Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 177


__ADS_3

Setibanya di restoran itu Michelle mengedarkan pandangannya kesemua sudut ruangan itu untuk mencari orang itu tapi ternyata ia tak melihat orang yang dimaksudnya itu.


"Kemana dia? Tadi aku melihatnya ke sini," batin Michelle.


Michelle masih berdiri di sana sambil terus mengedarkan pandangannya mencari orang yang ia ingin ketahui jati dirinya.


Tak dapat menemukan orang yang ia cari, Michelle pun segera kembali ke butik tempat keluarganya menunggunya!


"Tadi aku melihat temanku masuk ke dalam restoran itu tapi ternyata dia tidak ada di sana," ucap Michelle.


"Mungkin kamu salah lihat," ucap Mitha.


"Mungkin," ucap Michelle sembari mengangguk pelan.


"Ya udah sekarang kita mau kemana lagi?" ucap Dirga.


"Mama sama Mama Mitha ada urusan lain dengan pihak wedding organizer. Kalian pergi duluan saja," ucap Athalia.


"Ckk, kalau jam segini udah selesai kenapa aku harus cuti dari kantor?" gumam Dirga.


"Ayo kita pergi, calon imamku," ucap Michelle yang tak ingin berlama-lama di sana karena ada banyak hal yang harus ia selesaikan.


Ia belum berhasil mengungkap siapa orang yang waktu itu pernah mengintai rumahnya seperti sedang mencari sesuatu dari Mamanya dan sekarang datang lagi pekerjaan dari Randy.


Disaat yang bersamaan dirinya harus mengerjakan dua misi sekaligus tapi itu tak menjadi masalah bagi seorang Michelle. Dia sudah terbiasa berada dalam situasi dan kondisi seperti itu.


"Baiklah calon makmum ku," ucap Dirga.


Mitha dan Athalia tersenyum melihat anak-anaknya yang selalu saling melengkapi satu sama lain meski mereka baru akan melangsungkan pernikahannya.


"Mam, kita berdua pergi duluan ya," ucap Dirga.


"Mungkin aku akan pulang telat karena mau mampir dulu ke panti," ucap Michelle pada Mitha.


Tak menunggu jawaban dari dua perempuan paruh baya di depan mereka, Michelle dan Dirga langsung mencium punggung tangan mereka secara bergantian lalu mulai meninggalkan tempat itu.


"Apa rencana kita selanjutnya?" tanya Dirga setelah mengemudikan mobilnya.


"Jujur aku sedang mencari seseorang. Aku banyak kerjaan, apa bisa kita pacarannya lain kali aja?" ucap Michelle.


"Ada ya yang memilih pekerjaan dibandingkan dengan berpacaran dengan orang seganteng aku," ucap Dirga.


"Gak mau? Ya udah aku gak maksa kok," ucap Michelle dengan nada kesal.


"Kerjaan dari Pak Randy kah?" tanya Dirga lagi.


"Bukan. Ini misi pribadi, waktu itu ada orang misterius yang mengintai Mama, aku berhasil mengejar dan melihat wajah orang itu tapi tak sampai menangkapnya."

__ADS_1


"Siapa dia?"


"Aku gak tahu dan Mama juga gak tahu makanya aku harus mencari tahu siapa dia dan kenapa dia mengintip rumah kami," ucap Michelle.


"Mungkin itu hanya orang yang lewat biasa saja," ucap Dirga yang tak ingin berprasangka buruk.


"Tidak. Aku sudah melihat dari CCTV milik tetangga yang rumahnya bersebrangan dengan Mama dan ternyata orang itu sering mendatangi rumah."


"Mama kamu tahu tentang ini?"


"Tidak. Aku tidak mau Mama ketakutan, aku tahu kalau mama tahu pasti akan ketakutan dan nantinya akan berakibat buruk pada Mama. Kamu tahu kan kalau Mama pernah mengalami depresi."


"Ya sudah, kamu cari tahu siapa dia tapi tetap hati-hati. Ingat pernikahan kita tinggal dua puluh tujuh hari lagi eh dua puluh enam ya," ucap Dirga.


"Iya, aku tahu itu tidak usah diingatkan."


**********


Di suatu tempat.


"Sial tuh si Marisa awas saja kalau sepuluh juta tidak aku dapatkan dalam waktu tiga hari akan aku bongkar rahasianya," ucap seseorang laki-laki yang merasa kesal karena tak langsung mendapatkan uang yang ia inginkan.


"Ada apa, Pak? Kelihatannya Bapak sedang marah besar," ucap seseorang yang berada bersama laki-laki itu.


"Tidak ada, tidak apa-apa tenang saja. Kembali bekerja," ucapnya.


Darko. Darko adalah seorang tukang kuli bangunan yang dahulu pernah bekerja merenovasi rumah Mahendra dan Marisa namun, sekarang ia sudah memiliki usaha kuliner yang selama ini dijalankan oleh anaknya. Darko satu-satunya orang yang memegang rahasia besar yang disimpan oleh Marisa.


*********


Di kediaman Marisa.


Marisa bersikap tak seperti biasanya. Dia terus saja ketakutan dan lebih suka menyendiri.


Sejak kepulangannya dari pasar. Marisa hanya duduk di tepi kebunnya dan tak ingin ditemui oleh siapa pun termasuk Mahendra.


"Kenapa dia datang? Siapa yang membebaskannya dari penjara?" batin Marisa.


Ya, Marisa lah yang menjebloskan Darko ke penjara. Dengan uangnya Marisa menyuruh orang untuk menjebak Darko yang akhirnya Darko harus mendekam di penjara selama bertahun.


"Tuntutannya dua puluh lima tahun penjara. Sekarang baru dua puluh satu tahun tapi kenapa dia sudah terbebas?" batin Marisa lagi.


Marisa mulai panik dan tak tahu harus berbuat apa. Ia tak memiliki uang sebanyak sepuluh juta untuk menutup mulut Darko.


"Sudah sore begini tapi Mama belum mau ditemui. Sebenarnya apa yang terjadi pada Mama?" ucap Mahendra.


"Sepertinya terjadi sesuatu padanya saat di pasar tadi makanya Mama jadi seperti itu," ucap Mawar.

__ADS_1


"Bisa jadi tapi apa yang membuatmu Mama sampai seperti itu tidak mungkin hanya karena dikejar anjing tiba-tiba Mama langsung seperti ini," ucapan Jingga.


"Lagi pada ngapain di sini?" tanya Aby yang baru pulang bekerja.


Mawar menoleh ke arah Aby lalu mengulurkan tangannya hendak mencium punggung tangan Aby.


Aby tersenyum lalu segera menjabat tangan Mawar! Tangannya yang satu lagi mengusap pucuk kepala Mawar dengan sangat lembut.


"Ini lho, Mas sejak Mama pulang dari pasar Mama hadi seperti itu. Tuh!" Mawar mengarahkan jari telunjuknya pada Marisa yang masih duduk di sudut lahan itu.


"Mama jadi murung gitu," sambung Mawar.


"Udah coba ditanya kenapa Mama bisa seperti itu?" tanya Aby lagi.


"Udah tapi gak menghasilkan jawaban yang tepat," jelas Mawar.


**********


Di tempat lain.


Michelle dan Randy sedang bertemu. Mereka hendak membicarakan kelanjutan tugas yang harus Michelle laksanakan untuk Randy.


"Kenapa Michelle?" tanya Randy.


"Saya butuh umpan untuk memancing orang itu," ucap Michelle.


"Maksudnya?" Randy menatap Michelle dengan tatapan penuh tanya.


"Orang itu meneror Anda. Andalah yang dia inginkan, saya ingin Anda pergi ke suatu tempat yang mungkin akan didatangi orang itu juga. Saat melihat Anda mungkin orang itu akan terpancing untuk meneror Anda lagi dan disitulah saya bisa mulai bekerja," jelas Michelle.


"Tapi sepertinya orang itu pergi ke semua tempat yang saya datangi buktinya dia meneror saya di mana pun dan kapan pun."


Michelle menatap Randy lalu meneliti keadaan di sekelilingnya.


"Saya akan temui Anda di kantor Anda, tolong pergilah dari sini sekarang," ucap Michelle dengan nada pelan.


Setelah mendengar perkataan Randy, Michael menjadi ingat bahwa penjahat pasti ada di mana-mana.


Saat ini mereka sedang berada di kafe yang terdapat banyak pengunjung, bisa saja salah satu pengunjung di sana adalah pelakunya.


Randy tak berucap lagi lalu dia segera pergi dari kafe itu!


Sementara itu, Michelle masih duduk dengan tenang sembari memperhatikan apakah ada orang yang mungkin mengikutinya Randy dari belakang.


Setelah Randy keluar Michelle melihat ada seseorang yang beranjak dari duduknya dan langsung berjalan keluar dari kafe itu padahal dia sama sekali belum menyentuh makanannya yang ia pesan.


Setelah orang itu menaiki mobilnya barulah Michelle keluar dari kafe itu dan langsung mengikuti mobil itu dengan menggunakan motornya!

__ADS_1


"Semoga dia lah orang yang dimaksud oleh Pak Randy," batin Michelle sembari terus mengikuti mobil berwarna hitam itu!


Bersambung


__ADS_2