Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 59


__ADS_3

Nasya nampak nyaman berada di ruangan Dirga hingga saat Dirga asyik bekerja, dirinya pun asyik menikmati ruangan itu dengan mata yang terus menatap ke arah Dirga, ia sampai lupa kalau sudah beberapa jam di sana bersama laki-laki yang sudah dianggapnya seperti kakak sendiri.


"Masih betah disitu?" tanya Dirga tanpa menatap ke arah Nasya.


"Bentar lagi makan siang, kita makan bareng ya. Aku yakin Mas ganteng makan sendirian, jadi aku yang akan menemani Mas ganteng hari ini."


"Ya, terserah kamu aja."


Nasya yang kini tengah memainkan ponselnya tak sengaja melihat siaran langsung yang dilakukan oleh salah satu akun yang diikutinya.


Nasya membuka matanya lebar-lebar menatap layar ponselnya. "Kak Mawar," ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


"Mas ganteng lihat deh itu kak Mawar."


"Apa sih, biasa aja kali gak usah kayak orang terkagum-kagum gitu. Mawar kan perempuan, gak mungkin kamu suka sama perempuan."


"Lihat dulu. Astaga, kakak ipar gue tuh multitalenta banget," ucap Nasya yang dipenuhi kekaguman terhadap Mawar.


Karena penasaran, Dirga menghampiri Nasya lalu ikut menonton!


Dirga pun ikut terpana melihat Mawar yang sedang menari dance dengan musik yang enerjik.


"Gila tuh cewek, Tuan Muda harus tahu ini." Baru Dirga akan menelpon Aby, Aby sudah ada di belakangnya.


"Ngapain? Ngomongin aku ya? Nasya, dari kapan kamu di sini?" tanya Aby tanpa henti.


Dirga menarik tangan Aby lalu Nasya memperlihatkan video siaran langsung yang sedang dilihatnya.


"Kakak ipar aku nih, dia sangat the beast," ucap Nasya.


"Mawar ... ini serius Mawar?" ucap Aby dengan matanya yang terus menatap layar ponsel Nasya.


Tarian Mawar yang begitu indah membuatnya tak sanggup untuk mengedipkan matanya.


"Iya lah, kakak pikir siapa? Jingga? Gak mungkin ya."


"Ayo kita ke kampusnya Mawar." Aby segera berjalan ke arah pintu keluar!


"Tuan Muda!"


"Apa, ayo nanti keburu selesai acaranya kalau kamu gak mau ikut ya udah gak usah."


"Aku ikut!" Nasya langsung berjalan membuntuti Aby.


Mereka pun langsung pergi meninggalkan kantor untuk melihat penampilan Mawar yang begitu memukau!


**********

__ADS_1


"Gimana Bu, Ibu mau kan membantu saya untuk menyatukan Jingga dengan Aby lagi?"


Ratu menatap Marisa dengan tatapan yang sulit dimengerti.


"Bu, jujur saya juga sayang sama Mawar tapi karena melakukan dia yang tega main kotor sama kakaknya sendiri, saya rasa dia harus diberi sedikit pelajaran dengan cara menikahkan Abu dengan Jingga."


"Bu, gimana ya. Sebenarnya saya sendiri sayang sama Jingga tapi karena kejadiannya sudah seperti ini, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya lihat, Mawar adalah anak yang baik."


"Baik dari luarnya aja Bu, kita gak tahu isi hatinya seperti apa. Bisa saja Mawar menginginkan Aby karena menginginkan sesuatu darinya, secara Aby adalah pewaris tunggal dari keluarga Ibu."


Dengan tanpa ragu, Marisa menjelekkan Mawar didepan Ratu tanpa ia sadari sebenarnya ia juga sedang menjelekkan dirinya karena tak bisa dipungkiri, Mawar adalah anaknya, anak yang terlahir dari rahim nya sendiri.


*******


"Aaaaaa! Mawar!" seru para mahasiswa yang terkagum-kagum pada penampilan Mawar siang itu.


Aby berlari menghampiri kerumunan mahasiswa itu! Berharap dirinya bisa melihat penampilan Mawar secara langsung namun, sayangnya saat itu musik sudah berhenti, Mawar pun sudah tak menari lagi.


"Permisi! Permisi!" ucap Aby sembari menerobos orang-orang berkerumun di sana.


"Nasya, ayo!" Dirga menggenggam tangan Nasya dan membawanya melewati kerumunan orang-orang itu.


Saat tiba di barisan terdepan, Aby melihat Mawar berkeringat deras diseluruh wajahnya dan tubuhnya. Dia mengambil saputangan dari dalam sakunya lalu dengan tanpa basa-basi mengelap keringat yang berada di kening Mawar dan dibagian wajahnya yang lain!


"Tuan Muda, apa yang kamu lakukan?"


"Aaa, Tuan Muda Abymana lihat aku di sini."


"Gak mungkin Tuan Muda Abymana bisa sedekat itu dengan Mawar."


"Aaah, beruntung banget jadi Mawar."


Kira-kira seperti itulah ucapan para mahasiswa perempuan yang melihat kejadian itu.


Bagaimana tidak iri pada Mawar, Abymana adalah seorang pengusaha muda yang tampan dan banyak disukai oleh para gadis, di usianya yang terbilang masih muda, Aby sudah berhasil menjadi pengusaha sukses dan berhasil meraih beberapa gelar penghargaan pengusaha muda yang paling sukses.


"Diam, kamu berkeringat," ucap Aby.


"Mawar, ini minum dulu. Kamu pasti haus," ucap Galaxi sembari memberikan satu botol air mineral.


"Terimakasih," ucap Mawar setelah menerima air mineral itu.


"Mawar, sebaiknya kamu istirahat dulu sebentar lagi kita akan melanjutkan penghitungan," ucap Sherin.


"Semuanya! Perhatian semuanya! Pastikan kalian semua sudah menulis nama siapa yang kalian suka karena sebentar lagi gue akan mengumpulkan kertasnya," ucap Galaxi.


Di sebrang lapangan, Yura menatap Mawar yang masih dekat-dekat dengan Abymana, dirinya tak percaya orang kaya seperti Abymana dengan tanpa rasa ragu mengelus dan membelai pipi Mawar.

__ADS_1


"Apa istimewa nya anak itu sampai-sampai kak Aby segitu perhatiannya sama dia?" ucap Yura dengan nada tak suka.


Beberapa mahasiswi mengerumuni Aby, mereka ingin berfoto bersama dengan Aby sekaligus meminta tandatangan dari sang pengusaha muda itu.


Hal itu membuat Mawar bete dan sedikit kesal karena dirinya tak lagi diperhatikan oleh Aby.


Sementara Galaxi mengumpulkan kertas suara dari semua mahasiswa. Mawar dan Yura beristirahat dengan duduk bersebelahan di tempat yang sudah mereka sediakan.


Tak butuh waktu lama mereka pun langsung melakukan penghitungan jumlah dukungan dengan disaksikan oleh semua orang yang masih ada di sana termasuk Aby, Dirga dan juga Nasya.


**********


Di kantor.


Dengan begitu percaya diri nya, Jingga memasuki kantor Abymana dengan melewati seorang Satpam yang bertugas berjaga di sana!


"Mbak Jingga! Mau bertemu dengan siapa?" tanya Pak Satpam itu.


"Siapa lagi kalau bukan Abymana, pacar saya," sahut Jingga.


"Tuan Muda sedang tidak ada di tempat. Beliau sedang keluar bersama Nona Muda."


"Siapa yang kamu maksud Nona Muda?"


"Siapa lagi kalau bukan adiknya Tuan Muda yaitu Mbak Nasya."


Jingga menghela nafasnya lega, ia pikir Aby pergi bersama dengan Mawar.


"Permisi Pak, apa Pak Randy ada di tempatnya?" tanya Michelle yang dari tadi menyaksikan kesombongan Jingga.


"Ada, silahkan temui beliau, beliau sudah menunggu Anda," sahut Pak Satpam itu.


"Terimakasih." Michelle berjalan melewati mereka! Sekilas dia menatap Jingga dengan tatapan tajam, ia merasa tak suka Jingga masih berusaha mendekati Aby.


Entah kenapa dirinya merasa tak suka padahal dirinya juga tak mengenal Aby dengan baik dan dirinya juga tak mengenal Mawar.


"Siapa dia?" tanya Jingga yang merasa penasaran.


"Rekan bisnis nya Pak Randy."


"Yakin kamu? Cewek muda dan cantik seperti dia hanya rekan bisnis saja."


"Saya yakin Pak Randy adalah orang baik, beliau tidak mungkin berbuat macam-macam."


Dengan tanpa berucap lagi, Jingga pergi dari sana karena yang ingin ditemuinya juga tidak ada di tempatnya!


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2