
Aby mengulas senyum di bibirnya melihat Dirga yang nampak mulai merasakan namanya jatuh cinta.
Dirga yang tak pernah ketahuan jatuh cinta kini menampakkan bahwa dirinya normal dan bisa mencintai seseorang perempuan.
Bukan apa-apa, selama ini Dirga tidak pernah ketahuan punya pacar, dekat dengan perempuan bahkan Dirga tidak pernah ketahuan jatuh cinta.
"Jatuh cinta nih ceritanya?" goda Aby.
"Hah, jatuh cinta? Kayaknya nggak deh Tuan Muda."
"Orang dari tatapannya aja beda gitu."
"Biasa aja."
"Masih gak mau ngaku?"
"Permisi Tuan Muda, saya masih ada kerjaan yang harus diselesaikan."
**********
"Ya ampun, Mawar. Ini lukanya lumayan dalam lho kok kamu bisa-bisanya gak ngerasain apa-apa," ucap Sherin sembari terus meneteskan obat merah pada luka yang baru ia bersihkan itu.
"Aku juga gak tahu kenapa aku baru merasakannya sekarang," timpal Mawar.
"Ada-ada aja kamu ini. Besok-besok kalau Yura dan teman-temannya gangguin kamu lagi gak ada salahnya juga ngikutin kemauan dia biar kamu gak terus-terusan digangguin sama dia."
"Emang semua anak baru di sini harus selalu ngikutin apa kata dia? Apa selama ini belum ada satu orang pun yang berhasil melawan Yura? Kalau dibiarkan, ini akan membuat Yura semakin besar kepala."
"Dia itu anak orang paling kaya di kampus kita ini, dia bisa melakukan apapun yang dia mau dengan uangnya itu. Dulu pernah ada mahasiswa yang membangkang padanya tak lama kemudian dia dikeluarkan dari kampus atas tuduhan yang sama sekali tidak pernah dia lakukan. Sebenarnya kejadiannya gak dulu banget palingan beberapa bulan yang lalu."
"Yang kayak gitu tuh keterlaluan banget. Aku gak mau menjadi budak siapapun, aku mau melakukan apa yang aku mau dan yang aku senangi."
"Tapi Mawar, bagaimana jika Yura terus mengejar kamu bahkan aku rasa sekarang kamu akan mendapat masalah besar dengan kamu yang disukai oleh Galaxi."
"Ngaco deh kamu Rin, mana mungkin Galaxi suka sama aku sedangkan gadis yang lebih cantik dari aku saja banyak banget di sini."
Di tempat persembunyian Marisa dan Jingga.
"Duuh Ma, si Mawar kemana sih lama banget? Aku udah digigitin nyamuk ni," ucap Jingga yang sedari tadi terus menggerutu.
"Jingga, kamu sabar dong. Mama juga gak tahu Mawar kemana. Kita tunggu Mawar di sini sebentar lagi aja ya," ucap Marisa sembari mengelus-elus lengan Jingga.
__ADS_1
"Yura!" seru Galaxi sembari berjalan ke arah Yura dan dua temannya.
"Galaxi, ada apa?" tanya Yura dengan senyum tebar pesona diwajahnya.
"Gue peringatkan sama lo ya, jangan pernah lo sakiti Mawar!"
"Maksud kamu apa Lax, aku gak ngerti?"
"Jangan pura-pura bodoh. Gue tahu lo baru abis ngerjain Mawar."
"Nggak. Siapa yang ngerjain anak itu." Yura meraih tangan Galaxi lalu menggenggamnya.
Gadis itu mencoba membuat Galaxi percaya pada semua kata-katanya.
"Lepas!" Galaxi menarik tangannya lalu pergi begitu saja.
"Ternyata si anak kampung itu udah disukai oleh cowok di kampus ini," gumam Jingga.
"Eh tuh Mawar!" Marisa mengarahkan jari telunjuknya pada Mawar yang sedang berjalan ke arah parkiran.
"Dia kayaknya mau pulang deh," sambungnya.
"Heh tunggu dulu." Marisa mencegah Jingga untuk pergi dengan memegangi tangannya.
"Apa lagi sih Mam?"
"Biarkan dia jalan dulu, kita ikuti dia dari belakang dan nanti kita hentikan dia di jalan yang sepi. Gak mungkin kita temui Mawar di sini, kamu gak lihat apa meski Mawar anak baru di sini tapi udah ada orang yang perduli sama dia. Bukan tidak mungkin dia sudah mendapatkan banyak teman yang perhatian dan sayang sama dia."
"Ita deh, aku akui kali ini Mama benar."
**********
Di kediaman Dirga.
Tanpa sepengetahuan Dirga, Michelle datang ke rumahnya dan diam-diam menemui Ussy.
"Ussy, gimana kamu mau gak bantuin Ibu saya ngurus anak-anak yatim piatu itu?" tanya Michelle pada Ussy.
Tak ada pilihan lain selain meminta bantuan Ussy untuk membantu Ibu Jena dalam mengurus anak-anak di pantai asuhan karena dirinya harus pergi untuk melakukan tugas dari Pak Randy.
"Ussy mau kak tapi gimana cara bilangnya sama Pak Dirga. Dia pasti bertanya-tanya kenapa Ussy gak mau tinggal di kontrakan lagi."
__ADS_1
"Apa salahnya kamu jujur. Kamu mau tinggal di pantai untuk membantu pengurus pantai mengurus anak-anak itu."
"Nanti coba Ussy bicarakan deh sama Pak Dirga."
"Terimakasih Sy, aku gak tahu harus minta tolong sama siapa lagi soalnya waktunya udah mepet banget lagian aku pergi gak akan lama kok. Paling satu sampai dua minggu atau selambat-lambatnya satu bulan."
**********
Di kantor.
Aby duduk di kursi kebesarannya dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi itu, matanya terpejam, pikirannya melayang memikirkan penghianatan yang telah dilakukan oleh Jingga.
Selama ini dirinya begitu mencintai Jingga dengan setulus hatinya namun ternyata gadis itu malah mengkhianati dirinya hingga memberikan mahkota satu-satunya yang dia miliki pada laki-laki itu. Laki-laki yang jelas-jelas tidak mencintai Jingga.
"Kenapa Jingga, kenapa kamu setega ini sama aku? Apa yang kurang dari aku? Selama ini aku selalu melakukan yang terbaik untuk dapat membahagiakan kamu tapi kamu malah melakukan ini padaku," ucap Aby didalam hatinya.
Cinta tulus untuk Jingga memang sudah tumbuh dari dulu dalam diri Aby, wajar saja jika dia belum bisa melupakan orang yang sangat dicintainya meski dia tahu Jingga sudah mengkhianati dirinya habis-habisan.
"Jujur aku masih mencintai kamu bahkan masih sangat mencintai kamu Jingga tapi aku rasa kamu sudah tidak pantas untuk dicintai lagi, aku terlalu jijik untuk menyentuhmu bahkan untuk menatapmu rasanya aku tidak sanggup lagi."
Jatuh cinta memang terasa begitu indah bahkan dunia terasa milik berdua jika cintanya terwujud namun jatuh cinta juga dapat menjadi terasa bagaikan neraka saat adanya pengkhianatan dari sebelah pihak.
**********
Tepat di jalan yang terlihat sepi, Marisa memepet motor Mawar sampai akhirnya Mawar menghentikan laju motornya!
"Siapa sih? Gak mungkin Galaxi lagi," batin Mawar.
Mawar membuka helmnya lalu meletakkannya di spion motornya dia turun dari motornya lalu berdiri di sampingnya!
Marisa dan Jingga juga turun dari mobilnya, dengan menatap Mawar dengan tatapan tajam, mereka berjalan menghampiri Mawar!
"Mereka ... mau ngapain mereka menghadang aku?" batin Mawar.
Mawar hanya diam dan menunggu Marisa dan Jingga sampai padanya.
"Mawar, apa kabarmu?" tanya Marisa basa-basi.
"Seperti yang Anda lihat. Saya baik-baik saja," sahut Mawar.
Bersambung
__ADS_1