
"Jangan pikirkan itu," ucap Aby pada Mawar.
"Salman, putar balik. Kita ke rumah orang tuanya Mawar aja dulu," sambung Aby pada Salman.
"Dirga mana?" tanya Mawar saat tahu bahwa yang menyetir mobilnya adalah Salman dan bukan Dirga.
"Dia di mobil belakang, dia terluka jadi gak bisa bawa mobil."
"Ya ampun. Cepat kita pulang ke rumah orang tuaku, aku akan mengobati dia," ucap Mawar.
"Kamu bisa?"
"Aku kan calon Dokter, pasti bisa lah."
Sementara itu Salman hanya diam sembari terus fokus pada jalanan yang kecil dan rusak yang sedang mereka lalui.
Di mobil Dirga.
"Kenapa mereka putar arah?" ucap Frans.
"Mungkin mereka tahu didepan sana tidak ada klinik atau puskesmas," ucap Dirga.
"Pak, apa Anda baik-baik saja?" tanya Joe.
Melihat kondisi luka Dirga yang lumayan dalam dan tak hentinya mengeluarkan darah, membuat Joe merasa khawatir terhadap Dirga.
"Ya, saya baik-baik saja. Berikan tissue nya lagi," ucap Dirga.
Untuk mengeringkan darah yang terus keluar dari lukanya, Dirga sudah menghabiskan banyak tissue yang selalu ada didalam mobil itu.
"Ketika ke rumah orang tua Mawar aja, di daerah sini gak ada klinik atau pun Puskesmas," ucap Aby pada Frans.
"Baik Pak." Frans mengangguk lalu segera memutar arah kendaraannya.
"Dirga, kamu baik-baik saja?" tanya Mawar yang duduk di sebelah Aby.
"Ya, aku baik-baik saja. Tidak usah khawatir," sahut Dirga.
__ADS_1
"Hentikan dulu mobilnya," ucap Mawar pada Salman.
Salman pun menghentikan mobilnya dan Frans juga ikut menghentikan mobilnya karena mobilnya yang berada dibelakang mobil Aby yang membuatnya tak bisa terus melajukan mobilnya karena terhalang oleh mobil Aby.
"Mau ngapain?" tanya Aby.
"Aku mau ngobatin Dirga," sahut Mawar.
"Dirga, sini. Pindah ke sini, aku mau ngobatin luka kamu biar darahnya gak terus keluar," ucap Mawar pada Dirga.
Dirga pun turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Mawar yang masih berada di dalam mobil Aby!
"Tuan Muda, kamu pindah ke depan ya, biar Dirga yang duduk di sini sama aku," pinta Mawar pada Aby.
Aby menurut saja apa kata istrinya demi keamanan dan keselamatan Dirga. Dia turun dari mobilnya dan pindah ke bangku depan.
"Aku gak apa-apa kok," ucap Dirga sembari duduk di kursi di sebelah Mawar.
"Jangan anggap luka berdarah ini remeh, kalau kamu kehabisan darah bisa mati kamu," ucap Mawar.
"Ya udah Bu Dokter, saya nurut aja deh sama Bu Dokter," ucap Dirga.
"Ada dong," ucap Mawar sembari mengambil tasnya.
"Buka baju kamu," ucap Mawar pada Dirga.
"Ngapain buka-buka baju segala? Lukanya kan udah terlihat meski gak buka baju," ucap Aby yang mulai cemburu.
"Ya ampun, aku kesulitan membersihkan lukanya kalau pakai baju dan lagi bajunya Dirga ini udah gak layak pakai, udah penuh dengan darah dan juga sudah sobek," ucap Mawar.
Dirga hanya tersenyum tipis melihat raut wajah Aby yang kesal karena cemburu. Ia pun membuka bajunya menuruti permintaan Mawar!
"Waw," ucap Mawar. Dia pun mulai membersihkan luka itu dengan tissue untuk selanjutnya ia obati dengan betadine yang selalu ia bawa kemanapun.
"Biasa aja kali, jangan diliatin gitu. Istri orang tuh," ketus Aby yang melihat Dirga terus menatap Mawar.
"Ini juga biasa, Tuan Muda nya aja yang terlalu cemburu," ucap Dirga.
__ADS_1
"Dada kamu seksi juga ya," celetuk Mawar sambil terus mengeringkan darah itu.
"Terimakasih," ucap Dirga.
"Kamu mau ngobatin lukanya atau cuma mau ngelus-ngelus dada Dirga doang?" Aby terlalu cemburu sampai ia turun dari mobilnya dan masuk lagi ke bangku belakang!
"Sini, biar aku yang ngobatin," ucap Aby sembari meraih tissue itu dari tangan Mawar.
Mawar mengulum bibirnya dan tersenyum tipis, ternyata Aby sudah benar-benar mencintainya karena laki-laki itu merasa cemburu saat melihatnya dekat-dekat dengan laki-laki lain.
"Saya tidak menggodanya, ini bukan salah saya," ucap Dirga.
Aby hanya diam sembari mengeringkan darah itu.
"Kamu tuh jadi perempuan gatel banget sih. Dirga ini asisten aku, masa kamu mau selingkuh sama dia," ucap Aby pada Mawar.
Mawar menatap Dirga dan Dirga juga menatapnya lalu mereka berdua tertawa lepas.
"Aduh Tuan Muda, kalau mau cemburu kenal tempat apa, gak mungkin juga aku suka sama Dirga, dia kan sahabat aku," ucap Mawar.
***********
Di tempat lain.
Michelle sedang melanjutkan pekerjaannya yaitu mencari tahu siapa orang yang ada di balik semua kejadian ini. Dia mengikuti laki-laki yang tadi ingin menembak Aby dan kini dia sedang berada di sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah tapi tak dihuni oleh pemiliknya.
"Bodoh! Kenapa bisa gagal," ucap seorang laki-laki pada orang yang tadi diserang oleh Michelle.
Mendengar suara marah itu, Michelle berjalan mengendap-endap memasuki bangunan itu!
"Siapa itu? Dia pasti adalah orang yang menyuruh mereka menyerang Aby. Aku harus tahu siapa orang itu hari ini juga agar aku bisa secepatnya pulang dari kampung ini," batin Michelle.
"Maaf Bos, sepertinya mereka sudah menyiapkan keberangkatan mereka, buktinya mereka mempunyai personal yang kuat dan tangguh," ucap laki-laki yang menderita banyak luka memar akibat serangan Michelle.
"Bukankah kalian terdiri dari banyak orang, kenapa bisa kalah! Dasar tidak berguna!"
Michelle semakin masuk ke dalam ruangan itu tapi dirinya belum melihat di ruangan manakah mereka berada, ia membuka satu persatu pintu yang tertutup rapat dengan pelan dan sangat hati-hati agar dirinya tidak ketahuan oleh mereka!
__ADS_1
Bersambung