Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 78


__ADS_3

Siang itu karena tak tahan ingin jumpa dengan tanaman yang ia sayangi, Mawar pergi ke kebun orang tuanya yang berada di hutan tepatnya tempat pabrik itu akan didirikan.


"Mawar!" seru Taufik dari belakang Mawar.


Mawar dan Aby menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Taufik," ucap Mawar penuh kegirangan.


Rindu terhadap seorang sahabat kini dapat terobati karena mereka bertemu di sana.


Taufik berlari menghampiri Mawar dan langsung menjabat tangannya!


"Apa kabar? Kamu baik-baik saja kan?" tanya Taufik dengan raut wajahnya yang berbinar.


"Aku baik, bagaimana dengan kamu, Fik? Seneng bisa bertemu kamu lagi," ucap Mawar.


"Aku baik. Wah Mawar, kamu makin cantik ya dengan penampilan kamu yang seperti ini, kamu jadi semakin wah," ucap Taufik lagi.


Mawar tertawa kecil lalu menepuk pundak Taufik. "Kamu bisa aja," ucapnya.


Aby berdeham seakan mengingatkan bahwa dirinya ada di sana. Dua orang yang tengah melepas rindu sepertinya melupakan akan kehadirannya.


"Ada suaminya nih. Bisa jaga sikap dan pandangan gak?" ucap Aby.


"Ah ya, maaf. Bagaimana kabarmu? Aku lihat kamu baik-baik aja, semoga yang aku lihat ini benar," ucap Taufik.


"Bertanya tapi sendirinya yang menjawab," gumam Aby.

__ADS_1


"Fik, aku dan Aby mau pergi ke kebun. Kamu mau ikut?" tanya Mawar.


"Tentu saja."


*************


Di tempat Roger.


Laki-laki itu mendengus kesal karena lagi-lagi rencananya gagal. Orang-orang yang ia bayar untuk melumpuhkan Aby, selalu saja kalah oleh Aby dan orang-orangnya.


"Aku gak akan tenang sebelum melihat Randy bangkrut, dia harus membayar semua yang dia lakukan pada keluargaku," gumam Roger.


Laki-laki itu menghantam meja didepannya dengan tangannya hingga menyebabkan suara berisik.


"Lihat saja Pak Randy yang terhormat, lewat anak-anakmu, aku akan membuat kamu merasakan apa yang aku rasakan." Roger menghempaskan bokongnya ke kursi itu lalu menarik laci dan mengambil sebuah foto dari dalam laci itu!


"Sampai saat ini aku masih belum bisa menemukan kamu. Dimana kamu?" batin Roger sembari menatap fhoto seorang bayi yang ia pegang.


*************


Di tempat persembunyiannya, Michelle sedang memeriksa kembali fhoto hasil jepretan kamera ponselnya, memastikan gambar yang dihasilkannya itu terlihat dengan jelas.


"Seharusnya aku pulang hari ini tapi aku tidak bisa melakukan itu. Besok mereka akan menyerang Abymana lagi, aku tidak bisa membiarkan mereka terluka. Aku tidak tahu mereka ada permasalahan apa tapi saat ini aku bekerja pada Pak Randy, itu artinya aku harus melindunginya dan juga orang-orang yang bersangkutan dengannya apalagi Aby adalah anaknya Pak Randy, sudah seharusnya aku ikut berperan untuk melawan mereka," gumam Michelle.


Saat itu, Michelle sedang berada di atas pohon besar agar dirinya tak dapat dilihat oleh orang-orang yang mungkin akan pergi berkebun di hutan itu.


Tak lama, terdengar suara orang bergurau dan berjalan ke arahnya.

__ADS_1


Michelle pun langsung melihat ke sekeliling tempat itu dan dirinya langsung melihat Mawar dan Aby yang sedang berjalan ke sana.


"Rupanya mereka datang lebih awal dari yang aku perkirakan. Peresmian pembangunan pabrik di sini, besok tapi hari ini mereka sudah datang," batin Michelle.


Gadis pengintai rahasia ini tak punya waktu untuk pergi dari pohon itu karena Aby dan Mawar sudah terlalu dekat dengan pohon itu, jika ia turun, mereka pasti melihatnya.


"Bahan-bahan bangunannya sudah ada di sini, besok kita cuma perlu meresmikan saja," ucap Aby.


"Ya, terserah kamu, aku gak mau ikut campur urusan pekerjaan. Aku datang ke sini untuk menemui cintaku," ucap Mawar.


"Jangan bilang cinta mu itu aku," ucap Taufik sambil tertawa kecil.


"Ngarep ... kamu dengar ya, cintanya Mawar itu cuma aku," ucap Aby.


"Hai bungaku, cintaku, aku datang untuk menemui kamu," ucap Mawar pada tanaman bunga mawar hitam ya dahulu ia tanam di atas tanah itu.


Mawar membelai bunga itu dengan lembut, senyuman manis terus terukir di bibirnya.


"Rupanya dia yang menanam bunga itu," batin Michelle yang sedaritadi memperhatikan mereka.


"Bunganya masih cantik seperti dulu," ucap Taufik.


Mawar nampak begitu rindu dengan suasana perkampungan dan hutan yang menyejukkan. Dia menghirup udara segar disana dengan mata yang tertutup dan kedua tangannya yang terbentang.


"Anak kota datang ke kampung, jadinya gini," ucap Aby sembari memeluk Mawar dari belakang.


Taufik yang melihat itu pun langsung memalingkan wajahnya untuk mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Sial, gini nih kalau pergi sama orang yang usaha nikah," gumam Taufik.


Bersambung


__ADS_2