
Melihat Aby yang hampir tenggelam, Mawar pun terjun ke Danau itu dan berenang cepat menghampiri Abymana!
Tak butuh waktu lama, Mawar berhasil meraih tangan Abymana lalu menariknya ke tepi danau!
"Ya ampun, kamu berat sekali," ucap Mawar sembari terus berusaha menaikkan tubuh Abymana ke tepian Danau!
Aby membuka matanya sedikit karena penasaran dengan ekspresi wajah Mawar saat ini.
Sebuah senyuman kecil pun terukir di bibir Aby namun tak disadari oleh Mawar karena gadis itu terlalu sibuk menggosok telapak tangan Aby.
"Aby! Abymana!" Mawar mencoba membangunkan Aby yang saat itu pura-pura pingsan.
Mawar menepuk-nepuk pipi Aby dengan sedikit keras bahkan dia juga menggoyang-ngoyangkan tubuh Aby agar dia tersadar.
"Tuan Muda bangun, jangan bercanda ya."
Mawar terus melakukan gerakan cardiopulmonary resuscitation atau CPR untuk memacu jantung dan paru Aby.
Tak ada respon dari Aby, membuat Mawar begitu panik.
"Ya ampun, aku harus apa. Kasih nafas buatan ... ya sepertinya kasih nafas buatan," gumam Mawar.
Mawar yang panik terus berusaha membangunkan Aby sambil terus berbicara sendiri.
Setelah beberapa detik, Aby tak merasakan sesuatu yang menempel di bibirnya padahal baru saja dia mendengar kalau Mawar akan melakukan nafas buatan padanya.
Aby sudah menunggu akan momen itu tapi ternyata Mawar tidak juga memberikan nafas buatan untuknya.
Mawar menatap Aby, dia menelan ludahnya kasar karena merasa terpaksa melakukan itu pada Aby.
Ia pun menutup matanya lalu perlahan merunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Abymana!
Merasa penasaran, Aby pun kembali membuka sedikit matanya untuk melihat sedang apakah Mawar saat ini.
Aby membuka matanya lebar-lebar saat melihat wajah Mawar yang sudah mendekat padanya dalam keadaan matanya yang tertutup rapat.
Aby tersenyum, "halal kan ya, kalau aku cium dia? Halal lah, Mawar kan istri aku," ucap Aby didalam hatinya.
Aby langsung mel**at bahkan meng**sap bibir Mawar bersamaan dengan itu, dengan cepat tangannya melingkar di leher Mawar agar gadis itu tidak melarikan diri.
"Mmmph! Mmmph!" Mawar memberontak, dia terkejut saat mendapatkan perlakuan Aby yang tiba-tiba!
Setelah beberapa detik, Aby melepaskan Mawar dan dia pun segera duduk sambil menatap Mawar yang raut wajahnya terlihat marah padanya.
"Kamu tuh apa-apaan sih, kalau aku mati karena kehabisan nafas gimana? Ini tuh masih gres, masih disegel, kamu main nyosor-nyosor aja!"
Aby nyengir kuda mendengar ocehan Mawar padanya, bukannya merasa takut, dirinya malah merasa geli dengan perkataan yang terlontar dari mulut Mawar.
__ADS_1
"Brengsek! Brengsek kamu ya. Udah bikin aku panik sekarang malah menghilangkan keaslian bibir aku."
"Maaf, abisnya kamu yang mancing aku duluan," sahut Aby dengan tanpa rasa bersalah.
"Maaf-maaf. Makanya kalau gak bisa renang jangan main nyemplung aja ke Danau."
"Aku kan panik, aku pikir anak itu tenggelam dan lagi sebenarnya aku cuma ngerjain kamu doang. Aku pengen tahu, kamu khawatir gak sama aku, kamu perduli gak sama aku."
"Jadi tadi pingsan bohongan?"
"Iya."
"Iiih Abymana!" Mawar memukul dada Aby dengan tangannya sebanyak beberapa kali.
"Maaf, aku bilang maafkan aku."
"Kamu tuh nyebelin." Mawar menghentikan tangannya yang sedang memukuli Abymana, butiran berwarna bening mulai berjatuhan dari pelupuk nya.
"Mawar, kok kamu nangis? Aku kan sudah minta maaf lagian aku dan kamu sekarang sudah selamat kita tidak apa-apa kan." Melihat Mawar yang menangis, Aby merasa mulai merasa bersalah karena sudah keterlaluan mengerjai Mawar.
Mawar tak bergeming, dia terus menangis dalam posisi duduk di depan Aby.
"Mawar, maaf," ucap Aby dengan suara memelas.
"Kamu sudah mencuri kesucian aku, kamu jahat. Aku pikir kamu adalah laki-laki baik yang tidak akan melakukan hal itu."
"Apa yang aku lakukan? Setahu aku, aku tidak memper***a kamu."
**********
"Mas ganteng, berhenti didepan sana ya," ucap Nasya sembari mengarahkan jari telunjuknya pada sebuah bangunan seperti rumah.
"Mau ngapain?" tanya Dirga.
"Berhenti aja dulu."
Dirga pun menepikan mobilnya, terlihat dengan jelas di papan besar itu tertulis 'PANTI ASUHAN MEKAR ASIH'
"Panti asuhan?" ucap Dirga sembari menatap Nasya.
"Iya, aku bawa sesuatu buat mereka. Mas ganteng mau ikut turun atau mau nunggu di sini?"
"Aku ikut deh." Mereka berdua pun langsung turun dari mobilnya tak lupa Nasya mengeluarkan paper bag yang ia bawa.
"Kamu udah sering ke sini?" tanya Dirga.
"Dibilang sering, nggak juga sih cuma aku pernah aja ke sini sebanyak beberapa kali."
__ADS_1
"Udah lebih dari lima kali?"
"Aku lupa." Nasya tersenyum ke arah Dirga sambil terus melanjutkan langkahnya!
"Kak Nasya!" Seru beberapa anak sembari berlari ke arah Nasya dan Dirga!
Dengan senyuman ramah, Nasya menyapa mereka. Dia berjongkok dengan tangan yang ia ulurkan pada anak-anak itu.
"Hai anak-anak, gimana kabar hari ini?"
"Baik dong. Kakak sendiri?"
"Tentu saja baik. Oh ya ini kakak bawakan sesuatu untuk kalian." Nasya memberikan tas paper bag yang sedari tadi ia bawa.
Dengan gembira anak-anak itu meraih tas berisi beberapa mainan itu!
"Barengan ya, kalau kurang nanti kakak belikan lagi."
Dirga melihat Nasya yang terlihat begitu sayang pada mereka ikut merasa bahagia ternyata Nasya yang hanya seorang gadis manja memiliki jiwa yang kuat dan hati yang baik.
Ia pun menghampiri anak-anak itu dan mulai bermain dengan mereka.
"Nasya, kapan datang?" tanya Bu Jena, ~ pengasuh sekaligus pengurus panti asuhan itu.
"Baru aja Bu." Dengan tanpa ragu ataupun jijik, Nasya mencium punggung tangan Ibu Jena.
"Mari masuk!"
"Terimakasih Bu." Nasya berjalan mengekor di belakang Bu Jena!
"Mas ganteng, mau ikut gak?" ucap Nasya pada Dirga.
"Kamu aja, aku main sama mereka dulu."
Saat Dirga sedang asyik bermain, Michelle keluar dari salah satu pintu yang berjejer di bangunan itu.
"Anak-anak waktunya mandi! Ayo cepat-cepat sebelum waktu ashar habis!" seru Michelle.
Anak-anak itu pun langsung beranjak dari duduknya dan berlarian masuk ke dalam rumah!
Kini tinggal Dirga yang masih duduk di atas rerumputan yang tumbuh di sekitaran sana.
Michelle berjalan mendekati Dirga!
"Pak Dirga? Sedang apa Anda di sini?" tanya Michelle.
"Michelle, kok kamu di sini?" Bukannya menjawab pertanyaan Michelle, Dirga malah bertanya balik pada gadis itu.
__ADS_1
Bersambung