Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 250


__ADS_3

"Ada apa, Mama terdengar begitu terkejut?" ucap Michelle yang baru tiba di rumahnya.


Michelle dan Dirga berjalan menghampiri keluarganya yang sedang berbincang yang entah apa yang sedang mereka bicarakan hingga Mitha berbicara dengan nada sedikit tinggi!


"Ini lho, Chell masa kakak kamu mau nikah lagi. Ngaco kan?" ucap Mitha.


"Nikah lagi?" Michelle berjalan mendekati Roger dan menatapnya tajam.


"Jangan macam-macam ya, kakak mau menyakiti kak Michaela?" sambung Michelle.


"Michelle tatapanmu membuat kakak takut," ucap Roger sembari mengalihkan wajahnya ke arah lain.


"Michelle, kakak yang minta kakakmu menikah lagi dan calonnya juga kakak yang pilihkan," ucap Michaela.


"Apa!" ucap Dirga dan Michelle secara bersamaan.


"Wah, kak Roger enak banget disuruh nikah lagi coba kalau aku yang disuruh sama Michelle, auto jungkir balik karena kelewat senang," ucap Dirga bercanda.


"Ih malah bercanda." Michelle memukul pundak Dirga.


"Memangnya ini serius?" Dirga menatap Michaela lalu menatap Roger.


"Kakak yang bener aja nyuruh suami nikah lagi," ucap Dirga sembari menatap Michaela.


"Ya ... gimana lagi, aku mau dia menikahi perempuan itu," sahut Michaela.


"Mama tuh jadi pusing tahu gak, baru kemarin kita sepakat untuk tidak membicarakan masalah ini dan sekarang malah kita membahas ini lagi," ucap Mitha.


"Ma, aku mohon izinkan Mas Roger menikahi gadis itu," ucap Michaela.


"Mama ini perempuan, Mama tahu gak akan ada perempuan yang rela membagi suaminya dengan perempuan lain. Apa setelah suamimu menikahi perempuan itu kamu sanggup melewati hari-hari dengan membagi kasih sayang suami?" ucap Mitha.


"Kak, udahlah nanti aku saja yang hamil dan nanti kita rawat anakku bersama-sama," ucap Michelle yang mengira bahwa Michaela memaksa Roger untuk menikah karena ingin memiliki anak.


"Michelle benar. Lupakan pernikahan ini," ucap Dirga.


"Gak bisa. Mereka harus tetap menikah pokoknya dengan atau tanpa restu Mama, aku akan melamar Jingga untuk menjadi istrinya Mas Roger.


"Jingga!" seru Dirga dan Michelle yang terkejut.


"K_k_kenapa Jingga?" tanya Dirga gugup.


"Ya karena aku maunya Jingga yang menjadi istrinya Mas Roger," sahut Michaela.


"Jingga yang akan aku nikahi," tambah Roger.

__ADS_1


Dirga menatap Michelle dan menarik tangannya membawanya masuk ke dalam kamarnya!


"Semuanya, kami pergi duluan," ucap Dirga sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka.


"Mama akan mengizinkan kalau ada alasan pasti tapi dari tadi kamu gak memberitahu Mama apa alasan dari keinginan kamu yang gak masuk akal ini," ucap Mitha.


"Aku sudah meniduri gadis itu, Michaela mengetahuinya dan dia memaksa aku untuk menikahinya," ucap Roger jujur karena tidak ingin berdebat lagi.


"Astaghfirullahaladzim!" Mitha terkejut dan tak terasa dia menampar Roger dengan sangat keras.


Roger hanya diam dan tak melakukan protes sedikit pun, dirinya tahu bahwa dirinya sudah melakukan kesalahan besar.


"Maafkan aku," ucap Roger dengan suara lirih.


Mitha menangis karena tak menyangka anak laki-lakinya tega melakukan hal buruk seperti itu.


Michaela terdiam karena tidak tahu harus berbuat apa. Bukan ini yang ia inginkan, bukan pertengkaran antara anak dan ibu yang ia harapkan.


Di kamar Dirga dan Michelle.


"Apa sih?" tanya Michelle.


"Dengar, Sayang mungkin kak Michaela menemukan flashdisk aku yang hilang," ucap Dirga.


"Flashdisk apa?" tanya Michelle penasaran.


"Astaga, kamu gimana sih bukannya langsung dibuang kenapa masih disimpan?" ucap Michelle.


"Aku terlalu sibuk jadi, aku lupa."


"Hah kalau sudah begini gak ada yang bisa kita lakukan, kak Michaela pasti terus mendesak pernikahan itu."


"Sekarang kita harus apa?" tanya Dirga.


"Kalau kak Roger tahu ternyata video itu sumbernya dari aku bisa dipecat jadi adik ipar aku," sambung Dirga.


"Itu resiko kamu lagian ceroboh banget, kenapa bisa hilang dan ditemukan oleh kak Michaela?" ucap Michelle.


"Udahlah, nanti aku bicara sama Kak Michaela pastinya gimana. Kakak pasti berkata jujur padaku," sambung Michelle.


********


Di kediaman Athalia.


"Sayang, akhir-akhir ini kamu tidak begitu ceria. Ada apa?" tanya Athalia.

__ADS_1


"Aku bingung, Ma," sahut El yang saat itu tengah duduk di atas tempat tidurnya.


"Tentang Fredy?" Athalia duduk di tepi tempat tidur El dan menatap El dengan tatapan dalam.


"Ma, aku cinta sama dia tapi ...." El menggantung ucapannya.


"Tapi apa?" tanya Athalia lagi.


"Keluarganya Fredy sudah tercemar dengan semua kejahatan Papanya dan kita ... aku takut keluarga kita akan tercemar juga karena aku mempunyai mertua seorang penjahat," ucap El.


"Dengan, Nak yang terjadi pada keluarga Fredy bukanlah keinginan Fredy. Jangan hukum dia atas kejahatan yang tidak pernah dia lakukan, kadang masa lalu memang hadir dan mengusik hidup kita tapi seiring berjalannya waktu, semuanya akan kembali pulih dan akan baik-baik saja jangan takut nama baik keluarga kita tercoreng karena kita tidak pernah melakukan kejahatan apa pun," jelas Athalia sembari menggenggam erat tangan sang putri.


El terdiam, ditatapnya wajah sang ibu dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Mama tetap mengizinkan kamu menikah dengan Fredy, begitu juga dengan kakakmu yang sudah memberikan restu untuk kalian," ucap Athalia.


*********


Di kediaman Aby.


"Ini uang ganti rugi dari anaknya Haris. Papa gak tahu mau diapain uang ini," ucap Pak Mahendra pada semua keluarganya.


"Buat apa kek, Pa memangnya Papa gak butuh uang itu?" ucap Jingga.


"Buat bayar pembunuh bayaran aja. Suruh mereka menghabisi orang-orang itu," ucap Mawar dengan begitu santainya.


"Astaghfirullah," ucap Aby dan orang-orang lainnya yang berkumpul di sana.


"Aku hanya bercanda," tambah Mawar lagi lalu minum teh miliknya.


"Bercandanya jangan keterlaluan. Aku jadi khawatir setiap kali kamu keluar rumah," ucap Aby.


"Kenapa?" tanya Mawar.


"Takut kamu jadi ganas dan mencelakai orang," celetuk Jingga.


"Kamu benar, aku suka gatel kalau liat orang jahat berkeliaran di alam bebas," ucap Mawar.


"Mawar, mulai sekarang hilangkan semua kebencian dalam diri kamu. Perbanyak istighfar dan banyakin sholawat biar kamu bisa mengontrol emosi," ucap Bu Ratna.


"Iya, Bu lagipula dari dulu aku pintar mengendalikan emosi kalau tidak mungkin sekarang aku tidak akan berkumpul dengan Papa Mahendra, Mama dan juga Jingga," ucap Mawar.


"Hmmm, kamu pasti sudah membunuh aku dan Mama karena sering menyakiti kamu. Maaf ya, Mawar," ucap Jingga.


"Aku sudah memaafkan kalian, alu juga bersalah pada kalian. Maafkan aku, Pa, Ma," ucap Mawar dengan menatap Pak Mahendra lalu menatap Bu Marisa.

__ADS_1


"Lupakan semua yang sudah terjadi, mari kita mulai kehidupan baru," ucap Abymana.


Bersambung


__ADS_2