle dengan air mineral dalam botol yang ia temukan di sisi jalan.


"Ah perih sekali," ucap Michelle sembari membasuh wajahnya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dirga khawatir.


"Tidak apa, tenang saja."


"Mereka lari."


"Biarkan saja. Kita akan mendapatkan mereka," ucap Michelle.


Setelah dua lima menit Michelle mengajak Dirga berjalan ke arah dua penjahat itu lari, tak lama mereka melihat dua penjahat itu tergeletak di trotoar.


"Mereka?" Dirga terus berjalan menghampiri mereka.


"Ya, mereka pingsan. Aku menembakkan jarum berisi obat bius pada mereka," jelas Michelle.


Setelah tiba di dekat dua penjahat itu Michelle membuka penutup kepala yang menutupi kepala dan wajah mereka untuk melihat rupa wajah mereka!


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2