Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 92


__ADS_3

Siang hari setelah selesai kuliah, seperti biasa Mawar akan pulang dengan mengendarai motornya. Dia berjalan menghampiri motornya yang terparkir di parkiran khusus motor dan langsung pergi tanpa rasa curiga sedikitpun.


"Mawar! Mawar tunggu!" Galaxi berlari mengejar Mawar tapi tapi usahanya gagal karena Mawar sudah terlanjur pergi.


Di sebrang jalan, Yura langsung menelpon orang suruhannya.


[Mawar susah jalan.] ucap Yura setelah telponnya tersambung.


Tanpa menunggu jawaban dari orang yang ditelpon nya, Yura langsung mematikan telponnya.


Galaxi berdiri di tempat itu sembari menatap Mawar yang sudah semakin menjauh.


"Kalau mau bicara kenapa tidak dari tadi?" ucap Sherin pada Galaxi.


"Tadi kalian terlalu sibuk," ucap Galaxi.


"Selamat mencoba lagi, aku rasa Mawar tidak akan tergoda dengan ketampanan kamu jadi selamat berusaha keras untuk mendapatkan dia," tambah Sherin lalu pergi meninggalkan Galaxi di sana!


"Haha! Lo sudah kalah sejak lama, udahlah, Galaxi lo gak akan mendapatkan Mawar," ucap temannya Galaxi.


"Gue gak perduli, sekarang gue udah suka beneran sama dia, gue gak perduli lagi dengan taruhan yang sudah kita sepakati. Kalau gue berhasil mendapatkan Mawar, gue akan bertaubatlah, gue akan menjadikan dia cewek terakhir dalam sejarah cinta gue," ucap Galaxi.


Dua temannya Galaxi tertawa lagi setelah mendengar perkataan Galaxi yang tidak mungkin dapat dilakukannya itu.


"Cowok kayak lo emang bisa taubat? Gak percaya gue," ucap temannya Galaxi.


**********


Saat melewati jalan yang sepi, Mawar melihat seseorang tergeletak di tengah jalan, dari jarak yang tidak terlalu jauh di samping orang itu terdapat genangan cairan berwarna merah.


"Kenapa orang itu?" gumam Mawar.


Mawar melihat di sekeliling tempat itu untuk mencari apakah ada orang di sana selain dirinya.


"Jangan-jangan orang itu korban tabrak lari?" Mawar pun membuka helmnya dan langsung berjalan menghampiri orang itu!


"Mas! Mas!" ucapnya sembari menggoyahkan tubuh laki-laki itu.


"Ada darah tapi orang ini tidak terluka," batin Mawar.


Saat Mawar sedang lengah, laki-laki itu segera membekap mulut dan hidung Mawar menggunakan saputangan yang sudah dibubuhi obat bius.


Mawar mencoba berusaha untuk melepaskan diri tapi rupanya obat bius itu bereaksi begitu cepat di tubuhnya hingga beberapa detik kemudian dirinya tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Beres, ayo kita bawa orang ini ke tempat yang sudah kita sediakan," ucap seseorang yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon besar.


Tak lama sebuah mobil datang dan berhenti di dekat mereka. "Cepat," ucap seorang yang mengemudikan mobil itu.


Dua orang yang berada di luar mobil pun langsung menggotong tubuh Mawar dan memasukannya ke dalam mobilnya!


"Wah kalau ceweknya model begini sih gue mau meski gak dibayar dengan uang," ucap seorang yang mengemudikan mobil.


"Sepertinya kita lagi ketiban bintang, udah dapat cewek cantik kayak gini, dapat duit lagi," ucap orang yang duduk di bangku belakang bersama Mawar.


"Cepat dikit dong nyetirnya udah bergairah banget nih kalau liat cewek model begini," ucap laki-laki yang satu lagi.


Tiga preman bayaran Yura itu langsung memikirkan sesuatu yang sesat untuk dilakukan.


**********


"Dirga! Nasya!" teriak Aby dari ruangannya.


"Gila ya tuh anak dua, mereka pergi dan membiarkan aku terikat kayak begini," ucap Aby dengan nada kesal.


"Nasya, apa gak keterlaluan banget kita ninggalin kakak kamu dalam keadaan terikat gitu?" ucap Dirga yang sedari tadi berdiri di depan pintu ruangan Aby.


"Gimana lagi, daripada kak Aby menemui gadis itu," ucap Nasya.


"Mana ada kak Aby bercanda soal cinta tadi, Mas ganteng dengar sendiri kan kalau dia lagi jatuh cinta sama cewek yang namanya Car ... Car, apa sih tadi tuh? Lupa aku," ucap Nasya.


Gadis itu mencoba mengingat nama gadis yang tadi disebutkan oleh Aby tapi dirinya tak dapat mengingatnya.


"Caroline," ucap Dirga.


"Nah, itu dia namanya. Mas ganteng otaknya encer banget sih baru satu kali mendengar langsung ingat aja," ucap Nasya.


"Ya ingatlah, kalau urusan cewek pasti ingat."


"Huuu, giliran cewek gak jelas langsung ingat kalau ditanyain yang serius malah gak ingat bahkan pura-pura gak tahu," ucap Nasya.


************


Di sebuah taman, Michelle duduk di kursi taman itu dengan tangan yang memegangi liontin berbentuk kupu-kupu yang ia dapat dari Ibu Jena.


"Liontin ini sepertinya bisa dibuka," gunam Michelle sembari terus membolak-balikan liontin itu untuk mencari tahu bagaimana cara membukanya.


"Kelian dimana? Tidak mungkin aku ada di dunia ini tanpa orang tua, aku ingin tahu apa alasan kalian membuangku begitu saja. Apa aku ini anak yang membawa sial atau mungkin aku adalah anak yang tidak diinginkan, sekian lama aku mencari kalian tapi aku tidak pernah menemukan kalian jika kalian memang tak menginginkan aku setidaknya izinkan aku mengenal kalian dan menanyakan apa dan kenapa kalian membuangku," batin Michelle sembari terus memutar liontin itu.

__ADS_1


Tak terasa air matanya terjun dari sudut matanya. Selama ini tak ada yang membuatnya menderita selain rindu pada orang tua kandungnya.


Semua anak yang tinggal bersamanya di panti asuhan itu adalah anak-anak yang kurang beruntung sepertinya, dirinya terus berjuang untuk menarik anak-anak itu orang tuanya atau orang tua baru yang bisa memberikan mereka kasih sayang yang tulus, dirinya tak ingin mereka tubuh dewasa tanpa kehadiran orang tua seperti dirinya.


"Aku gak boleh rapuh seperti ini, aku harus kuat demi anak-anak itu," ucap Michelle sembari menghapus air matanya.


Michelle pun memasukkan liontin itu kedalam saku jaket yang ia kenakan, setelah itu ia beranjak dari duduknya untuk melanjutkan tugasnya lagi.


**********


Mawar tersadar dari pingsannya, dia sudah memiliki kesadaran dan perlahan ia membuka matanya.


"Pusing sekali kepalaku," gumam Mawar. Ia mencoba menggerakkan tangannya untuk menegang kepalanya tapi tak bisa karena tangannya terikat dengan tali.


Ia pun mencoba membuka matanya dan mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya terkumpul, ia menatap sekelilingnya dan ia baru sadar bahwa dirinya sedang berada di atas tempat tidur butut dengan keadaan tangan dan kakinya yang terikat dengan tali.


Mawar terkejut saat melihat dirinya yang terikat di tempat asing itu.


"Dimana aku? Siapa yang membawaku kesini?" ucap Mawar.


"Hai Mawar, apa kabar?" ucap Yura sembari merekam video dengan kamera ponselnya.


"Yura," ucap Mawar sembari menatap gadis itu yang sedang berjalan ke ayahnya.


Yura memberikan ponselnya pada Mia dan dia menghampiri Mawar lalu mencengkram rambut panjang milik Mawar!


"Aaah, sakit. Lepaskan aku," ucap Mawar.


"Lo dengar ya, Mawar dua kali lo mempermalukan gue di depan semua anak kampus, sekarang lo terima akibatnya," ucap Yura lalu melepaskan cengkramannya dengan kasar hingga Mawar terhempas ke kasur yang sudah usang itu.


"Kalian kemarilah," ucap Yura pada tiga preman itu.


Mereka bertiga pun mendekat pada Yura!


"Silahkan nikmati tubuh gadis malang ini sepuas kalian," ucap Yura.


"Nggak. Jangan, tolong jangan lakukan ini padaku," ucap Mawar.


Yura dan tiga preman itu tertawa terbahak melihat Mawar yang memohon untuk dilepaskan.


Sementara itu, Mia terus merekam aksi mereka dengan kamera ponsel milik Yura.


Satu preman itu mendekati Mawar dan mengarahkan tangannya ke, arah dada Mawar!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2