
Mawar terdiam sembari terus menatap Abymana yang sedang menatapnya balik.
"Kenapa kamu gak jujur tentang Jingga? Jika kamu tidak suka mendengarkan aku membicarakan Jingga lalu kenapa kamu menemuinya tadi siang," ucap Mawar didalam hatinya.
"Masih ada yang kamu sembunyikan dari aku. Apa itu Mawar? Katakan semuanya padaku hari ini," batin Aby.
Keduanya saling bertatapan dalam jangka waktu yang lama dengan mulut tertutup rapat dan dengan hati yang saling menerka-nerka apa yang sedang dipikirkan satu sama lain.
**********
"Michelle, tolong temani Mama di sini," ucap Mitha pada Michelle sembari mengusap kursi di sampingnya.
Michelle yang awalnya hendak ke dapur pun langsung berjalan menghampiri Mamanya!
"Iya Ma, ada apa?" ucap Michelle sembari menghempaskan bokongnya pada kursi di sampingnya.
"Banyak yang ingin Mama tanyakan padamu seputar kehidupan kamu selama dua puluh tiga tahun tanpa Mama dan Kakak kamu," ucap Mitha.
Michelle tersenyum tipis lalu menundukkan kepalanya.
"Banyak yang aku lewati tanpa kalian. Dari awal susah, senang, sedih, marah, kesal, bingung, putus asa semua sudah aku lewati tapi disamping itu ada seseorang yang selalu ada bersamaku. Namanya Ibu Jena. Dia orang yang menemukan aku dari tempat sampah dan yang merawat aku dari saat itu hingga kini, Ibu Jena adalah satu-satunya Ibu yang sangat aku sayangi dan sangat aku banggakan dan juga aku hormati dengan segenap jiwa dan raga ku," ucap Michelle dengan suara lirih.
"Dia Ibu angkat kamu?" Mitha menatap Michelle dengan tatapan sendu.
Rasa bersalah yang begitu besar pada Michelle semakin mendera hatinya.
"Ya tapi aku sudah menganggap Ibu Jena sebagai Ibu kandung aku dan Ibu kandung bagi adik-adik aku yang tinggal di sana," sahut Michelle.
"Maksud kamu?"
"Aku tinggal di panti asuhan."
"Sudah dulu ya ngobrolnya, sekarang waktunya Michelle mandi dan Mama juga harus beristirahatlah," ucap Roger.
"Mandi?" Michelle menatap Roger lalu menatap jam di tangannya.
"Kenapa kakak persis seperti Ibu yang selalu menyuruh aku mandi saat sebentar lagi akan masuk waktu maghrib," sambung Michelle.
"Aku tahu kamu tidak pernah tinggal shalat karena itulah aku mengingatkan kamu," ucap Roger.
"Sok tahu," ucap Michelle.
"Bukan cuma kamu yang bisa mencari tahu tentang aku, aku juga bisa mencari tahu tentang kamu," ucap Roger.
"Mama, ayo aku antar ke kamar," ucap Michaela pada Mitha.
"Mama bisa sendiri," ucap Mitha dengan senyum ramah pada sang menantu.
"Tidak apa Ma, mari." Michaela meraih tangan Mitha dan menuntunnya ke dalam kamar!
"Michelle," ucap Roger saat Michelle hendak pergi dari ruangan itu.
"Ya, ada apa?" ucap Michelle.
"Jangan kasih tahu Mama tentang keburukan aku apalagi Michaela, jangan sampai dia tahu tentang aku dan Jingga," ucap Roger.
__ADS_1
"Makanya jadi laki-laki jangan terlalu bejat, nyesel kan kalau sudah begini," ucap Michelle sembari pergi meninggalkan Roger.
**********
"Papa kayaknya lesu banget, kenapa Pa?" tanya Marisa.
"Nggak. Papa cuma lagi khawatir aja sama Mawar," ucap Mahendra.
"Kenapa dia? Ngapain sih harus khawatir sama dia?" ucap Jingga pura-pura tidak tahu.
"Gak tahu kenapa tapi yang jelas kakinya menderita luka memar seperti terkena hantaman keras," ucap Mahendra.
"Oh, mungkin anak itu kurang ajar sama orang makanya kena lempar," ucap Marisa pura-pura tidak tahu.
"Nggak. Yang Papa lihat selama ini Mawar anaknya baik," ucap Mahendra.
"Itu cuma penampilan luarnya aja, Pa. Papa gak tahu aja sifat aslinya dia bagaimana. Dengan Mawar yang tidak menggaji Papa aja udah kelihatan banget kalau dia kurang ajar dan tidak tahu sopan santun dan yang pastinya dia punya hati busuk," ucap Jingga.
"Udahlah kalian berdua tuh sukanya menjelek-jelekkan Mawar saja. Bisa gak sih sekali saja kalian melihat Mawar dari sisi baiknya?"
"Anak itu emang gak ada baik-baiknya Pa," ucap Marisa.
"Haah udahlah, Papa capek mau istirahat," ucap Mahendra sembari pergi memasuki kamarnya!
**********
"Duh, Mas kok kepalaku sakit banget ya," ucap Mawar sembari memegang kepalanya.
Aby melerai pelukannya dari Mawar! "Kenapa?" ucapnya.
"Ya udah, ya udah ayo kita ke rumah sakit! Aku takut kamu kenapa-kenapa," ucap Aby sembari bangkit dari duduknya.
Aby begitu khawatir melihat Mawar yang merasa kesakitan.
Mawar bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu kamarnya!
Belum sampai didepan pintu, Mawar terjatuh ke lantai. Aby yang sedang mengambil kunci mobil langsung berlari ke arah Mawar!
"Mawar!" Aby langsung meraih tubuh Mawar lalu memangkunya dan membawa ke luar untuk segera dibawa ke rumah sakit!
"Frans cepat siapkan mobil!" seru Aby yang masih berada di dalam rumah.
Frans yang sedang duduk mengobrol bersama Salman dan Joe pun langsung sigap meraih kunci mobil yang selalu ada di atas mejanya dan langsung berlari menghampiri mobilnya!
Sementara itu Joe langsung membukakan pintu mobil itu untuk Aby dan Mawar masuk.
"Cepat ke rumah sakit Frans," ucap Aby yang sudah berada di dalam mobil.
Tanpa berucap lagi Frans langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi!
**********
"Michaela, terima kasih ya kamu baik sekali," ucap Mitha pada Michaela.
"Ma, jangan berterimakasih padaku. Aku melakukan ini karena aku cinta sama Mas Roger dan juga sayang sama Mama," ucap Michaela.
__ADS_1
"Yang Mama tahu kamu sudah dibohongi tentang keluarga oleh Roger tapi kamu masih mau menerima dia dan juga keluarga kami," ucap Mitha.
"Ma, aku tahu Mas Roger melakukan itu karena ada sesuatu yang ingin dia lindungi," ucap Michaela.
"Waktunya makan malam," ucap Roger yang berdiri di ambang pintu kamar Mitha.
"Tadi nyuruh aku mandi sekarang ngajak makan malam. Jelas, udah kayak emak-emak saja kakak ini," ucap Michelle yang kebetulan ingin masuk ke dalam kamar Mitha.
**********
Di rumah sakit.
Mawar sudah mendapatkan penanganan Dokter, kini dia baru selesai diperiksa dan masih terbaring di atas ranjang pasien.
"Dokter, apa yang terjadi pada istri saya? Kenapa dia sampai pingsan saat merasakan sakit dikepalanya? Apa ada sesuatu yang mengkhawatirkan?" tanya Aby tanpa henti.
Bukannya menjawab. Dokter itu malah menyunggingkan bibirnya ke arah Aby.
"Sepertinya Anda begitu sayang pada istri ya," ucap Dokter itu.
"Dokter tolong jangan bercanda, saya sedang serius," ucap Aby yang mulai emosi.
"Mas." Mawar meraih tangan Aby lalu mengusapnya dengan Ibu jarinya.
"Istri Anda tidak apa-apa–"
"Tidak apa-apa bagaimana Dokter, istri saya sakit kepala sampai pingsan tapi Anda mengatakan bahwa istri saya baik-baik saja," ucap Aby memotong perkataan Dokter yang belum selesai.
"Ya, istri Anda memang tidak mengidap penyakit apapun. Sepertinya dia mabuk benda pusaka milik Anda," ucap Dokter itu dengan santainya.
Dokter muda itu memang sudah sejak lama menjadi Dokter favorit Aby selain karena Dokter itu anak dari salah satu rekan bisnisnya, Dokter itu juga sangat cekatan dalam mengambil kekurusan dalam menangani pasien.
"Maksud Anda apa? Jangan main teka-teki dengan saya karena saya sedang panik."
"Istri Anda sedang hamil," ucap Dokter itu.
"Hamil!" ucap Aby dan Mawar secara bersamaan.
Dokter itu mengangguk dengan senyum yang terus membingkai di wajahnya.
Seketika Aby tersenyum bahagia dan terlihat serba salah.
"Hamil, kamu hamil," ucap Aby.
Mawar hanya tersenyum menanggapi tingkah Aby yang kelewat bahagia itu.
"Selamat ya Pak Aby, Bu Mawar," ucap Dokter itu.
"Terima kasih, Dok."
"Saya akan memberikan obat anti mual dan penawar pusing. Sebentar ya." Dokter itu langsung pergi meninggalkan Aby dan Mawar di ruangan itu!
"Terima kasih, sayang." Aby memeluk Mawar dengan erat dan beberapa kali mencium kening istrinya itu.
"Kamu hadir disaat yang tidak tepat, Nak," batin Mawar sembari mengusap perutnya yang masih rata.
__ADS_1
Bersambung